Tangkapan layar sebuah diskusi yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia, Rabu 11 November 2020
Tangkapan layar sebuah diskusi yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia, Rabu 11 November 2020

Kesaksian Jemaah Umrah di Masa Pandemi

Medcom Files
M Rodhi Aulia • 11 November 2020 17:29
SELASA 20 Oktober 2020, Nana Sujana Gaido mendapatkan informasi bahwa dirinya bisa berangkat ke Arab Saudi untuk melakukan ibadah umrah. Nana diberi tahu bahwa dirinya akan berangkat pada Minggu 1 November.
 
Sebelumnya, Nana mengaku sudah melaksanakan umrah beberapa kali. Namun di masa pandemi covid-19 ini, terdapat beberapa persyaratan baru.
 
“Dilakukan swab atau PCR sebagai salah satu syarat naik ke pesawat. Setelah swab, kita tidak diperbolehkan ketemu dengan keluarga atau siapapun yang mengantar,” kata Nana dalam sebuah diskusi yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia, Rabu 11 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Kesaksian Jemaah Umrah di Masa Pandemi
Menurut Nana, calon jemaah umrah harus clean and clear sesuai dengan permintaan pihak Arab Saudi. Sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu 1 November, Nana dan calon jemaah lain sudah berada di dalam pesawat untuk lepas landas ke Arab Saudi.
 
Sesampainya di Jeddah, Arab Saudi, para calon jemaah umrah diminta turun dari pesawat sesuai dengan protokol kesehatan. Mereka diminta jaga jarak sekitar 1 meter.
 
Mereka diarahkan ke pos Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Di pos itu setiap calon jemaah diminta menunjukkan bukti tes PCR (polymerase chain reaction).
 
“Di sana kita harus mengisi disclaimer. Kita tanda tangan. Ternyata isian di disclaimer ini, kita harus patuh dan tunduk kepada peraturan kesehatan yang ada di Saudi Arabia,” ungkap Nana.
 
Para calon jemaah tidak lantas diizinkan langsung memulai ibadah. Mereka dikarantina selama dua hari dan diminta melakukan tes PCR/swab kembali.
 
Jika hasilnya negatif, maka calon jemaah diperbolehkan mulai melaksanakan ibadah umrah. Yakni, tawaf, sai dan tahalul.
 
“Kita didampingi siapa saja? Salah satunya dari Kementerian Haji Saudi, kedua, dari tim kesehatan Saudi sama muthawwif yang bertugas di sana untuk mengantarkan kita ke Masjidil Haram,” beber Nana.
 
Nana menambahkan dalam umrah di masa pandemi ini, jemaah tidak bebas keluar-masuk masjid. Jemaah juga tidak boleh mendekat ke kakbah dan tidak boleh menyentuh atau mencium Hajar Aswad.
 
Nana menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan umrah di masa pandemi. Nana mengimbau agar calon jemaah umrah menyiapkan mental dan kesehatan jasmani.
 
“Ketika di sana sangat berbeda dengan umrah (di masa) normal,” pungkas dia.
 
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim mengatakan sejauh ini pelaksanaan ibadah umrah berlangsung lancar. Kendati terdapat beberapa calon jemaah umrah yang terkonfirmasi positif covid-19 di Arab Saudi.
 
Arfi meminta calon jemaah mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari sebelum berangkat, selama di perjalanan, setibanya di Saudi hingga kepulangan ke Tanah Air.
 
“Bahwa melaksanakan perjalanan ke luar negeri, sebetulnya sama saja dengan melaksanakan ibadah umrah. Selama disiplin, insyaallah tidak masalah. Jangan melanggar sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan,” tegas Arfi.
 

Kesaksian Jemaah Umrah di Masa Pandemi
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif