NEWSTICKER
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Wabah Korona, Warga Tiongkok Berbondong-bondong ke Masjid, di Indonesia Rakyat Dilarang ke Masjid? Hoaks

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 20 Maret 2020 16:23
Akun Facebook U Ali Hafid ramai dibahas di jagat maya. Pemilik akun mengunggah informasi yang membandingkan kondisi aktivitas ibadah salat jumat di Indonesia dengan Tiongkok pada saat ancaman wabah virus Korona baru (covid-19).
 
Berikut narasi akun U Ali Hafid yang diunggah pada Kamis, 19 Maret 2020:
 
DI WUHAN CINA KETIKA TERJADI VIRUS CORONA RAKYAT BERBONDONG2 KE MESJID, DI INDON RAKYAT DILARANG KE MESJID,

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Wabah Korona, Warga Tiongkok Berbondong-bondong ke Masjid, di Indonesia Rakyat Dilarang ke Masjid? Hoaks
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa dalam situasi wabah covid-19, warga Tiongkok berbondong-bondong ke masjid, sedangkan warga Indonesia dilarang ke masjid, adalah salah.
 
Disitat dari turnbackhoax.id, terdapat artikel daring berjudul “DUH! Mahasiswa Indonesia di Wuhan Tak Bisa Lagi Sholat Jumat Berjamaah” yang dimuat pada 1 Februari 2020. Dalam artikel tersebut Mahasiswa Indonesia asal Sabang Aceh Teuku Agusti Ramadhan yang kuliah di Wuhan, Tiongkok, mengatakan bahwa pada hari Jumat, 31 Januari 2020, ia dan rekannya tidak dapat salat Jumat seperti biasa. Seluruh Mesjid di sekitar kota sudah ditutup terkait wabah Korona.
 
Masjid sudah ditutup. Jadi kami tidak ada yang keluar ruangan untuk salat, Sebenarnya masjid tidak jauh hanya 20 hingga 30 menit naik taksi” jawabnya.
 
Agus yang kala itu sendiri berada di salah satu asrama Kampus Universitas Zhongnan menjelaskan merasa beruntung dengan kemudahan adanya makanan yang didapat dari kantin sekitar kampus yang dapat dipesan dan diantarkan. Ketua Cakradonya Himpunan Mahasiswa Aceh di Wuhan itu juga menyatakan bahwa 12 mahasiswa asal Aceh termasuk dirinya hanya bertahan di ruangan masing – masing dan berkomunikasi melalui media sosial (medsos). Tidak hanya di Wuhan, di Beijing, Masjid Nanxiapo juga meniadakan Salat Jumat saat dilanda virus Korona.
 

[Cek Fakta] Wabah Korona, Warga Tiongkok Berbondong-bondong ke Masjid, di Indonesia Rakyat Dilarang ke Masjid? Hoaks
 

Sementara itu, klaim bahwa warga Tiongkok berbondong-bondong ke masjid pada saat covid-19 mewabah juga klaim yang salah. Medcom.id, sudah pernah memeriksa klaim tersebut melalui artikel berjudul "[Cek Fakta] Video Warga Tiongkok Non Muslim Ikut Salat karena Takut Virus Korona Ternyata Hoaks, Ini Faktanya" dimuat pada 10 Februari 2020. Informasi itu berawal dari sebuah video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah warga Tiongkok non muslim yang berlarian mengikuti salat karena takut terinfeksi virus korona.
 
Padagal faktanya, video tersebut adalah video lama yang tidak memiliki hubungan dengan wabah virus korona yang mewabah dari Wuhan, Tiongkok. Video itu diambil oleh akun Facebook Mak Mohamed pada saat Idul Fitri di Tiongkok. Video tersebut di ambil di depan Masjid Yiwu,Zhejiang, Tiongkok.
 
Sementara di Indonesia, terkait dengan sebaran covid-19, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah COVID-19. Fatwa tersebut bersifat anjuran atau imbauan, bukan larangan.
 

[Cek Fakta] Wabah Korona, Warga Tiongkok Berbondong-bondong ke Masjid, di Indonesia Rakyat Dilarang ke Masjid? Hoaks
 

Dari pemberitaan Medcom.id, melalui artikel berjudul "MUI Imbau Salat Jumat Diganti Salat Zuhur di Rumah", Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengimbau umat Islam melaksanakan salat di rumah. Ini untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19).
 
"Maka untuk sementara waktu dianjurkan agar salat berjemaah termasuk salat Jumat di masjid diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing," ujar Din Syamsuddin melalui video, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Ia menyebut anjuran ini sesuai pandangan para ulama berdasarkan Al-Quran, hadis, dan prinsip hukum Islam. Dia mengingatkan menghindari mudarat lebih penting ketimbang sekadar mewujudkan kemaslahatan.
 
Meski demikian, di beberapa daerah, terutama di wilayah bukan darurat korona, masih menyelenggarakan salat jumat di masjid.
 

[Cek Fakta] Wabah Korona, Warga Tiongkok Berbondong-bondong ke Masjid, di Indonesia Rakyat Dilarang ke Masjid? Hoaks
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa dalam situasi wabah covid-19, warga Tiongkok berbondong-bondong ke masjid, sedangkan warga Indonesia dilarang ke masjid, adalah salah. Informasi tersebut masuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan).
 
Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
https://turnbackhoax.id/2020/03/20/salah-di-wuhan-cina-ketika-terjadi-virus-corona-rakyat-berbondong2-ke-mesjid-di-indon-rakyat-dilarang-ke-mesjid/
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/JKRGyeON-mui-imbau-salat-jumat-diganti-salat-zuhur-di-rumah
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/wkBYVGxb-video-warga-tiongkok-non-muslim-ikut-salat-karena-takut-virus-korona-hoaks
 

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id
 


 

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif