Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Gubernur Anies Nyolong 161 Jenazah Covid-19? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 31 Maret 2020 08:02
Beredar sebuah kolase berisikan tangkapan layar artikel Cnnindonesia.com, di media sosial. Dari tangkapan layar itu tampakjudul artikel "Anies: 283 Jenazah di Jakarta Ditangani Protap Pasien Corona" diberi seolah lingkaran merah muda.
 
Kemudian sebuah narasi lainnya di samping artikel itu, tertulis "BNPB 122 Jenazah Wan Ngabud 283 Jenazah" juga diberi lingkaran merah muda. Dari sana, terdapat selisih 161 jenazah terkait virus korona atau covid-19 antara yang diklaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan yang diklaim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 
"161 mayat lagi nyolong dimana ya," bunyi narasi dalam kolase tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Adalah akun facebook Nick Ni yang mengunggah kolase berisi narasi tersebut pada Selasa 31 Maret 2020.
[Cek Fakta] Gubernur Anies <i>Nyolong</i> 161 Jenazah Covid-19? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan nyolong atau mencuri sebanyak 161 jenazah terkait covid-19, adalah salah. Faktanya, Anies sedang membicarakan warga yang meninggal dunia dan dimakamkan di DKI Jakarta sesuai standar penanganan jenazah covid-19.
 
Dijelaskan dalam artikel Cnnindonesia berjudul "Anies: 283 Jenazah di Jakarta Ditangani Protap Pasien Corona", bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memakamkan sebanyak 283 jenazah sesuai standar penanganan jenazah covid-19 sepanjang periode 6 hingga 29 Maret 2020.
 

[Cek Fakta] Gubernur Anies <i>Nyolong</i> 161 Jenazah Covid-19? Ini Faktanya
 

Anies menjelaskan pihaknya membungkus jenazah dengan plastik, menggunakan peti dan memakamkan jenazah kurang dari 4 jam oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Anies meminta setiap orang serius menjaga diri dari bahaya virus korona.
 
"283 itu bukan angka statistik. Itu adalah warga yang bulan lalu sehat, yang bulan lalu bisa berkegiatan, mereka punya istri, punya saudara," kata Anies seperti dilansir Cnnindonesia.com, Senin 30 Maret 2020.
 
Anies menegaskan, jumlah jenazah yang ditangani sesuai standar covid-19 memang lebih banyak ketimbang angka kematian yang diumumkan resmi oleh pemerintah. Pasalnya perbedaan jumlah itu karena beberapa faktor.
 
"Artinya ini, mungkin mereka-mereka yang belum sempat dites, karena itu tidak bisa disebut sebagai positif, atau sudah (dites) tapi belum ada hasilnya, kemudian wafat," kata Anies seperti dilansir Medcom.id, Senin 30 Maret 2020.
 

[Cek Fakta] Gubernur Anies <i>Nyolong</i> 161 Jenazah Covid-19? Ini Faktanya
 

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, per Senin 30 Maret 2020 pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 1.414 orang dinyatakan positif terjangkit virus korona, sembuh sebanyak 75 orang dan wafat sebanyak 122 orang.
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan nyolong atau mencuri sebanyak 161 jenazah terkait covid-19, adalah salah. Faktanya, Anies sedang membicarakan warga yang meninggal dunia dan dimakamkan di DKI Jakarta sesuai standar penanganan jenazah covid-19, bukan total jumlah jenazah yang positif korona.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
1.https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200330193809-20-488429/anies-283-jenazah-di-jakarta-ditangani-protap-pasien-corona
2.https://www.medcom.id/nasional/metro/8N00VLEN-283-jenazah-dimakamkan-di-dki-selama-pandemi-korona
3.https://www.medcom.id/foto/news/0KvX7Plb-kasus-positif-corona-di-indonesia-jadi-1-414-orang
 

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif