Trofi Liga Champions. (Foto: AFP/Gabriel Bouys)
Trofi Liga Champions. (Foto: AFP/Gabriel Bouys)

Tottenham Hotspur vs Liverpool: Dari Kisah Cinderella hingga Duel Kematangan dan Ambisi Tinggi

Bola liga champions tottenham hotspur liverpool
Alfa Mandalika • 31 Mei 2019 20:58
ESTADIO Wanda Metropolitano akan menjadi saksi siapa yang akan keluar sebagai juara Liga Champions 2018 -- 2019 pada Minggu 2 Juni dini hari WIB. Apakah Tottenham Hotspur atau Liverpool?
 
Kedua tim bisa dibilang tampil luar biasa sejak penyisihan grup hingga babak semifinal. Pada babak empat besar, Spurs dan Liverpool menunjukkan bukti bahwa harapan selalu ada sampai peluit panjang dibunyikan.
 
Cerita lolosnya Spurs dan Liverpool bak kisah Cinderella. Tidak diduga, tidak disangka, Cinderella bisa hidup bahagia dengan pangeran tampan. Kalau Spurs dan Liverpool, mereka membalikkan keadaan pada leg kedua setelah menelan pil pahit pada leg pertama.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Ya, Liverpool sempat tertinggal tiga gol saat berjumpa Barcelona pada leg pertama. Namun, permainan impresif dan tak kenal lelah mereka tunjukkan pada leg kedua. Hasilnya, mereka membungkam Barcelona empat gol tanpa balas!
 
Kondisi tak jauh berbeda juga dialami Spurs. Menghadapi Ajax Amsterdam dengan segudang pemain muda berbakatnya, The Lillywhites tersungkur di kandang sendiri pada pertemuan pertama. Ketika itu, Donny van de Beek menjadi mimpi buruk bagi Spurs.
 
Tetapi, pada leg kedua, Spurs tampil sangat berbahaya. Kendati tak diperkuat striker flamboyan Harry Kane, dan tertinggal dua gol terlebih dulu, mereka akhirnya lolos ke final. Adalah Lucas Moura yang menjadi pahlawan setelah menorehkan hattrick pada menit 55, 59, dan 90+6. Agregat akhir menjadi 3-3 dan Spurs berhak lolos ke final lantaran unggul gol tandang. Angkat jempol buat Spurs.

Baca: Antonio Conte Jadi Pelatih Anyar Inter Milan


Rekor Pertemuan Berpihak kepada Liverpool
Liverpool punya modal berharga jelang menghadapi Spurs. Selain pernah menjadi juara Liga Champions sebanyak lima kali, mereka juga selalu menang menghadapi Spurs pada musim 2018 -- 2019 di Liga Primer Inggris.
 
Bahkan, tujuh pertemuan terakhir, Liverpool hanya sekali kalah dan dua kali imbang. Sisanya, selalu menang.
 
Liverpool juga dikenal sebagai tim yang matang dari segala lini. Ini tentu menjadi senjata untuk melumpuhkan Spurs. Tetapi, atmosfer Liga Champions dipastikan berbeda. Dengan ambisi tinggi, Spurs masih berpeluang tampil mengejutkan. Apalagi, Kane dan Jan Vertonghen kabarnya sudah siap dimainkan.
 
Mauricio Pochettino sadar betul dengan kekuatan The Reds. Dipastikan, dia akan menginstruksikan anak asuhnya mencari gol cepat dan tidak membiarkan Liverpool mengembangkan permainan.
 
Rekor Buruk Klopp
Manajer Liverpool, Juergen Klopp suka tidak suka harus menerima kenyataan sulit menang di partai final Liga Champions.
 
Saat menukangi Borussia Dortmund, Klopp tak bisa mengalahkan Bayern Muenchen pada babak final Liga Champions 2012 -- 2013. Terakhir, Klopp juga gagal menang saat membesut Liverpool musim lalu. Saat itu, Real Madrid yang menjadi penghalang Klopp meraih gelar Liga Champions.
 
Sedangkan Pochettino, dia sadar datang sebagai underdog. Namun, motivasi besar dan bermain lepas tanpa beban di final menjadi bisa menjadi obat mujarab untuk menundukkan Liverpool.
 
Well, siapakah yang akan keluar sebagai juara? kita tunggu saja. Tapi yang pasti, angkat topi untuk klub-klub Negeri Ratu Elizabeth lantaran menguasai partai puncak Liga Champions dan Liga Europa.
 
Video: Lumat Arsenal, Chelsea Dapatkan Trofi Europa League
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif