Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Beredar Foto FPI Bagi-bagi Uang ke Demonstran Usai Apel Ganyang PKI? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 08 Juli 2020 08:26
Beredar sebuah foto memperlihatkan petinggi FPI Munarman sedang membagi-bagikan uang kepada sejumlah demonstran. Foto ini beredar di media sosial.
 
Adalah akun facebook Bahsurip Surip yang turut membagikan foto tersebut, Senin 6 Juli 2020. Akun ini mengaitkan foto tersebut dengan apel 'Ganyang PKI'.
 
"habis apel ganyang PKI ga perduli kovid2an yang penting dapur ngebul," tulis akun Bahsurip Surip.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 942 emotikon, 79 komentar dan 61 kali dibagikan. [Cek Fakta] Beredar Foto FPI Bagi-bagi Uang ke Demonstran Usai Apel Ganyang PKI? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa foto itu memperlihatkan petinggi FPI Munarman sedang membagi-bagikan uang kepada sejumlah demonstran terkait apel 'Ganyang PKI', adalah salah. Faktanya, foto itu diabadikan jauh sebelum apel 'Ganyang PKI'.
 
Dilansir Detik.com, foto itu diabadikan pada Sabtu 5 November 2016 atau satu hari setelah aksi 4 November 2016. Munarman mengaku mendapat laporan bahwa sejumlah peserta aksi tidak memiliki ongkos untuk kembali ke rumah masing-masing.
 
Sebagai koordinator lapangan aksi saat itu, Munarman merasa bertanggung jawab. Ia menelusuri sejumlah tempat mencari massa demo yang ketinggalan rombongan untuk kembali ke wilayah asal.
 
"Mereka itu kehabisan ongkos, terus ketinggalan sama rombongannya. Terus salah kalau saya bantu? Salah kalau mereka dikasih makan? Saya tentu merasa tanggung jawab dong," kata Munarman seperti dilansir Detik.com, Kamis 17 November 2016.
 

[Cek Fakta] Beredar Foto FPI Bagi-bagi Uang ke Demonstran Usai Apel Ganyang PKI? Ini Faktanya
 

Sementara itu, apel 'Ganyang PKI' digelar pada Minggu 5 Juli 2020 di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Apel itu dihadiri sejumlah organisasi masyarakat (Ormas).
 
Dilansir Medcom.id, ormas yang hadir di antaranya FPI, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Mereka menuntut keadilan hukum atas pihak yang berusaha mengubah dasar negara melalui Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
 
Berikut artikel selengkapnya:
 
Massa Aksi Ganyang Komunis Tuntut Keadilan
 
Jakarta: Sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Nasional Antikomunis menggelar apel siaga ganyang komunis. Kegiatan tersebut sebagai respons adanya pihak yang dianggap ingin mengubah Pancasila.
 
Pantauan Medcom.id, ormas yang hadir antara lain Front Pembela Indonesia (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), hingga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Mayoritas peserta menaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker. Namun beberapa peserta ada yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.
 
Ketua Umum FPI Sobri Lubis mengatakan Presiden Soekarno telah menyepakati Pancasila sebagai landasan dasar Indonesia. Namun terdapat oknum yang ingin mengubah Pancasila menjadi trisala dan ekasila.
 
"Kita wajib satukan tekad kita tidak mundur, para ulama dan pecinta Pancasila, kita siap melawan para zionis," ujar Sobri dalam orasinya di Lapangan Ahmad Yani, Kebayaron Lama, Jakarta Selatan, Minggu, 5 Juli 2020.
 
Sobri menginginkan adanya keadilan hukum atas pihak yang berusaha mengubah dasar negara melalui Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Tindakan tersebut dinilai termasuk makar seperti yang telah diatur dalam KUHP.
 
"Jangan sampai pelindung bangsa nantinya, rakyat akan mengambil langkah sendiri karena tidak percaya dengan penegak hukum," tuturnya.
 
Baca: Pemerintah Tak Mau Gegabah Sikapi RUU HIP
 
Sementara itu, Koordinator acara Apel Siaga Ganyang Komunis, Maman Suryadi, mengeklaim ada sekitar 5 ribu peserta yang mengikuti acara apel siaga ini. Acara diawali dengan upacara, kemudian gelar pasukan, pembacaan teks Pancasila, pembacaan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari inspektur upacara.
 
"Yang akan hadir dari berbagai ormas-ormas kemasyarakatan, insyaallah estimasi apel siaga kurang lebih 5 ribu personel, bahkan lebih," kata Maman.

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa foto itu memperlihatkan petinggi FPI Munarman sedang membagi-bagikan uang kepada sejumlah demonstran terkait apel 'Ganyang PKI', adalah salah. Faktanya, foto itu diabadikan jauh sebelum apel 'Ganyang PKI'
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 

Referensi:
https://news.detik.com/berita/d-3347967/foto-bagi-bagi-uang-ke-pendemo-viral-di-medsos-ini-kata-munarman
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/0kp0BR5k-massa-aksi-ganyang-komunis-tuntut-keadilan
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id
 

 

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif