Head of Corporate Communications Google Indonesia, Jason Tedjasukmana dalam program kelima Google for Indonesia 2020 secara virtual, Rabu 18 Oktober 2020
Head of Corporate Communications Google Indonesia, Jason Tedjasukmana dalam program kelima Google for Indonesia 2020 secara virtual, Rabu 18 Oktober 2020

Peran Google Indonesia di Tengah Banjirnya Hoaks dan Pandemi

Medcom Files
M Rodhi Aulia • 18 November 2020 16:37
Jakarta: Google Indonesia turut menyoroti informasi hoaks yang marak beredar. Google berkomitmen ikut memerangi kabar bohong tersebut.
 
"Hari ini saya ingin menunjukkan perjalanan kita dalam dua fokus utama. Pertama yaitu melawan misinformasi dan mendukung media di tengah perubahan ekonomi," kata Head of Corporate Communications Google Indonesia, Jason Tedjasukmana secara virtual dalam program kelima Google for Indonesia 2020, Rabu 18 Oktober 2020.
 
Jason menyadari tantangan saat ini di bidang pemberitaan terkait misinformasi dan disinformasi atau hoaks. Pihaknya, kata Jason, sangat serius memikirkan jalan keluarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Sejumlah upaya sudah mulai dilakukan Google sejak 2017. Pada saat itu, Google meluncurkan Google News Iniative (GNI) Indonesia Training Network. Google bermitra dengan Internews dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Kesamaan misi membuat kemitraan menjadi kuat. Mereka melatih sejumlah wartawan, mahasiswa dan blogger untuk melawan berita bohong.
 
"Sejak saat itu kami sudah melatih hampir 11 ribu orang di 51 kota. Skill ini terbukti sangat penting untuk menyajikan informasi berkualitas bagi para pemilih dalam Pilkada dan Pemilu, dua tahun terakhir," ungkap Jason.
 
Karena itu, pada 2018, Google mendukung peluncuran CekFakta. Sebuah komunitas yang beranggotakan 24 media arus utama di Indonesia dan Mafindo (masyarakat anti fitnah Indonesia) untuk melakukan pengecekan informasi.
 
Jason menilai komunitas CekFakta merupakan program yang luar biasa. Pasalnya sejumlah media tersebut bersatu memerangi hoaks secara bersama-sama. Antara lain saat debat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.
 

Masa Pandemi
Di samping perang terhadap hoaks, Google menyadari masa pandemi menjadi masa yang sulit, termasuk untuk industri media. Google tidak ragu ikut meringankan beban yang dihadapi industri media di seluruh dunia.
 
"Kami juga membuat bantuan dana untuk mendukung 186 media agar pekerjaan utama mereka dapat terus berjalan dan untuk beberapa media, kami mengurangi biaya bisnis mereka di platform AdManager," ungkap Jason.
 
Jason menambahkan, pihaknya menjalankan program bulanan berupa diskusi dengan sejumlah media. Sejauh ini sekitar 15 media telah berbagi pengalaman inspiratif bersama Google.
 
"Pertama ada kisah dari Farianda Putra Sinik tentang bagaimana Medan Pos sukses menyelesaikan transisi dari offline ke online. Kania Sutisnawinata dari Medcom.id, juga berbicara tentang bagaimana program design accelerator kami membantu mempermudah proses pengumpulan berita," ujar jason.
 
Pula Jason menyebut KapanLagi Youniverse. Kata dia, KapanLagi merasa terbantu dengan Google News dalam memperbaiki keputusan bisnis dan menjangkau audience baru. Jason juga menyebut pengalaman Tempo Media terkait peluang dari model bisnis langganan.
 
"Kami sungguh kagum dengan ketangguhan industri berita. Media berperan vital dalam masyarakat. Google berkomitmen untuk bekerja dengan lebih banyak media untuk memperkuat pilar demokrasi ini agar kita bisa bangkit dan maju bersama," tegas Jason.
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif