Gelandang sayap Arema FC, Ricky Kayame saat mengikuti sesi latihan. (Foto: Media Officer Arema FC)
Gelandang sayap Arema FC, Ricky Kayame saat mengikuti sesi latihan. (Foto: Media Officer Arema FC)

Sejarah Arema tak Bisa Lepas dari Papua

Bola arema malang liga 1 indonesia
Daviq Umar Al Faruq • 20 Agustus 2019 23:40

Arema tidak terpisahkan dari pesepak bola asal Papua. Bahkan, pendiri Arema punya peran penting dalam tradisi Papua.

Malang: Arema FC memiliki tradisi unik dalam menggaet pemain pada setiap musimnya. Tim berjuluk Singo Edan itu nyaris tidak pernah terpisahkan dari para pemain asal Papua.
 
Papua dikenal sebagai daerah pencetak banyak pemain sepak bola bertalenta. Alasan itu lah yang membuat pemain dari Bumi Cenderawasih ini hampir setiap tahun mengisi slot di Arema.
 
Untuk musim ini, Arema memiliki dua pemain asal Papua. Yakni gelandang sayap Ricky Kayame (tim senior) dan striker Zidane Aldrin Constant Pulanda (tim U-20).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengatakan, hubungan Arema dengan Papua tersebut memang sudah menjadi tradisi sejak dulu. Tak hanya di tim senior, namun juga berlaku di tim kelompok umur.
 
"Bahkan legenda Arema asal Papua juga masih terus komunikasi sampai saat ini. Seperti Mecky Tata," kata Sudarmaji kepada medcom.id, Selasa 20 Agustus 2019.
 
Seperti diketahui, Arema FC pernah memiliki striker bernama Mecky Tata pada era 1990-an. Pemain berdarah Papua itu dikenal dengan gol-gol nya yang ia cetak dengan tandukan kepalanya. Duetnya dengan striker Singgih Pitono kala itu di era Galatama sangat disegani di Indonesia.
 
Mecky bergabung dengan Arema setelah diajak oleh Wakil Gubernur Papua saat itu, Sugiyono. Ajakan tersebut berawal dari keinginan pendiri Arema, Acub Zaenal.
 
Tak berpikir panjang, Mecky langsung hengkang dari Persipura Jayapura dan bergabung denga Arema pada 1987.
 
Selama 14 tahun bersama Singo Edan, Mecky berhasil membawa Arema meraih Juara Galatama 1992 -- 1993 dan Runner Up Piala Galatama 1992.
 
Selain itu, ia juga mencatatkan namanya sebagai top skorer kompetisi era Galatama IX tahun 1988 -- 1989 dengan 18 gol.
 
"Hubungan Papua dengan Arema menurut sejarah justru sangat baik. Bahkan, beberapa pemain asal Papua kalau boleh diklaim mengawali debutnya sejak Arema berdiri tahun 1987," beber Sudarmaji.

Baca: 5 Insiden Berebut Penalti Pesepak Bola Eropa

Pendiri Arema Punya Peran Penting dalam Tradisi Papua

Sudarmaji menjelaskan, keberadaan pemain-pemain asal Papua di Arema tak bisa dilepaskan dari peran pendiri Arema yakni Brigjen (purn) Acub Zaenal dan Brigjen (purn) Sugiyono.
 
Acub Zaenal pernah menjabat sebagai Gubernur Papua pada 1973 -- 1975, sedangkan Sugiyono juga pernah menjabat Wakil Gubernur Papua pada 1983 -- 1987 dan Wali Kota Malang pada periode 1973 -- 1983.
 
"Di tahun 1973, Acub menggelar menggelar kejuaraan sepak bola antarkabupaten se-Papua yang memperebutkan Piala Acub Zaenal," katanya.
 
Setelah dilantik menjadi Gubernur Papua pada tahun 1973, ada sejumlah agenda pemerintahan yang dilakukan Acub pertama kali.
 
Pria yang pernah menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih periode 1970 -- 1973 itu merombak Kantor Gubernur Papua, memugar Stadion Mandala, dan membangun GOR Jayapura.
 
"Termasuk Acub Zaenal juga turut menata pengelolaan Persipura dengan mendatangkan pelatih asal Singapura dan tahun 1975 -- 1976 Mutiara Hitam menjadi juara. Persipura juara berturut-turut, empat kali juara Soeharto Cup dan mewakili Indonesia di Kings Cup di Bangkok," jelasnya.
 
Sebelum mendirikan Arema, Acub Zaenal yang juga salah satu pengurus teras PSSI periode tahun 80-an itu mendirikan klub sepak bola Perkesa 78 pada 1978. Klub dengan nama lengkap Persatuan Sepakbola Kebayoran dan Sekitarnya itu memiliki segudang pemain asal Papua.
 
Seperti Salim Alkatiri, Salim Permana, Saul Sibi, Fredrik Sibi, Tonny B, Alo T, Onny Mayor, Yulius Wolff, Bertus, Erren SP, Baco Ivac Dallon dan Jafeth Sibi sebagai kapten tim.
 
Tradisi pemain Papua itu kemudian dilanjutkan saat Acub mendirikan klub Arema. Sejak didirikan pada tahun 1987, Arema selalu menggaet putra terbaik Papua.
 
Mulai dari Mecky Tata, Dominggus Nowenik, Panus Korwa, Theodorus Bitbit, Elly Rumbiak, Yoseph Iyai, Charles IS Horik, Silas Ohee, Marthen Tao, Erol FX Iba, Alexander Pulalo, Ortizan Solossa, Elie Aiboy, Engelberd Sani, Israel Wamiai dan yang terbaru Ricky Kayame serta Zidane Aldrin Constant Pulanda.
 
"Dari perjalanan ini sejarah Arema hingga kini tidak lepas dari putra terbaik Papua karena memang ditanam dan dipupuk oleh para pendiri Arema," pungkas Sudarmaji.
 
Video: Juventus Terancam Tanpa Maurizio Sarri di Laga Perdana Liga Serie A
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif