Sekamar dengan Gubernur
Ilustrasi: MTVN/Mohammad Rizal
Jakarta: Di sebelah sana, itu ada tulisannya,” kata seorang pegawai kepada medcom.id sembari menunjuk kantor Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), di lantai 16 Blok G, kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa 28 November 2017.
 
Ruangannya berada di sebelah kiri lift. Di sini TGUPP berbagi kamar dengan dua biro pemerintahan lain, yakni Pusat Pelayanan Statistika dan Biro Adminsitrasi Keuangan dan Aset Setdaprov.
 
Memasuki ruang TGUPP, suasananya sunyi dan tenang. Bahkan, salam pun tak mendapat jawaban. Tidak banyak sekat dalam ruangan ini, pun dengan perabotannya. Hanya tampak kursi hitam dan meja kerja berjajar di pinggir tanpa penghuni.
 


Ruang TGUPP di lantai 16 Blok G, kompleks Balai Kota DKI Jakarta. MTVN/Lis
 

Tak lama berselang, Ketua TGUPP Muhammad Yusuf tiba. Kami pun mulai berbincang santai. “Saat ini TGUPP ada 15 orang, tapi anggota lainnya sedang keluar,” ujar Yusuf menjelaskan sepinya ruangan TGUPP kala itu.
 
Sebagai ketua tim, Yusuf memiliki ruangan tersendiri di sudut kanan. Di dekat ruangannya, di bagian kiri pintu masuk, tampak ruang rapat dan ruang makan.
 
Namun, TGUPP tak lama lagi akan hengkang dari ruangan ini. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan memindahkan ruang kerja TGUPP ke ruangannya.
 
Pemindahan itu terpaksa dilakukan, seiring dengan terbitnya peraturan gubernur yang baru tentang TGUPP, Pergub Nomor 187 tahun 2017. Dalam aturan baru ini, jumlah anggota TGUPP bertambah hingga 73 orang. Dengan jumlah tersebut, ruang kerja yang ada saat ini dirasa tak memadai.
 
Saat dimintai pendapat soal keputusan tersebut, Yusuf mengaku kurang paham. “Belum, sampai sekarang belum tahu (detailnya),” ujar pria yang telah tiga tahun menjabat Ketua TGUPP ini.
 

 
Satu ruangan
 
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan TGUPP akan ditempatkan satu ruangan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
 
Jadi, gubernur, wakil gubernur, dan TGUPP bekerja dalam satu ruangan besar seperti aula. Harapannya, proses kerja menjadi lebih cepat, dan permasalahan yang ditangani bisa terurai dengan singkat.
 
Lokasi ruangan itu diperkirakan di ruang kerja wakil gubernur. Pasalnya, ruangan tersebut luas dan dinilai memadai untuk jumlah pekerja sebanyak TGUPP.


 
Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah. MTVN/Lis


Wakil Gubernur Sandiaga Uno membenarkan. Saat kami temui, dia mengatakan bahwa ruangannya sedang direnovasi, agar tim gubernur bisa satu ruangan dengannya.
 
 “Kamar wakil gubernur dulu itu akan di-remodel seperti co-working space. Akan ada yang duduk di situ; saya, Pak Gubernur (Anies Baswedan), dan seluruh anggota tim,” ungkapnya di Balai Kota.
 
Sayangnya, kami tidak bisa mengintip ruang tersebut. Aksesnya masih tertutup untuk umum.
 
Namun, sebagai gambaran, ruangan wakil gubernur yang dimaksud Sandi adalah ruangan besar di lantai 2 gedung utama Balai Kota. Ruangan itu adalah bekas ruangan Fauzi Bowo ketika masih menjadi Wagub DKI bersama Gubernur saat itu, Sutiyoso. Saat Fauzi Bowo menjadi gubernur, Fauzi tetap memakai ruangannya dan enggan berpindah ke ruangan gubernur.
 
Pada era selanjutnya, ruangan itu ditempati oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjabat sebagai wakil gubernur di tahun 2012. Saat Ahok diangkat sebagai gubernur, ruangan itu ditempati mantan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.
 
Ruangannya sangat luas, berukuran 10x8 meter persegi. Kala itu, nuansa yang dihadirkan minimalis, bercat putih, dan memiliki empat jendela besar. Ruang itu juga dilengkapi kamar tidur dan kamar mandi.
 
Sekali lagi Sandi memastikan, ruangan tersebut cukup bagi dirinya, Anies, dan 73 anggota TGUPP. “Kemarin lagi digambar, sekitar 45 (orang) cukup di satu tempat (merujuk bagian tengah ruangan), terus tempat berikutnya yang menempel (sepanjang dinding ruangan) 30-an,” bebernya.
 



(COK)