Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial (Facebook).
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial (Facebook).

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Viral Penculikan Bayi dengan Modus Hipnotis di Pasuruan? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 22 Januari 2020 06:16
Kasus penculikan bayi dengan modus hipnotis di Pasuruan, Jawa Timur, ramai di media sosial. Informasi itu menyebar melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApp maupun media sosial.
 
Akun Facebook Hikmah ChEe PLhuk ikut membagikan informasi tersebut pada Rabu 15 Januari 2020. Pemilik akun mengunggah kolase dua foto yang memperlihatkan gaambar bayi yang disebut telah diculik sebeleha kiri. Pada foto sebelah kanan, memperlihatkan narasi yang menceritakan kronologi terjadinya penculikan.
 
Adapun narasi yang terdapat pada postingan tersebut bertuliskan:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Bantu UP dan shre ya temen2
*PENCULIKAN BAYI* Hari ini rabu tgl 15 januari 2020.
Terjadi penculikan bayi di bangil, korban dr rmh sakit bangil hendak pulang ke pandaan, tepatnya di depan pasar bangil sekitar jam 12.00 siang korban bermaksud mencari angkutan ke pandaan, tiba" ada mobil elp warna hitam yg berpenumpang 2 org, laki dan perempuan. Korban sama sang kernet di suruh masuk mobil dan tanpa sadarkan diri (dihipnotis) korban dilarikan ke jalan arah msk tol pasuruan , disana korban ditinggal sendirian sedang bayi yg msh berumur 2 bln dibawah kabur arah msk tol.
Selanjutnya mohon menjadikan periksa kpd semua pihak yg berwajib.
 
Atas perhatian dan bantuannya terima kasih.

 

[Cek Fakta] Viral Penculikan Bayi dengan Modus Hipnotis di Pasuruan? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Setelah ditelusuri, kabar tentang penculikan anak dengan modus hipnotis di Pasuruan, Jawa Timur, adalah salah. Faktanya, informasi penculikan hanya karangan pelaku.
 
Dilansir Kumparan, skenario penculikan bayi dibuat oleh Eka Septiana yang merupakan ibu kandung si bayi. Eka adalah warga Jogonalan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Setelah drama yang dibuatnya viral, Eka dijebloskan ke penjara.
 
Eka membuat berita bohong dengan menyiarkan bahwa anaknya diculik oleh rombongan orang bermobil di Tol Grati. Padahal, anaknya itu diserahkan kepada orang lain sebagai jaminan utang Rp1 juta yang ditanggungnya.
 
"Saya tidak berniat membuat berita bohong. Saya bingung saat ditanya keluarga dan suami. Akhirnya saya beralasan anak saya dicuri (diculik) orang. Saya takut dimarahi," ucap Eka di hadapan Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan, Jumat (17/1/2020).
 

[Cek Fakta] Viral Penculikan Bayi dengan Modus Hipnotis di Pasuruan? Ini Faktanya
 

Humas Polda Jatim melalui akun twitternya dengan sigap juga langsung memberikan konfirmasi terkait informasi tersebut.
 
“Be Smart Netizen Telah distributes Informasi tentang Adanya Kejadian Penculikan Bayi Di Pandaan Pasuruan Jawa Timur Kami Informasikan Bahwa Berita Tersebut TIDAK Benar ATAU Hoax.”
 

 
Kesimpulan:
Klaim bahwa penculikan anak dengan modus hipnotis di Pasuruan, Jawa Timur, adalah salah. Faktanya berita itu ialah berita palsu yang dikarang oleh ibu kandung bayi.
 
Informasi itu masuk dalam kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu).
Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta.
 

Referensi:
https://kumparan.com/jatim-now/ibu-pembuat-berita-bohong-penculikan-bayi-di-pasuruan-jadi-tersangka-1sezvkfivlN
https://twitter.com/HumasPoldaJatim/status/1217702527992336385
 

Sumber:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2823368027702456&set=a.540773542628594&type=3&theater
 


 

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif