Para perempuan remaja turut nobar final leg kedua Piala AFF di La Piazza Kelapa Gading. (Foto: Antara/ Fanny Octavianus)
Para perempuan remaja turut nobar final leg kedua Piala AFF di La Piazza Kelapa Gading. (Foto: Antara/ Fanny Octavianus)

Adu Beken Golkar vs Demokrat di Piala AFF 2010

Bola piala aff Pengaturan Skor Sepak Bola
Fitra Iskandar • 21 Desember 2018 18:00
Tak ada histeria melebihi momen Piala AFF 2010. Dua pemain naturalisasi jadi sensasi. Para wanita menyerbu stadion. Wartawan gosip mengerubuti anak-anak asuh Alfred Riedl. Lalu, para politisi mendompleng popularitas. Momen yang penuh harapan akhirnya berakhir antiklimaks.
 
Piala AFF 2010, sepak bola Indonesia mendadak riuh. Urusan permainan si kulit bundar mendadak jadi urusan Ibu-ibu dan gadis remaja juga. Tidak pernah histeria terhadap tim nasional sedahsyat itu.
 
Di masa ini, wajah sepak bola Indonesia memang lain dari biasa. Fenomenanya baru. Ada dua pemain bule berseragam Merah-Putih. Cristian Gonzales yang punya tampang bad boy, dan Irfan Bachdim yang cute.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Adu Beken Golkar vs Demokrat di Piala AFF 2010
'Si Gila' Cristian Gonzales yang bikin suporter timnas histeris. (Foto MI/Ramdani)
 
Kehadiran dua pemain itu, memenangkan mimpi, setidaknya, salah dua golongan terbesar di negeri ini. Penggila bola yang berharap talenta Eropa dan Amerika Latin bisa mengatrol permainan timnas, dan kaum hawa yang tengah gandrung drama Korea. Ketika ada pemain yang secara fisik bak model, kaum hawa pun banyak terserang demam Piala AFF.
 
Adu Beken Golkar vs Demokrat di Piala AFF 2010
Irfan Bachdim wajah baru, idola baru. (MI//Panca Syurkani)
 
Setelah kemenangan 5-1 Indonesia atas Malaysia di partai pembuka, para pemain menjadi buruan kamera wartawan. Layar acara gosip pun mulai diwarnai segala liputan pernak-pernik tim nasional. Bukan hanya pemain, keluarga mereka juga dikulik-kulik. Tentunya idola baru, Cristian Gonzales, dan Irfan Bachdim yang paling hits.
 
Bachdim langsung jadi trending topic di Twitter. “Irfan Bachdim bikin Niya enggak belajar fisika,” cuit manja salah satu penggemar.
 
Romansa kiper Timnas Markus Horison yang baru sebulan menikah dengan artis Kiki Amalia, juga jadi liputan yang empuk. “Jika di babak sebelumnya, Kiki tak berani hadir karena takut melihat gawang suaminya kebobolan, maka di pertandingan penentuan kali ini, Kiki secara khusus hadir untuk memberikan semangat kepada suami tercintanya.”
 
Begitu narasi di salah satu tayangan infotainment. Dalam sorotan kamera, Kiki lalu menjerit-jerit. Ikut tegang melihat gelombang serangan Thailand meneror suaminya.
 
Terbayang bagaimana hebohnya Piala AFF 2010. Stadion Utama Gelora Bung Karno pun tak mampu lagi menampung massa yang ingin melihat timnas main di partai-partai berikut. Panitia lalu memasang beberapa layar di luar stadion. Syukur, puluhan ribu yang tidak masuk bisa tetap mengikuti pertandingan meski lewat layar. Tidak ada rusuh. Alhamdulillah.
 
Di laga-laga semifinal, Senayan menjadi lautan merah.
 
Momen itu pun datang. Para politisi yang dekat dengan PSSI ikut naik ke panggung untuk mendompleng popularitas. Para pemain diboyong-boyong ke rumah Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie di Mangunsarkoro 42, Menteng ,Jakarta. Padahal, timnas harus konsentrasi. Piala belumlah di tangan.
 
Maklum saat itu dari ketua umum PSSI hingga manajer timnas, adalah orang-orang dekat keluarga Bakrie, atau minimal satu payung politik. Partai Golkar.
 
“Kunjungan itu silaturahmi yang diinisiasi oleh PSSI, dan hal itu sudah dijelaskan oleh Pak Nurdin Halid sebagai ucapan terima kasih PSSI atas dukungan sumbangsih keluarga Bakrie kepada PSSI selama ini,” kata juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara kepada wartawan. Dia minta kunjungan itu tidak dipolitisir. Aburizal mengguyur para pemain dengan bonus Rp2,5 miliar setelah memulangkan Filipina di semifinal.
 
Adu Beken Golkar vs Demokrat di Piala AFF 2010
 
Habis itu, Nurdin Halid memboyong anak asuh Alfred Riedl itu ke pondok pesantren di Jakarta Barat, untuk acara doa bersama.
 
Ruhut Sitompul gatal melihat gaya Nurdin Halid dan kroni yang memanfaatkan euforia terhadap timnas untuk kepentingan politik. Dia menyindir.
 
“Kalau timnas tidak menang, akan menjadi zaman kehancuran bagi Golkar tahun 2014. Ini Golkar melakukan blunder dengan melanggar prinsip Jawa 'ojo kesusu' (jangan buru-buru)," sindir Ruhut.

Firman Utina Menegaskan Tim Tidak Terlibat Pengaturan Skor di Piala AFF 2010


Sementara PSSI, juga belum puas bermanuver. Federasi memasang siasat menangguk keuntungan -- entah untuk siapa-- dari situasi yang sangat empuk untuk dieksploitasi.
 
Harga tiket dua laga semifinal dinaikkan hingga 100%. Bangku VVIP, yang semula Rp250 menjadi Rp500 ribu. VIP barat yang semula Rp200 menjadi Rp300 ribu. Dan lain-lain.
 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai turun. Dengan diksi yang khas, SBY, panutan nomor satu Partai Demokrat ini mengomentari kenaikan tiket pertandingan semifinal Piala AFF 2010.
 
“Mulai tadi pagi saya dapat banyak SMS yang mengeluhkan kenaikan harga tiket. Saya harap PSSI mempertimbangkan semangat kebersamaan dan dukungan rakyat kita yang tinggi,” kata SBY.
 
“Tolong diatur jangan sampai terlalu tinggi kenaikannya sehingga di luar kemampuan sebagian besar rakyat kita. Semangat luar biasa ini harus kita jaga. Kalau memang ada kenaikan seharusnya ada kelas tertentu yang tidak dinaikkan. Sekali lagi saya minta PSSI memerhatikan betul suara rakyat kita,” ujarnya lagi penuh kebijakan.
 
Adu Beken Golkar vs Demokrat di Piala AFF 2010
Presiden SBY meninjau timnas Piala AFF 2010 di lapangan ABC Senayan.
(Rumgapres/Abror)

Maman Bersumpah Tidak Terlibat Pengaturan Skor di Piala AFF 2010


Setelah desakan menguat, PSSI akhirnya menurunkan harga tiket kelas III. Dari 75 ribu menjadi Rp50 ribu. Penurunan itu untuk pertandingan saat laga final leg kedua menghadapi Malaysia. Saat semifinal, hanya harga tiket kelas III yang tidak dinaikkan. Tetap Rp50 ribu.
 
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, kemudian tampil. Dia menyebut penurunan itu berkat andil Aburizal Bakrie. Ketua Umum Partai Golkar itu, kata Idrus meminta kepada Nurdin Halid untuk menurunkan tiket tribun. Sementara Aburizal sendiri ketika itu sedang di luar negeri.
 
"Tadi siang, Bang Ical (panggilan akrab Aburizal) menelepon saya sebagai Sekjen Golkar agar menyampaikan kepada Nurdin Halid untuk menurunkan tiket tribun," kata Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dikutip Vivanews.
 
“Harga tiket itu kembali turun karena Bapak Presiden SBY mengimbau agar tidak dinaikkan,” bantah Ruhut di kesempatan lain.
 
Ia meminta Golkar tidak lagi mengganggu timnas yang bersiap melakoni laga leg kedua final vs Malaysia pada 29 Desember 2010. Menurut dia, hal itu sesuai dengan imbauan Presiden SBY agar timnas ditangani saja oleh pelatihnya.
 
"Jadi saya mohon dengan rendah hati olahraga itu lembaga moral force. Jangan diracuni dengan cara dipolitisir, " kata Ruhut lagi dikutip Detik.com.
 
Adu Beken Golkar vs Demokrat di Piala AFF 2010
Dengan berbagai sepak terjangnya yang kontroversial, Nurdin Halid kala itu menjadi sorotan ketidakpuasan suporter Timnas.(MI/Sumaryanto)

 
Soal tiket, selain isu kenaikan harga, rupanya PSSI juga membagi-bagi tiket final ke pada para pejabat negara dan BUMN atau kolega. Yang aneh juga, saat final leg satu di Stadion Bukit Jalil, terpampang poster Presiden SBY, Hatta Radjasa dan Aburizal Bakrie.
 
Tentu semua itu ada kaitannya dengan investasi untuk menuju Pemilu 2014. SBY, Hatta Radjasa dan Aburizal Bakrie, menggunakan Piala AFF 2010 untuk tebar pesona.
 
***
 
Politisi PDIP Miing mengakui euforia masyarakat terhadap timnas begitu besar di Piala AFF 2010. Fenomena yang muncul ini merupakan peluang menaikkan geliat industri sepak bola. “Inilah momentum yang tepat,” kata Miing yang saat itu merupakan anggota DPR Komisi X.
 
Tetapi di kesempatan lain Miing mengingatkan PSSI harus diisi figur yang cinta terhadap sepak bola, dan berasal dari kalangan independen, bukan orang politik. Supaya tidak ada kepentingan politik masuk ke sepak bola.
 
Piala AFF 2010 sudah delapan tahun berlalu, Harapan Miing sepertinya masih relevan sampai saat ini.
 
(Sumber: Okezone, Detik, Viva, Goal, Tempo)
 

(FIT)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif