Joko Driyono. (Foto: dok. medcom.id)
Joko Driyono. (Foto: dok. medcom.id)

Kembali Diperiksa, Jokdri Bakal Dicecar 15 Pertanyaan

Bola pssi Pengaturan Skor Sepak Bola
Muhammad Al Hasan • 21 Februari 2019 12:54

Joko Driyono kembali diperiksa penyidik kepolisian terkait perusakan dokumen yang diduga terkait dengan pengaturan skor.

Jakarta: Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono hari ini kembali memenuhi panggilan kepolisian terkait kasus pengrusakan dan menyuruh merusak barang bukti. Rencananya, eks Sekjen PSSI itu akan dicecar 15 sisa pertanyaan dari 32 pertanyaan yang diajukan penyidik pada awal pemeriksaan pada Senin, 18 Februari lalu.
 
"Karena waktu pemeriksaan pertama kita belum selesai semua dalam pemeriksaannya. Yang rencana penyidikannya ada 32 pertanyaan, baru ditanya 17, nah sekarang kita melanjutkan," kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis 21 Februari 2109.
 
Sementara, garis besar pemeriksaan Jokdri masih terkait hal yang berkaitan dengan perusakan dan menyuruh merusak dokumen. Menurut Argo, Jokdri masih belum mengaku menyuruh melakukan pengrusakan "Masih pemeriksaan lanjutan," kata dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Terkait adanya dugaan aliran dana mencurigakan, Argo membenarkan pihaknya menemukan potensi perkara itu. Namun, masih dalam pendalaman penyidikan.

Baca: Asprov DKI: KLB PSSI Harus Mengganti Sejumlah Petinggi

"Dan kemudian ada beberapa aliran dana dan kemudian dari barang-barang sitaan itu akan kami tanyakan satu persatu barang bukti yang sudah disita waktu penggeledahan," lanjut Argo.
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas hasil pengembangan pemeriksaan tiga saksi sebelumnya yang notabene anak buah Jokdri. Ia menjadi tersangka ke-15 dan diduga sebagai aktor intelektual di balik perusakan dokumen.
 
Sementara, Jokdri disangka melanggar pasal berlapis, yaitu Pasal 363 terkait pencurian dan pemberatan serta Pasal 232 tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan.
 
Selanjutnya, Pasal 233 tentang perusakan barang bukti dan Pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 dan Pasal 233.
 
Video: Legenda Liverpool Bicara Nostalgia Istanbul
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif