Maskapai Singapura Mulai Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Ilustrasi maskapai. Foto: Singapore Airlines.


Jakarta: Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), Singapore Airlines (SIA), dan GenZero, sebuah platform investasi yang sepenuhnya dimiliki oleh Temasek melakukan pengiriman campuran Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF) ke Bandara Changi melalui sistem bahan bakar hidran bandara pada Kamis, 7 Juli 2022.

SAF adalah istilah untuk bahan bakar campuran yang menggunakan bahan baku berkelanjutan. SAF kadang diganti dengan istilah bio-jet, bio-minyak tanah, jet alternatif, dan bahan bakar jet non-konvensional. Bahan bakar ini merupakan campuran biomassa atau karbon daur ulang dengan bahan bakar jet.
 

baca juga: Industri Pelayaran Singapura Diprediksi Kembali Normal di 2023

Hal ini merupakan pertama kalinya SAF campuran diisi ke penerbangan SIA dan Scoot yang akan berangkat dari Changi Airport sebagai bagian dari proyek percontohan di Singapura. Pada proyek percontohan ini, sebanyak 1.000 ton SAF murni akan disediakan oleh Neste dan dicampur dengan bahan bakar jet yang disempurnakan di fasilitas ExxonMobil di Singapura. Hal ini diharapkan dapat menurunkan emisi karbon dioksida sebesar 2.500 ton.

Proyek percontohan di Singapura yang diumumkan pada November 2021 ini bertujuan mempercepat penggunaan SAF di Singapura. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari studi yang dilakukan Pemerintah Singapura dan para pelaku industri tentang kelayakan operasional dan komersial penggunaan SAF di Bandara Changi.

Proyek percontohan ini akan menggabungkan campuran SAF murni di fasilitas lokal, sertifikasi SAF campuran, dan pengiriman ke Bandara Changi untuk memvalidasi opsi integrasi SAF secara operasional di Singapura.

Director-General CAAS Han Kok Juan  mengatakan ada konsensus di antara pemerintah dan para pemimpin industri di seluruh dunia bahwa dekarbonisasi sektor penerbangan akan membutuhkan penggunaan SAF dengan skala besar.

"Keberhasilan pengisian SAF campuran yang pertama adalah tonggak penting dalam perjalanan Singapura menuju penerbangan yang berkelanjutan. Ini menunjukkan Bandara Changi Singapura sudah siap akan penggunaan SAF," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Juli 2022.



Senior Vice President Corporate Planning Singapore Airlines Lee Wen Fen mengatakan pengiriman ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan dekarbonisasi Grup perusahaan SIA.

"Bahan bakar penerbangan berkelanjutan adalah kunci utama dari dekarbonisasi, dan proyek percontohan ini menegaskan komitmen kami mencapai nol emisi karbon pada 2050. Bekerja sama dengan para mitra SIA, kami akan terus mendukung penggunaan SAF di Singapura," jelas dia.

Chief Executive Officer GenZero Frederick Teo mengatakan senang melihat bahan bakar penerbangan berkelanjutan digunakan pada penerbangan SIA dan Scoot yang berangkat dari Bandara Changi.

Chairman and Managing Director ExxonMobil Asia Pacific Pte. Ltd., Geraldine Chin mengaku bangga dapat menyediakan SAF yang tersertifikasi kepada Singapore Airlines dalam uji coba perdana ini. ExxonMobil memanfaatkan keahliannya dalam manufaktur bahan bakar dan logistik untuk membantu pelanggan seperti SIA mencapai target nol emisi karbon mereka.

"Kami fokus untuk mengembangkan bisnis bahan bakar rendah emisi dengan memanfaatkan teknologi dan infrastruktur, serta melanjutkan penelitian mengenai biofuel yang dapat memberikan solusi jangka panjang lebih baik," jelas dia.

Vice President Renewable Aviation for the Asia-Pacific Region Neste Sami Jauhiainen mengatakan sangat senang melihat Singapore Airlines mengisi Bahan Bakar Berkelanjutan dari Neste MY dalam operasional penerbangan mereka.

Kolaborasi dengan ExxonMobil, Singapore Airlines, Temasek, dan CAAS membuktikan potensi SAF mengurangi emisi penerbangan dan membantu mempercepat penggunaannya di Singapura dan global.

Neste berkomitmen menjalankan perannya ketika kami memulai produksi SAF di Singapura pada kuartal pertama 2023 dengan kapasitas produksi sebanyak satu juta ton per tahun.

Editor : Arif Wicaksono

Advertising