Mark Challinor (kiri). (Foto: Liverpool Echo)
Mark Challinor (kiri). (Foto: Liverpool Echo)

Kisah Fan Liverpool yang Kecopetan di Final Liga Champions

Bola liga champions soccertainment liverpool
Kautsar Halim • 04 Juni 2019 00:02
Mark Challinor gagal menyaksikan langsung tim kesayangannya meskipun sudah tiba di Stadion Wanda Metropolitano. Itu terjadi karena dia menjadi korban pencopetan di kereta bawah tanah Spanyol.
 
Madrid:
Kesuksesan Liverpool menjuarai Liga Champions tidak sepenuhnya berbuah keceriaan bagi para penggemarnya. Hal itu dirasakan oleh Mark Challinor yang datang langsung ke Madrid.
 
Seperti dilansir liverpoolecho.co.uk, Challinor yang berusia 57 tahun kecopetan di kereta bawah tanah Spanyol. Dan, di dalam dompetnya itu terdapat tiket masuk ke Stadion Wanda Metropolitano.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Challinor yang berprofesi sebagai konsultan bisnis sempat bertemu perwakilan Anfield yang berada di sekitar stasiun. Dia diarahkan menuju kantor tiket sambil menerobos garis polisi.

Klik:Gagal Menang Tiga Laga, Persebaya Pecat Pelatih Fisik


Sesampainya di sana, Challinor tetap tidak menemukan solusi. Dia malah dianjurkan menuju kantor polisi dan bertemu belasan fan Liverpool serta Tottenham Hotspur yang bernasib sama.
 
Challinor sudah memberi keterangan tentang ciri-ciri pelaku pencopetan. Pihak kepolisian pun menganggukkan kepala dan mengaku kenal dengan pelakunya. Tapi, bukan berarti dia bisa masuk stadion.
 
Jelang kick-off babak pertama dimulai, Challinor mampir ke sebuah pub untuk menyaksikan pertandingan lewat televisi. Saat jeda turun minum, dia kembali lagi ke kantor polisi tapi pelaku pencopetan itu belum ditemukan.
 
Terlalu lama mengejar asa di kantor polisi, Challinor pun ketinggalan menyaksikan babak kedua. Pertandingan telah berakhir dan Liverpool berhak menyegel gelar Liga Champions yang keenam.
 
"Kenapa UEFA tidak bergabung dengan dunia modern yang tiket masuknya menggunakan kode atau di-scan menggunakan telepon genggam," kata Challinor menceritakan nasib nahasnya.
 
"Setelah pertandingan, saya hanya bisa berkumpul sambil minum bir di taman. Setelah itu, saya kembali ke London via Casablanca di Maroko," tambahnya.
 
"Menyenangkan bisa berada di Madrid, tapi saya sangat kecewa tidak bisa masuk stadion. Meski begitu, percuma juga untuk ditangisi," Challinor mencoba kalem.
 

 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif