Bintang PSG, Kylian Mbappe (kiri), dan Neymar (AFP/Damien Meyer)
Bintang PSG, Kylian Mbappe (kiri), dan Neymar (AFP/Damien Meyer)

Beda Sikap Presiden PSG terhadap Neymar dan Mbappe

Bola psg vs internazionale bursa transfer pemain
Muhammad Al Hasan • 18 Juni 2019 14:04

Al-Khelaifi siap melepas Neymar, namun ia memastikan Mbappe akan bertahan di PSG.


Paris: Perancis: Presiden klub Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khaelafi memiliki perlakuan berbeda kepada dua strikernya, Neymar Da Silva Junior dan Kyllian Mbappe. Khaelaifi seperti lebih memihak Mbappe daripada Neymar.
 
Termasuk dalam menyikapi rumor kepindahan kedua pemain bintang itu. Khaelaifi sangat peduli terhadap masa depan Mbappe di PSG, namun tidak demikian kepada Neymar.
 
Beberapa bulan terakhir Mbappe diisukan bakal hengkang dari Le Parisien. Ia diisukan didekati Real Madrid, hingga Liverpool.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Namun Khaelaifi menepis semua isu itu. Ia memastikan Mbappe masih bersama PSG hingga musim depan.
 
"Dia ingin lebih terlibat dalam proyek kami untuk tumbuh bersama tim, klub. Tetapi saya menjelaskan kepadanya bahwa tanggung jawab itu, tidak meminta. Kita harus mendapatkannya, kadang-kadang bahkan menghilangkannya. Kita tidak menunggu, kami memprovokasi. Karena dia sangat cerdas, saya yakin dia mengerti," kata Khaelaifi dilansir BBC.


Baca juga: PSG Siap Lepas Neymar?


"Akankah dia masih di PSG tahun depan? Saya tidak 100% yakin tetapi 200%! Saya tidak akan melepaskan pemain "gila" ini, " lanjut dia.
 
Bersama PSG, ia telah mencetak 39 gol dari 43 penampilan musim lalu di semua ajang.
 
Sementara untuk Neymar, Khaelaifi nampaknya sudah jenuh dengan pemain asal Brazil itu. Padahal kontrak Neymar masih tersisa sampai tahun 2022.
 
Jika dirunut kebelakang, PSG mengontrak Neymar dengan nilai transfer 200 juta pounds dan menjadikannya pemain termahal.
 
Sikap Khaelaifi ini nampaknya muncul dari penilain kepada Neymar selama ini. Ia menilai Neymar pemain manja, sok bintang dan banyak tingkah. Oleh karenanya ia seprti mengisyaratkan acuh tak acuh kepada pemain berusia 27 tahun itu.


Baca juga: Alasan Buffon Menolak Bertahan di PSG


"Saya ingin pemain yang bangga mengenakan jersey kami, bukan pemain yang melakukan pekerjaan saat itu cocok untuk mereka. Mereka tidak di sini untuk menyenangkan. Dan jika mereka tidak setuju, pintunya terbuka. Ciao. Saya tidak ingin melihat bintang lagi," kata Khaelaifi kepada France Football.
 
"Saya ingin para pemain bersedia memberikan segalanya untuk membela kehormatan jersey dan untuk bergabung dengan proyek klub. Mereka yang tidak ingin, atau tidak mengerti, kami saling bertemu dan kami berbicara satu sama lain. Tentu saja ada kontrak untuk dihormati tetapi prioritas sekarang adalah total keanggotaan proyek kami," tegasnya.
 
"Tidak ada yang memaksanya (Neymar) untuk menandatangani di sini. Tidak ada yang mendorongnya. Ia datang dengan sengaja untuk bergabung dengan sebuah proyek," pungkas Khaelaifi.
 
Jika flashback beberapa waktu ke belakang Neymar memang banyak membuat ulah. Diantaranya pada bulan Mei, Neymar terpaksa dikenai sanksi dari otoritas sepakbola Prancis berupa larangan bermain ditiga pertandingan. Sanksi didapati Neymar setelah ia mengecam penggemar menyusul kekalahan oleh Rennes di final Piala Prancis. Dia juga dilaporkan terlibat dalam insiden ruang ganti dengan rekan satu timnya setelah kalah dari Montpellier.
 
Meski demikian secara prestasi Neymar tidak kalah baik dari Mbappe. Musim lalu dia menyumbang 23 gol dari 28 penampilan di semua ajang.
 
Video: Liverpool Ingin Tukar Mohamed Salah dengan Nicolas Pepe
 

 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif