\ Ketika Timnas Indonesia Dibantai 10-0 AEK Yunani
Suasana AEK Yunani vs Indonesia. (Foto: Ist)
Suasana AEK Yunani vs Indonesia. (Foto: Ist)

Ketika Timnas Indonesia Dibantai 10-0 AEK Yunani

Bola timnas indonesia
Alfa Mandalika • 09 April 2018 19:17
Timnas Indonesia pernah sampai ke Negeri Yunani untuk uji tanding pada Maret 1993. Di sana, Robby Darwis dan kawan-kawan sempat dibantai AEK Yunani.
 
Cuaca dingin jadi derita di lapangan bagi Indonesia. Melakoni tiga pertandingan uji coba di Negeri Para Dewa, timnas Indonesia tak berkutik.
 
Tim yang dipersiapkan untuk Pra Piala Dunia dan SEA Games 1993 Singapura kesulitan mencetak gol melawan AEK Yunani. Baru pada pertandingan kedua dan ketiga, Indonesia mampu menciptakan gol.
  Kala itu, timnas diperkuat Rochy Putiray, Robby Darwis, hingga Rahmad Darmawan. Di uji coba pertama, melawan AEK yang notabene menjadi penguasa Liga Yunani saat itu, gawang Indonesia kebobolan 10-0!
 
Pada babak pertama, Indonesia sudah tertinggal enam gol. Memasuki interval kedua, Indonesia kebobolan empat gol.
 
Banyak yang mengerutkan dahi, mengapa Indonesia bisa kalah 10 gol tanpa balas. Apalagi, ada Ivan Toplak yang menjadi juru taktiknya.
 
Sebelum terbang ke Yunani, banyak nada sumbang yang mempertanyakan kebijakan Toplak. Pelatih asal Yugoslavia itu berdalih memiliki banyak kenalan di Yunani sehingga memudahkan Indonesia mencari lawan tanding.

Baca: Prediksi Ropan: Manchester City Juara, Liverpool dan Madrid Menangi Derby


Namun, ketika dibantai 10-0 oleh AEK, reaksi datang dari Sinyo Aliandoe, bekas pemain dan pelatih Indonesia.
 
“Ivan Toplak tidak tahu kemampuan timnya sendiri,” kata Sinyo seperti dikutip Tempo 27 Maret 1993.
 
“Sebenarnya, kalah itu tidak apa-apa, tapi kok sampai 10-0,” sambungnya.
 
Asisten pelatih timnas saat itu, Benny Dollo menilai skuat Indonesia kalah segalanya dari AEK Yunani. Tidak hanya cuaca dingin yang menjadi kendala, kualitas pemain juga menjadi penyebab kekalahan telak tersebut.
 
“Waktu itu, para pemain kalah semuanya. Kecepatan dan fisik para pemain kurang memadai. Selain itu, cuaca dingin sangat memengaruhi,” kata Bennny ketika dihubungi medcom.id, Senin 9 April 2018.
 
Setelah menghadapi AEK, Indonesia uji tanding dengan Panathinaikos junior. Hasilnya, Indonesia kalah 3-1. Lalu, pada laga terakhir melawan Panathinaikos senior (peringkat dua klasemen Liga Yunani saat itu), Indonesia nyaris bermain imbang. Mereka hanya kalah 3-2.
 
“Setelah kekalahan 10-0, kita lakukan evaluasi. Hasilnya, kita kalah tipis pada uji coba selanjutnya,” tegas pelatih yang akrab disapa Bendol.
 
Mental pemain Indonesia mulai terlihat lantaran sempat tertinggal 3-0 dari Panathinaikos senior. Robby Darwis dkk mencetak gol pada menit 65, melalui skema serangan balik yang berjalan apik.
Kerja sama antara Robby, Rochy Putiray dan Singgih Pitono membuahkan gol. Rochy yang mencatatkan namanya di papan skor. 15 menit berselang, Indonesia memperkecil kedudukan lewat kaki Singgih.
 
Sampai peluit panjang berakhir, pertandingan dalam cuaca 11 derajat itu dimenangkan Panathinaikos 3-2.
 
Medcom.id, mengajak Rochy mengingat pengalaman di Yunani itu. “Saya senang dengan cuaca dingin bisa bermain dengan baik dan menikmati pertandingan. Saat itu, bersama bang Robby (Darwis) cs, timnas masih kuat,” kata Rochy kepada medcom.id, Senin 9 April 2018.
 
“Ketika itu, masa uji coba semua pemain diberi kesempatan untuk bermain sekaligus untuk evaluasi diri,” sambung Rochy.
 
Selepas uji coba, Indonesia berlaga di SEA Games 1993 Singapura. Sayang, Indonesia kalah dalam perebutan medali perunggu dari Singapura.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
 
Video: Persib Taklukkan Mitra Kukar 2-0
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ASM)
LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif