Tangkapan layar berita palsu. Foto: Facebook
Tangkapan layar berita palsu. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] 1.000 Santri Asal Kudus Tak Sadarkan Diri Usai Rapid Test Hoaks, Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 04 Juli 2020 11:46
Beredar sebuah narasi foto keterangan artikel yang mencatut nama CNN Indonesia menyebutkan 1.000 santri asal Kudus tak sadarkan diri usai rapid test. Narasi artikel berita ini beredar di media sosial Facebook.
 
Dalam narasinya dalam artikel tersebut menyebutkan, "lebih dari 1.000 santriawan dan santriawati di Kudus dalam keadaan lemah, sebagian tak sadarkan diri, setelah dilakukan Rapid Test Covid-10 oleh Tim Dokter Gabungan dari Rs. Indonesia dan Rs. Swasta dari China. Tim Dokter dari China diketuai oleh Lie Kong Nyen, dan dari Indonesia oleh Ringgo Silalahi. Kini ke-2 Tim Dokter tersebut sedang dimintai keterangan oleh Menteri Kesehatan terkait kejadian tersebut."
 
Tangkapan layar artikel berita ini diunggah oleh akun facebook atas nama Bambang Widy pada 4 Juli 2020. Dalam unggahannya ia memberikan narasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"KENAPA YG DISASAR PONDOK PESANTREN/UMAT ISLAM??? ADA APA???
Kita Umat*cuma bs ribut dimedsos, semenytara cina2 udah bergerak kepelosok2.*
[Cek Fakta] 1.000 Santri Asal Kudus Tak Sadarkan Diri Usai Rapid Test Hoaks, Ini Faktanya

 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran kami, klaim bahwa 1.000 santri asal Kudus tak sadarkan diri usai rapid test adalah salah. Faktanya, tangkapan layar artikel tersebut hasil suntingan yang berupa kompilasi foto-foto dari berbagai peristiwa yang berbeda.
 
Dilansir dari Cek Fakta Kumparan.com, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menegaskan informasi tersebut hoaks. Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan Rumah Sakit setempat tak pernah melakukan kegiatan tersebut.
 
“Tidak benar. DKK kudus dan Rumah Sakit di Kudus tidak pernah melakukan hal tersebut,” kata Yulianto dilansir Kumparan.com.
 

[Cek Fakta] 1.000 Santri Asal Kudus Tak Sadarkan Diri Usai Rapid Test Hoaks, Ini Faktanya
 

Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri memang memfasilitasi rapid test bagi santri asal wilayahnya yang akan kembali ke pondok pesantren. Dilansir antaranews.com, Puluhan santri asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang diberangkatkan ke pondok pesantrennya dengan difasilitasi pemerintah daerah setempat terlebih dahulu menjalani tes cepat COVID-19 dengan hasil nonreaktif virus corona jenis baru itu.
 
"Alhamdulillah dari 26 santri yang hendak diberangkatkan menuju pondok pesantrennya di Magelang, tidak ada yang reaktif corona," kata Pelaksana Tugas Bupati Kudus M Hartopo di sela-sela pemberangkatan 26 santri ke pondok pesantrennya di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu.
 
Ia mengakui sebelum difasilitasi balik ke pondok pesantrenya, mereka juga dilakukan pemilahan untuk memastikan mereka bebas dari virus tersebut.Surat keterangan bebas COVID-19 tersebut, tentunya menjadi bekal bagi mereka untuk kembali ke pondoknya.
 
Foto-foto dalam artikel tersebut pun nyatanya dicomot dari berbagai artikel di media arus utama nasional. Tidak ada kaitan foto-foto tersebut dengan informasi yang diberitakan artikel tersebut.
 
Foto pertama dimuat di situs Suara.com dalam berita foto yang memberitakan Tim medis tengah mengevakuasi seorang pasien menuju Ruang Isolasi Khusus saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah. Foto diambil oleh jurnalis foto Antara Yusuf Nugroho.
 

[Cek Fakta] 1.000 Santri Asal Kudus Tak Sadarkan Diri Usai Rapid Test Hoaks, Ini Faktanya
 
Foto kedua, dimuat di situs Jawapos.com dalam artikel berjudul "Klaster Temboro Tambah Kasus Positif di Probolinggo Jadi 23 Orang. Artikel ini dimuat pada 8 Mei 2020.
 

[Cek Fakta] 1.000 Santri Asal Kudus Tak Sadarkan Diri Usai Rapid Test Hoaks, Ini Faktanya
 

Foto ketiga, dimuat di situs okezone.com dalam artikel berjudul "Puluhan Santri Pondok Pesantren di Demak Keracunan Massal". Artikel ini dimuat pada 26 Januari 2018.
 

[Cek Fakta] 1.000 Santri Asal Kudus Tak Sadarkan Diri Usai Rapid Test Hoaks, Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa 1.000 santri asal Kudus tak sadarkan diri usai rapid test adalah salah. Faktanya, tangkapan layar artikel tersebut hasil suntingan yang berupa kompilasi foto-foto dari berbagai peristiwa yang berbeda yang tidak ada kaitannya dengan narasi yang diberitakan.
 
Informasi ini jenis hoaks False context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 

Referensi:
1.https://kumparan.com/kumparannews/hoaks-kabar-1-000-santri-di-kudus-lemas-usai-dirapid-test-oleh-dokter-china-1tjXShY4veG/full
2.https://jateng.antaranews.com/berita/319114/santri-asal-kudus-yang-balik-ke-pondok-jalani-tes-cepat-corona
3.https://www.suara.com/foto/2020/02/01/155128/simulasi-penanganan-pasien-virus-corona-di-kudus
4.https://www.jawapos.com/jpg-today/08/05/2020/klaster-temboro-tambah-kasus-positif-di-probolinggo-jadi-23-orang/
5.https://news.okezone.com/berita/512-1850891/puluhan-santri-pondok-pesantren-di-demak-keracunan-massal
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id

 

(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif