Laksmi Indrayani (kanan). (Foto: medcom.id/Muhammad Al Hasan)
Laksmi Indrayani (kanan). (Foto: medcom.id/Muhammad Al Hasan)

Polemik Pengaturan Skor

Mendapat Teror, Pelapor Kasus Pengaturan Skor PSSI Bakal Lapor LPSK

Bola Pengaturan Skor Sepak Bola
Muhammad Al Hasan • 27 Februari 2019 18:37

Pelapor kasus pengaturan skor merasa tidak nyaman dengan ancaman yang datang kepadanya. Oleh karena itu, sang pelapor, Laksmi Indrayani akan mengadukan ancaman yang diterima kepada Lembaga Saksi dan Korban (LPSK).

Jakarta: Pelapor kasus pengaturan skor untuk tersangka Priyatno dan Anik, Laksmi Indrayani mengaku sering mendapat teror dan intimidasi atas laporannya. Kendati demikian, ia tidak menjelaskan darimana datangnya teror tersebut.
 
Oleh karena itu, dia bersama kuasa hukumnya akan mengadukan tindakan tersebut ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
 
"Pastinya banyak yang meneror saya dalam berbagai bentuk, ya mereka seperti mengintimidasi saya untuk mungkin tidak bersuara di sini atau mungkin mereka berharap saya mencabut kasus ini, " kata Laksmi di Polda Metro Jaya, Rabu 27 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Mungkin saya tidak bisa cerita di sini, tadi saya sudah mengadu kepada satgas intinya itu," lanjut dia.
 
"Saya tidak tahu itu dari pihak mana. Tapi, mungkin saja pastinya dari pihak-pihak yang tidak suka dengan dibukanya kasus mafia bola ini," kata dia.
 
Laksmi menjelaskan, bahwa teror itu ia rasakan usai ia memberikan keterangan di acara Mata Najwa. Intimidasi yang ia rasakan beragam salah satunya teror berupa pesan singkat.
 
"Mungkin saya tidak bisa menceritakan dalam bentuk apa karena saya menceritakan kepada Satgas saja dan saya juga cerita pada kuasa hukum saya, ada beberapa teror gitu," jelas Laksmi.

Baca: Presiden Harap Kemenangan Timnas U-22 Jadi Awal Kebangkitan

"Ibaratnya, tujuan yang meneror adalah untuk mengintimidasi saya yang akhirnya mendesak saya seakan saya adalah tersangkanya" imbuh dia.
 
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama kuasa hukum Laksmi, Boyamin Saiman mengatakan, bahwa ia dan kliennya akan melapor besok ke LPSK.
 
Ia pun menjelaskan sebagai whistleblower dalam kasus mafia bola belum ada kejelasan hukum bagi kliennya namun kepolisian mengapresiasi niat baik kliennya.
 
"Tadi kita sampaiakan ke Satgas tadi kita minta ijin untuk lapor LPSK, rencananya Jumat kita mau melapor," kata Boyamin.
 
"Kita sudah menyampaikan kepada satgas, bahwa komdis PSSI menyatakan Laksmi sebagai whistleblower yang menurut statua FIFA harus dilindungi, " imbuhnya.
 
Untuk diketahui, laporan Laksmi Indaryani teregistrasi dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 19 Desember 2018, tentang Dugaan Tindak Pidana Penipuan dan/atau Penggelapan dan/atau Tindak Pidana Suap dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU RI No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Terlapor dari laporan itu yakni Priyatno dan Anik.
 
Video: PPATK Telusuri Aliran Dana Joko Driyono
 

(ASM)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif