Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial (Facebook).
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial (Facebook).

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Agenda Liberalisasi Pemerintah Menghapus Sertifikasi Halal Melalui RUU Omnibus Law? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 24 Januari 2020 16:20
Beredar informasi bahwa adanya penghapusan kewajiban produk bersertifikasi halal pada Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Informasi itu menyebar di media sosial.
 
Akun ‎Facebook Fikri Bachmid membagikan informasi tersebut dengan menyertakan artikel daring berjudul "Draf Omnibus Law Hapus Sertifikat Halal, PKS: Agenda Liberalisasi". Akun itu menyebut, penghapusan kewajiban produk bersertifikasi bagian dari agenda liberaliasi.
 
"Hati hati.....ini agenda liberalisasi trus bergulir... Waspada" tulis akun Fikri Bachmid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Agenda Liberalisasi Pemerintah Menghapus Sertifikasi Halal Melalui RUU Omnibus Law? Ini Faktanya
Penelusuran:
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa adanya kabar penghapusan kewajiban produk bersertifikasi halal pada RUU Omnibus Law adalah salah. Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri Agama Fachrul Razi telah mengklarifikasi isu tersebut.
 
Melansir Medcom.id, melalui artikel berjudul "Wapres: Tak Ada Penghapusan Sertifikasi Halal di Omnibus Law", Wapres Ma'ruf Amin membantah adanya isu penghapusan produk bersertifikasi halal pada draft RUU Omnibus Law yang beredar menyebut penghapusan beberapa pasal yang ada dalam Undang-Undang Jaminan Halal seperti Pasal 4, Pasal 29, Pasal 42, Pasal 44.
 
Dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal tersebut berisi mewajibkan semua produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal.
 
"Saya kira kan sudah dijelaskan, Kemenag dan Menko Perekonomian bahwa tidak ada di dalam draf omnibus law penghapusan itu," kata Ma'ruf di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.
 
"Yang ada itu mempermudah, kemudian proses sertifikasi halal itu tidak dipungut biaya. Itu prinsip-prinsipnya yang ada. Jadi penghapusan sertifikasi halal itu tidak ada," Tambah dia.
 

[Cek Fakta] Agenda Liberalisasi Pemerintah Menghapus Sertifikasi Halal Melalui RUU Omnibus Law? Ini Faktanya
 

Pula, disitat dari CNNIndonesia.com, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Mastuki membantah ada niat pemerintah menghapuskan kewajiban sertifikasi halal.
 
"Itu memang dilakukan penyesuaian, arahnya penyederhanaan proses, bukan menghentikan kewajiban bersertifikat halal. Tidak ada, sejak awal tidak ada wacana untuk menghentikan kewajiban bersertifikat halal," kata Mastuki, Selasa 21 Januari 2020.
 
Mastuki mengatakan dirinya terlibat langsung dalam perumusan RUU tersebut. Menurutnya, memang pasal kewajiban sertifikasi halal masuk dalam daftar pasal yang akan dibahas.
 
Namun dalam perjalanan pembahasan RUU Omnibus Law, pasal tersebut tidak lagi masuk daftar yang akan dihapus. Dengan demikian, RUU Omnibus Law tidak akan menghilangkan kewajiban sertifikasi halal bagi produk yang beredar di Indonesia.
 
"Hemat saya draf itu draf November, sudah jauh sekali. Kita berkali-kali sudah ada memang 15-20 kali pembahasan. Terakhir 19 Januari kemarin dan tidak ada (penghapusan Pasal 4 UU Jaminan Halal)," ucap dia.
 

[Cek Fakta] Agenda Liberalisasi Pemerintah Menghapus Sertifikasi Halal Melalui RUU Omnibus Law? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa adanya penghapusan kewajiban produk bersertifikasi halal pada RUU Omnibus Law adalah salah. Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri Agama Fachrul Razi telah membantah isu tersebut.
 

Referensi:
https://www.medcom.id/nasional/hukum/ObzA15dN-wapres-tak-ada-penghapusan-sertifikasi-halal-di-omnibus-law
https://www.medcom.id/nasional/politik/GNGjo1rK-menag-pastikan-sertifikasi-halal-tak-dihapus
 

Sumber:
https://www.facebook.com/groups/282806375631591/permalink/596345684277657/
 

 

(WAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif