Ilustrasi kantor PSSI. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A.)
Ilustrasi kantor PSSI. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A.)

PSSI Butuh Generasi Baru dan Bebas dari Virus Masa Lalu

Bola pssi
Alfa Mandalika • 24 Januari 2019 17:56

PSSI dinilai membutuhkan generasi baru. Mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum disebut momentum yang tepat memilih generasi baru.

Jakarta: Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) dinilai butuh generasi baru agar masa depan persepakbolaan Indonesia menjadi cerah. Hal itu diutarakan pengamat sepak bola sekaligus Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali.
 
Edy Rahmayadi resmi mundur sebagai Ketua Umum PSSI saat Kongres Tahunan PSSI berlangsung di Bali, 20 Januari 2019. Pria yang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara itu mengaku tidak bisa memajukan PSSI.
 
Sejatinya, secara prestasi, timnas kita tidak hampa gelar selama dua tahun Edy menjabat sebagai ketua umum. Tengok prestasi Timnas U-16 yang kembali menjadi juara Piala AFF. Lalu, Timnas U-19 kita mampu meraih juara ketiga di Piala AFF. Memang, di Timnas U-23, saat Asian Games 2018 belum memberikan prestasi terbaik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Kini, tongkat kepemimpinan diemban oleh Joko Driyono sebagai pelaksana tugas. Tetapi, desakan untuk digelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum baru bermunculan. Namun, hasil dari Kongres Tahunan tidak ada suara desakan KLB dari pemilik suara.

Baca: Ratu Tisha: Jika Ingin KLB, Syarat Administratif Harus Terpenuhi

"Dengan mundurnya Pak Edy, perlu dilakukan segera Kongres Luar Biasa agar kepemimpinan di PSSI bisa kembali sesuai statuta FIFA maupun turunannya. PSSI butuh generasi baru yang fresh dan tak terkontaminasi virus dan penyakit masa lalu," kata Akmal kepada medcom.id.
 
"Generasi baru untuk PSSI baru, yang punya karakter kuat. Juga ikhlas dan benar-benar mewasiatkan diri untuk memajukan sepak bola Indonesia," sambungnya.
 
Akan tetapi, desakan KLB rasanya sulit dilakukan. Apalagi, sejumlah petinggi PSSI disibukkan dengan agenda pemeriksaan Satgas Antimafia Bola. Bahkan, salah satu komite eksekutif ada yang sudah jadi tersangka.
 
"Ketum (Edy Rahmayadi) mundur, lalu Hidayat (anggota Exco) juga mundur. Jadi, jumlah Exco saat ini hanya terdiri dari 13 orang. Itupun sudah termasuk Johar Lin Eng yang nonaktif karena ditahan (Satgas Antimafia Bola)," ujar Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa kepada medcom.id seusai kongres beberapa waktu lalu.
 
"Persoalannya sekarang, darurat atau tidak (mencari Ketum Terpilih). Jadi, saya kira secara pribadi, situasi ini (PSSI dipimpin oleh Plt) belum mengganggu kinerja federasi," tambahnya.
 
Video: Satgas Antimafia Bola Segera Periksa Vigit Waluyo
 

(ASM)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif