Ketua PPATK Kiagus Ahamd Badaruddin (Foto: medcom.id)
Ketua PPATK Kiagus Ahamd Badaruddin (Foto: medcom.id)

PPATK Masih Telusuri Aliran Dana Jokdri

Bola pssi Pengaturan Skor Sepak Bola Joko Driyono
Kautsar Widya Prabowo • 26 Februari 2019 19:49
Ketua PPATK Kiagus Ahamd Badaruddinmenyebut, pihaknya sudah mendapatkan nama-nama yang terkait dalam aliran dana Jokdri selama menjabat petinggi PSSI. Namun, ia belum bisa membukanya ke publik demi kelancaran jalannya penyelidikan Satgas Antimafia Bola.
 
Jakarta:
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tengah bekerja maksimal dalam memeriksa aliran dana milik Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri). Namun belum ada kepastian waktu, kapan pemeriksaan akan rampung.
 
"Tidak bisa kami konkritkan berapa lama, kita memberikan laporan sebaik - baiknya, kualitasnya kita perhatikan dan secepat - cepatnya," ujar Ketua PPATK Kiagus Ahamd Badaruddin, saat di temui di Hotel Ayana, Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menegaskan bahwa setiap kasus yang ditangani oleh PPATK memiliki tingkat kesulitan yang berbeda - beda. Terlebih jika yang bersangkutan pintar untuk menyembunyikan sumber dana yang dimiliki.

Baca:Arema Dorong KLB PSSI Segera Digelar


Sehingga, tidak dapat disamaratakan lama waktu untuk menyelesaikannya. Termasuk dalam kasus Jokdri yang saat ini terus didalami.
 
"Itu sangat tergantung kepada jenis transaksinya, bagaimana mereka mengatur penyembunyiannya dan sebagainya," imbuhnya.
 
Kendati demikian, Kiagus memastikan tidak mengalami kendala berarti dalam menelusuri aliran dana Jokdri. Terlebih PPATK telah memegang database atau kumpulan data aliran dana yang bersangkutan.
 
"Tidak ada kendala, kita selalu usahakan. Kalau ada masalah kita atasi," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, mantan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini belum dapat membeberkan secara detail, nama - nama siapa saja yang masuk dalam aliran dana Jokdri. Ia tidak ingin mengganggu jalannya penyelidikan oleh tim Satuan Tugas Antimafia Sepak Bola.
 
"Saya tidak bisa memberitahukan sekarang ya, karena itu berkaitan dengan kawan - kawan penegak hukum, dalam startegi penyelidikan dan penyidikan," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi (PPATK) untuk menelusuri aliran dana Joko Driyono (Jokdri). Pengusutan aliran dana penting guna mencari ada tidaknya transaksi keuangan yang mencurigakan dari Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI itu.

Baca juga:Komite Ad Hoc Integritas Teken MoU dengan Kepolisian


”Dari mana sumber keuangan, mengalirnya ke mana saja, dan digunakan apa saja,' kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Febuari 2019.
 
Dedi mengatakan, PPATK yang akan memutuskan ada tidaknya transaksi mencurigakan Jokdri selama menjabat sebagai petinggi PSSI. Temuan PPATK akan menjadi rekomendasi yang kemudian ditindaklanjuti Satgas Antimafia Bola.
 
Jokdri bisa dijerat Undang-undang nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) bila rekomendari PPATK menyatakan ada aliran dana yang mencurigakan, terutama yang bersumber dari pengaturan skor dapat dikenakan. Temuan ini akan menjadi bahan penyidikan tambahan bagi polisi.
 
Satgas Antimafia Bola menetapkan Jokdri sebagai tersangka pengrusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor pertandingan. Polisi juga mengendus adanya indikasi suap terhadap Jokdri.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?
 
Video:?Legenda Liverpool Bicara Nostalgia Istanbul

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif