Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Jokowi Tak Berani Datang ke Markas PBB karena Ancaman Sniper? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 25 September 2020 15:52
Beredar narasi yang menyebutkan Presiden Joko Widodo urung datang ke markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk berpidato dalam sidang tahunan karena ancaman sniper. Dari itu, pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan PBB tahun ini disampaikan secara virtual dari Istana Negara.
 
Akun Facebook atas nama Hendra Madani membagikan narasi ini pada 24 September 2020. Dalam unggahannya ia memberikan narasi sebagai berikut.

"Jokowi Takut datang kesidang PBB karena pasukan sniper sdh menunggu. Terpaksa pesawat cebong balik kanan. Pidato dilakukan diistana pun belepotan malah menasehati negara lain. Petikan pidatonya " Ijinkan saya untuk memberi nasehat yang mulia. "PBB Harus Berbenah diri".. !!!
?????????????? Aduh Hancur Nur !! Sudah banyak rakyat indonesia banyak bunuh diri gara² Jokowi ???????? urus negara sediri saja ngutang konon mau membenahi negara lain. Mati kita Min !! # sinetronpinokio"


Unggahan ini mendapatkan respon dari 22 warganet. Serta 20 kali dibagikan ulang.
 

[Cek Fakta] Jokowi Tak Berani Datang ke Markas PBB karena Ancaman Sniper? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim Jokowi tidak berani datang ke markas PBB karena ancaman sniper adalah salah. Faktanya, sidang tahunan PBB tahun untuk pertama kali sejak 75 tahun berdiri digelar secara virtual karena pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia. Dilansir dari Liputa6.com, pemimpin negara dunia tidak hadir secara fisik dalam Sidang Majelis Umum PBB akibat pandemi COVID-19. Kepala negara sepertiPresiden Amerika Serikat Donald Trump hingga Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidatonya secara virtual.
 
Sidang Tahunan PBB biasa digelar diManhattan's East Side, Kota New York pada minggu ketiga bulan September. Selama beberapa minggu terakhir, para pemimpin dunia memperdebatkan apakah akan bepergian atau hanya mengirim video.
 
Sementara Sekretaris Jenderal PBB, presiden Majelis Umum, perwakilan badan PBB dan perwakilan negara yang berbasis di New York akan hadir di lokasi untuk acara tersebut, tidak ada kepala negara atau pemerintahan yang diharapkan untuk tampil secara langsung.
 
[Cek Fakta] Jokowi Tak Berani Datang ke Markas PBB karena Ancaman Sniper? Ini Faktanya
 
Dilansir dari Medcom.id, Presiden Joko Widodo mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk berbenah diri. Jokowi memberikan dua pemikiran pada pelaksanaan Sidang Majelis Umum ke-75 PBB.
 
Pada pidato yang diberikan secara virtual itu pada 22 September 2020 waktu New York atau Rabu 23 September 2020 waktu Indonesia, presiden memaparkan pemikiran Indonesia untuk perubahan di tubuh PBB.
 
“Melihat situasi dunia saat ini, izinkan saya menyampaikan beberapa pemikiran. Yang pertama, PBB harus senantiasa berbenah diri, melakukan reformasi, revitalisasi dan efisiensi,” ujar Presiden Jokowi.
 
Indonesia melihat bahwa PBB harus dapat membuktikan bahwa multilateralism delivers, termasuk pada saat terjadinya krisis. Utamanya, PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global.
 
Jokowi menambahkan, semua pihak harus memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat PBB, agar PBB tetap relevan dan semakin kontributif, sejalan dengan tantangan zaman.
 
“PBB bukanlah sekedar sebuah gedung di kota New York, tapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus,” tegas Presiden.
 
[Cek Fakta] Jokowi Tak Berani Datang ke Markas PBB karena Ancaman Sniper? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim Jokowi tidak berani datang ke markas PBB karena ancaman sniper adalah salah. Faktanya, saidang tahunan PBB tahun untuk pertama kali sejak 75 tahun berdiri digelar secara virtual karena pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia.
 
Informasi ini jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
[Cek Fakta] Jokowi Tak Berani Datang ke Markas PBB karena Ancaman Sniper? Ini Faktanya
Referensi:
1.https://www.liputan6.com/global/read/4360618/sidang-majelis-umum-pbb-2020-digelar-virtual-akibat-pandemi-covid-19
2.https://www.medcom.id/internasional/asean/4KZRD4wK-usulkan-pbb-berbenah-jokowi-sampaikan-tiga-pemikiran
3.https://archive.vn/3Io0O
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif