Undian cabor sepak bola terancam diulang setelah dua negara peserta, Palestina dan Uni Emirat Arab (UAE) tidak masuk daftar 24 peserta yang telah diundi awal Juli lalu di hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan.
Kedua negara tersebut tidak terdaftar saat pengundian karena terlambat melakukan entry by name. Keterlambatan itu disebabkan keduanya melakukan pendaftaran secara manual, sementara INASGOC menuntut melakukan semua proses pendaftaran dan verifikasi dengan online.
Baca: Undian Ulang Sepak bola Asian Games akan Digelar Besok
Namun, INASGOC bersedia melakukan pengundian ulang cabor sepak bola. Asalkan dengan format proposed partial redrawing (hanya mengundi dua negara tersebut dan tidak mengundi ulang keseluruhan).
"INASGOC masih punya pekerjaan rumah soal drawing UEA dan Palestina. Kita ingin yang di drawing dua saja, masuk ke grup mana yang ada. Supaya tidak mengganggu konsentrasi grup-grup yang sudah ada," kata Gatot saat ditemui di kantornya, Selasa (24/7/2018).
"Kalau harus diundi ulang, repot karena kan waktunya sudah pendek. Sikap pemerintah mendukung INASGOC hanya parsi drawing, hanya dua itu saja," sambung pria yang juga menjabat penanggung jawab keuangan INASGOC tersebut.
Timnas sepak bola Indonesia sendiri berada di Grup A dalam hasil pengundian lalu. Skuat Garuda Muda tergabung bersama Laos, Hong Kong, dan Taiwan.
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
Video: ?Sukses Lalu Muhammad Zohri di Mata PB PASI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ACF)