Soal <i>Match Fixing</i>, Mantan Wasit Nasional Mengaku Prihatin
Ilustrasi (Istimewa)
Jakarta: Isu pengaturan skor (match fixing) yang merebak di persepakbolaan Indonesia menyita perhatian sejumlah pihak. Para pelakon lapangan hijau, mulai pemain, pelatih, bahkan wasit menjadi sasaran isu tersebut.

Salah satunya, dua wasit di Liga 1 yakni Jumadi Effendi dan Hadiyana, yang memimpin dua pertandingan panas akhir pekan lalu. Jumadi memimpin laga Bali United kontra Persija, serta Hadiyana yang menjadi wasit Bhayangkara FC melawan PSM.

Keputusan kedua wasit di dua laga itu dianggap janggal, yang akhirnya menyeret kepada isu pengaturan skor. Hal itu pun ditanggapi mantan wasit nasional, Ngadiman Asri, yang menilai kinerja wasit sekarang mulai memprihatinkan.


Baca juga: Kasus Hidayat, PSSI Tinggal Awasi Pelaksanaan Sanksi

"Kalau kondisi di lapangan sekarang ini saya tidak tahu ya, kok bisa berubah-ubah gitu. Kembali ke attitude dan mental manusianya lah, kan gitu saja. Saya enggak tahu individu yang sekarang," ujar mantan Ketua Komisi Wasit PSSI itu kepada Medcom.id, Selasa 4 Desember. 

Jumadi menjadi sasaran tuduhan match fixing pada laga Bali United kontra Persija di Stadion Dipta, Gianyar. Lantaran menyudahi pertandingan tanpa memberitahukan dan memberikan tambahan waktu (additonal time).

Pun begitu dengan wasit Hadiyana pada laga BFC kontra PSM. Di mana ia menganulir gol yang dicetak BFC maupun PSM, yang membuat laga berakhir dengan skor kacamata, sehingga terkesan menguntungkan Persija.

Baca juga: Komdis PSSI Nilai Hukuman untuk Hidayat Tepat

Melihat kejadian itu, Ngadiman tetap percaya kedua wasit tersebut telah memberikan keputusan terbaiknya. Meski tak dipungkiri keputusan tersebut berbau kontroversial dan berbuntut adanya isu match fixing. 

"Ini yang kita ngeri. Saya yakin dari semenjak saya jadi wasit, sampai akhirnya tetap berkecimpung di wasit, saya kira tidak ada wasit yang berniat untuk merusak karier dan profesinya. Saya yakin mereka turun ke lapangan niatnya bagus, tidak ada wasit yang niatnya merusak karier dan profesinya lah," ujarnya.

"Yang jelas, kalau saya suatu kebanggaan jadi wasit. Saya harus berbuat baik dan memimpin dengan baik, supaya diberi kesempatan untuk memimpin pertandingan berikutnya. Jadi bagaimana kita menjaga kepercayaan itu supaya kita tetap dipercaya, kan gitu," pungkasnya.

Video: Menghitung Peluang Juara antara Persija vs PSM
 



(RIZ)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id