Anggota Exco PSSI Gusti Randa (Foto: Medcom.id/Kautsar Halim)
Anggota Exco PSSI Gusti Randa (Foto: Medcom.id/Kautsar Halim)

PSSI Belum Butuh Ketum Terpilih yang Baru

Bola liga indonesia pssi
Kautsar Halim • 21 Januari 2019 08:37
Edy Rahmayadi memutuskan mundur sebagai ketua umum PSSI. Kini, jabatan tersebut sementara akan diambil oleh Joko Driyono.
 
Nusa Dua
: Penunjukkan Joko Driyono sebagai Plt Ketum PSSI bisa diterima dengan baik oleh Gusti Randa selaku anggota Exco. Ia meyakini induk sepak bola Tanah Air masih bisa bekerja dalam situasi tersebut.
 
Joko menjadi Ketum interim karena Edy Rahmayadi selaku Ketum Terpilih memutuskan untuk mengundurkan diri. Dengan begitu, posisi Ketum yang kosong harus diisi oleh Joko selaku sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memilih Ketum Terpilih, normalnya dilakukan saat Kongres Biasa (tahunan) jika termasuk agenda pembahasan. Tapi, bisa dilakukan secara dadakan (mengubah agenda pembahasan) lewat persetujuan 2/3 anggota kongres yang hadir.

Baca: Manchester City Raih Poin Penuh di Kandang Huddersfield

Adapun, opsi lain menentukan Ketum Terpilih bisa dilakukan lewat Kongres Luar Biasa (KLB) yang bisa terselenggara tiap saat. Namun, syaratnya harus berdasar permintaan 50 persen anggota PSSI atau 2/3 jumlah delegasi. Selain itu, Exco (Komite Eksekutif) juga berhak menghendaki KLB.
 
Menurut Gusti, Exco yang terdiri dari 15 orang (anggota) baru bisa menggelar KLB apabila mendapat persetujuan dari 50 persen + 1 anggotanya. Namun, KLB dirasa belum bisa dilakukan lewat Exco karena jajarannya sedang tidak utuh.
 
"Ketum (Edy Rahmayadi) mundur, lalu Hidayat (anggota Exco) juga mundur. Jadi, jumlah Exco saat ini hanya terdiri dari 13 orang. Itupun sudah termasuk Johar Lin Eng yang nonaktif karena ditahan (Satgas Antimafia Bola)," papar Gusti kepada Medcom.id seusai kongres.

Baca: Mundurnya Edy Diharapkan jadi Momentum PSSI

"Persoalannya sekarang, darurat atau tidak (mencari Ketum Terpilih). Jadi, saya kira secara pribadi, situasi ini (PSSI dipimpin oleh Plt) belum mengganggu kinerja federasi," tambahnya.
 
Seperti diketahui, pengunduran diri Edy terjadi saat PSSI menggelar Kongres Biasa 2019 di Bali, Minggu 20 Januari. Joko--sapaan akrab Jokdri bisa langsung naik mengganti Edy karena mengikuti mekanisme statuta dan mayoritas peserta kongres memang tidak menghendaki penambahan agenda (mencari Ketum Terpilih).
 

Video: PSSI Bentuk Komite Ad Hoc Integritas
 

 

(PAT)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi