Harry Kane. (Foto: AFP/ Gabriel Bouys)
Harry Kane. (Foto: AFP/ Gabriel Bouys)

Mengapa Pesepak Bola Inggris Enggan Membeli Rumah?

Bola soccertainment
Muhammad Al Hasan • 11 Juni 2019 21:45

Ada sejumlah faktor yang membuat pesepak bola dunia enggan membeli rumah. Faktanya, sejumlah pemain lebih senang menyewa properti atau rumah untuk mereka huni.

London: Bergelimang harta dan memiliki pendapatan selangit ternyata bukan jaminan para bintang sepak bola dunia memiliki rumah. Ternyata mereka lebih suka menyewa rumah atau aparteman mewah ketimbang membelinya.
 
Hal ini seperti dilakukan kapten Tottenham Hotspurs, Harry Kane yang lebih memilih menyewa rumah mewah dengan membayar 15 ribu poundsterling atau sekitar Rp250 juta per-minggunya. Rumah mewah sewaan Kane difasilitasi kolam renang, bioskop, gym, ruang sauna dan spa pribadi.
 
Begitu pun dengan pemain Liverpool Alex Oxlade-Chamberlain yang mengeluhkan kesulitan mencari rumah mewah untuk disewa karena kekurangan stok. Sementara sang bos Liverpool, Juergen Klopp dilaporkan menyewa sebuah rumah mewah dari bos Leicester City di Formby, Merseyside.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Lain lagi dengan mantan bos Manchester United, Jose Mourinho yang lebih memilih tinggal di hotel mewah di Lowry Hotel selama di Inggris. Ia dilaporkan menghabiskan 895 hari tinggal di Riverside Suite seharga 870 poundsterling atau senilai Rp14 juta per malam di hotel megah itu dan menghabiskan tagihan sebesar 779 ribu poundsterling atau senilai Rp12,5 miliar.
 
Tentu, hal ini membuat fan menggelengkan kepala, keheranan, karena kebiasaan ini di luar kebiasaan orang-orang pada umumnya. Namun, pengamat ekonomi Inggris Jonathan Hanford mengatakan, hal ini biasa terjadi kepada para pesepak bola internasional.
 
Menurut Hanford ada banyak alasan para pesepak bola lebih memilih sewa daripada membeli. Alasan pertama ialah karena terbatasnya rumah mewah yang dijual akibat dampak dari Brexit atau Britain Exit.
 
"Kami berurusan dengan 25% pasar teratas, dan tidak banyak rumah yang saat ini dijual. Orang-orang di luar sana dengan anggaran besar menemukan ada pilihan terbatas. Itu mungkin sebagai akibat dari ketidakpastian Brexit, dan orang menjadi sangat berhati-hati dan enggan untuk menjual, " kata Hanford dikutip The Sun.

Baca: Manchester United Naikkan Tawaran untuk Bek Crystal Palace

Kedua, rumah dijual pada penawar tertinggi. Karena banyaknya permintaan rumah mewah dari para pesepak bola sementara barang yang tersedia terbatas, tak jarang pada akhirnya mereka berlomba-lomba saling menawar. Dan di sanalah berlaku hukum ekonomi, rumah dijual pada penawar dengan harga tertinggi.
 
"Anda dapat menemukan mereka melihat properti yang sama, rumah yang sama, dan ada perasaan urgensi bagi mereka untuk membeli," kata Hanford.
 
"Jika seseorang memiliki sebaran geografis tertentu di mana mereka perlu berada pada jarak tertentu dari suatu tempat, seperti tempat latihan atau stadion, ada sejumlah opsi terbatas yang harus mereka kerjakan," katanya lagi.
 
"Dan jika banyak orang pergi untuk hal yang sama, maka itu akan pergi ke penawar tertinggi," kata dia.
 
Ketiga, faktor jam terbang dan dunia sepak bola yang keras. Para fan sepak bola pasti mengetahui bahwa satu saat seorang pemain bisa dipuja bak dewa di saat lainnya bisa langsung ditendang keluar bila sudah tidak diperlukan. Pemikiran inilah yang juga menjadi alasan mengapa para pemain memilih sewa daripada beli karena menyadari bahwa kemungkinan-kemungkinan ia tidak bakalan lama bermain untuk satu tim.
 
"Jika itu menyewa atau membeli, itu sering didorong oleh berat atau panjangnya kontrak seseorang," kata Handford.
 
"Jika seseorang mendapat kontrak lima tahun, dan mereka yakin mereka akan berada di sana untuk sementara waktu, mereka akan lebih cenderung untuk membeli," lanjut dia lagi.
 
"Ironi memang, tapi banyak pemain yang membeli akhirnya pindah ke klub lain di negara lain, dan mereka kemudian menyewakan properti mereka kepada pemain lain yang datang ke negara ini yang bisa bermain untuk klub yang berbeda," beber dia.
 
Keempat, faktor selera yang unik dan gaya hidup mewah. Pesepak bola dunia dikenal memiliki gaya hidup mewah hal inilah yang menjadikan semakin sedikitnya opsi bagi tempat tinggal pilihan mereka.
 
"Yang penting bagi mereka rumah harus ada suite rekreasi dan ruang pelatih," Hanford menambahkan.
 
"Mereka menyukai gym, sehingga mereka dapat melakukan hal-hal di rumah dan menjaga kebugaran mereka. Jadi itu termasuk lapangan tenis, serta kolam renang yang berfungsi dengan baik untuk rehabilitasi dari cedera," lanjut dia.
 
"Tapi Anda akan terkejut betapa banyak yang mengatakan mereka menginginkan kamar yang didedikasikan untuk koleksi pelatih mereka juga. Kadang-kadang itu bahkan bisa menjadi deal-breaker, " kelakarnya.
 
Video: Schalke Rekrut Bek Muda Timnas Inggris
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif