NEWSTICKER
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Kivlan Zen Dipukul Seorang Dokter Kejaksaan hingga Jatuh Tersungkur? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 03 Februari 2020 19:09
Terdakwa kasus makar Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen mengaku dipukul seorang dokter. Akibat pukulan itu, Kivlan jatuh tersungkur.
 
Pengakuan itu terungkap dalam sebuah video yang beredar di sejumlah platform, beberapa waktu lalu. Kivlan Zen mengaku dipukul dokter kesehatan dari Kejaksaan. Insiden itu terjadi saat dirinya meminta izin pemeriksaan kesehatan di rumah sakit atas penyakit yang dideritanya.
 
"Saya mau berobat bulan Agustus-September, saya enggak dikasih berobat. Sama dokter nya Kejaksaan saya dipukul dan terjatuh saya. Namanya dokter Wennas dari rumah sakit Kejaksaan Jakarta Timur. Saya dipukul," kata Kivlan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Di media sosial, warganet banyak yang memercayai pengakuan Kivlan tersebut. Bahkan foto yang disebut-sebut dokter pemukul, terpantau viral.
[Cek Fakta] Kivlan Zen Dipukul Seorang Dokter Kejaksaan hingga Jatuh Tersungkur? Ini Faktanya
 

"Dokter Johan Wenas.
Dokter Kejaksaan Yang Juga Dokter Jaga Di Rumah Sakit Bhayangkara Kelapa Dua, Memperlakukan Pahlawan Bangsa Jendral Kivlan Zein Seperti Hewan Di Tahanan DenPOM.
Jendral Kivlan Yang Sudah Sepuh,Bukannya Dirawat,Tetapi Dipukul Sampai Jatuh Oleh Dokter Jaga RS Bhayangkara Yang Juga Dokter Kejaksaan Ini... — bersama Dian Rodianti, Maid Satri II dan Tresna N,"
tulis akun facebook Siti Maryam pada Kamis 30 Januari 2020 yang direspons banyak warganet.
 
"Ini dia dokter biadab yg menyiksa Bpk Kivlan Zein...," tulis akun Leni Meilani.
 

"INI DOKTER BIADAB!!!," kata akun facebook Anto Soe.
 
[Cek Fakta] Kivlan Zen Dipukul Seorang Dokter Kejaksaan hingga Jatuh Tersungkur? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, bahwa klaim terdakwa kasus makar Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen dipukul seorang dokter hingga jatuh tersungkur adalah salah.
 
Hal itu seperti dilansir Medcom.id bahwa Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setyono mengklarifikasi tudingan insiden pemukulan dokter kejaksaan terhadap terdakwa kasus makar Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen. Tudingan Kivlan Zen dinilai mengada-ngada dan tak sesuai fakta yang terjadi di lapangan.
 
"Kami sampaikan bahwa yang diceritakan dalam media tersebut kejadian tanggal 2 September 2019. Jadi sudah cukup lama entah kenapa kami ada apa kami tidak tau. Kemarin dimuat di media seolah-olah berita itu menyebutkan dokter Yohan Wennas memukul," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejakaaan Agung Hari Setyono saat Konferensi Pers, di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 31 Januari 2020.
 

[Cek Fakta] Kivlan Zen Dipukul Seorang Dokter Kejaksaan hingga Jatuh Tersungkur? Ini Faktanya
 

Berikut berita selengkapnya:
 
Kejaksaan Agung Bantah Pemukulan Terhadap Kivlan Zen
 
Jakarta: Kejaksaan Agung mengklarifikasi tudingan insiden pemukulan dokter kejaksaan terhadap terdakwa kasus makar Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen. Tudingan Kivlan Zein dinilai mengada-ngada dan tak sesuai fakta yang terjadi di lapangan.
 
"Kami sampaikan bahwa yang diceritakan dalam media tersebut kejadian tanggal 2 September 2019. Jadi sudah cukup lama entah kenapa kami ada apa kami tidak tau. Kemarin dimuat di media seolah-olah berita itu menyebutkan dokter Yohan Wennas memukul," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejakaaan Agung Hari Setyono saat Konferensi Pers, di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 31 Januari 2020.
 
Hari membenarkan ada permintaan pemeriksaan kesehatan kepada Kivlan Zein yang ditahan sementara di Rutan POM Guntur, Jakarta Selatan, 2 September 2019. Tim Kejaksaan langsung mengutus dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan jenderal purnawirawan bitang dua itu. Hasil pemeriksaan kesehataan menjadi acuan apakah Kivlan perlu dirawat di rumah sakit atau tidak.
 
"Dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dituangkan dalam hasil pemeriksaan kesehatan yang menyimpulkan yang bersangkutan tidak ada kegawatdaruratan sehingga tidak perlu dirujuk ke rumah sakit," ujar Hari.
 
Dari hasil kondisi kesehatan, terjadi perdebatan antara dokter dengan penasihat hukum Kivlan Zein. Penasihat hukum merasa Kivlan dalam kondisi sakit dan perlu dirujuk ke rumah sakit. Namun, dokter menilai kondisi kesehatan Kivlan normal.
 
Hasil pemeriksaan Kivlan dituangkan ke dalam kertas sebagai bukti laporan. Namun, tas dokter tertinggal di ruangan saat memeriksa Kivlan. Saat hendak mengambil tasnya, Kivlan berusaha mengambil kertas hasil pemeriksaannya dari tas dokter.
 
"Lalu (Kivlan) berteriak saya dipukul dan akhirnya tim dokter masuk dan tidak terjadi apa-apa," jelas Hari.
 
Sebelumnya beredar video pengakuan Kivlan Zein yang mengaku dipukul dokter kesehatan dari Kejaksaan Agung. Insiden itu terjadi saat dirinya meminta izin pemeriksaan kesehatan di rumah sakit atas penyakit yang dideritanya.
 
"Saya mau berobat bulan Agustus-September, saya enggak dikasih berobat. Sama dokter nya Kejaksaan saya dipukul dan terjatuh saya. Namanya dokter Wennas dari rumah sakit Kejaksaan Jakarta Timur. Saya dipukul,” jelas Kivlan.

 

Kesimpulan:
Bahwa klaim terdakwa kasus makar Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen dipukul seorang dokter hingga jatuh tersungkur adalah salah.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Sumber:
1. https://20.detik.com/detikflash/20200131-200131012/pengakuan-kivlan-zen-dipukul-dokter-diminta-jaksa-ngaku-salah
2.https://www.facebook.com/groups/593538114450065/permalink/866572423813298/
3.https://www.facebook.com/photo.phpfbid=609075596604899&set=a.123259028519894&type=3&theater
4.https://www.facebook.com/groups/593538114450065/permalink/866572423813298/
 

Referensi:
1. https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/eN40MQwN-kejaksaan-agung-bantah-pemukulan-terhadap-kivlan-zen
 


 

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif