Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Memakai Masker Terlalu Lama Dapat Menyebabkan Radang Selaput Dada? Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 04 Agustus 2020 12:00
Seorang wanita dikabarkan menderita radang selaput dada setelah mengenakan masker wajah untuk waktu yang lama. Informasi itu menyebar melalui media sosial di saat semua negara menggencarkan imbauan penggunaan masker untuk meminimalisir
 
Akun Facebook Debra Jamieson membagikan informasi tersebut pada 26 Juli 2020. Pada unggahannya, wanita berudis 19 tahun itu mengidap radang selaput dada setelah mengenakan masker wajah selama delapan jam sehari, lima atau enam hari seminggu. Berikut kutipan klaimnya:

"Itu karena dia telah memakai topeng selama lebih dari 8 jam sehari 5-6 hari seminggu. Bernapas dalam bakteri sendiri. Karbon dioksida ... Menyebabkan infeksi."


 
[Cek Fakta] Memakai Masker Terlalu Lama Dapat Menyebabkan Radang Selaput Dada? Cek Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa mengenakan masker wajah menderita radang selaput dada setelah adalah salah. Faktanya, para peneliti mengatakan memakai masker wajah tidak berisiko terkena radang selaput dada.
 
Dilansir AFP, Departemen Kesehatan di negara bagian Victoria Australia tidak mencantumkan masker wajah sebagai penyebab radang selaput dada. Kondisi itu, kata badan itu, disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, kanker, bekuan darah di paru-paru dan kondisi autoimun. Penjelasan selengkapnya dapat disimak di sini.
 

[Cek Fakta] Memakai Masker Terlalu Lama Dapat Menyebabkan Radang Selaput Dada? Cek Faktanya
 

Masih dilansir sumber yang sama, Leon van den Toorn, presiden Asosiasi Dokter Belanda untuk Penyakit Paru-paru dan Tuberkulosis dan seorang ahli paru di Pusat Medis Universitas Erasmus, menolak klaim tersebut sebagai "omong kosong".
 
"Tidak ada indikasi bahwa masker wajah membawa risiko kesehatan apa pun," kata van den Toorn.
 
Dr. Hans dalam eent Veen, seorang ahli paru di Franciscus Gasthuis & Vlietland, mengatakan masker wajah yang digunakan secara normal tidak akan menyebabkan infeksi di paru-paru.
 
"Mungkin untuk kasus jamur, itu mungkin, tetapi itu harus menjadi masker wajah yang belum diganti selama berbulan-bulan dan sangat kotor. "
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa mengenakan masker wajah menderita radang selaput dada setelah adalah salah. Faktanya, para peneliti mengatakan memakai masker wajah tidak berisiko terkena radang selaput dada.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
 

Referensi:
https://factcheck.afp.com/wearing-face-mask-does-not-put-you-risk-developing-pleurisy-health-experts-say
https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/pleurisy
https://archive.md/B3VJx
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif