ILUSTRASI: WhatsApp terus perketat peraturannya terkait penyebaran hoaks. (AFP PHOTO / Lionel BONAVENTURE)
ILUSTRASI: WhatsApp terus perketat peraturannya terkait penyebaran hoaks. (AFP PHOTO / Lionel BONAVENTURE)

5 Tips Agar Terhindar dari Jebakan Hoaks di Whatsapp

Medcom Files Cek Fakta
Sobih AW Adnan • 16 November 2019 14:54
Jakarta: Aplikasi pesan instan Whatsapp menduduki peringkat pertama platform percakapan yang paling digandrungi masyarakat Indonesia. Setidaknya, per awal 2019 lalu, laporan riset We Are Social bekerjasama dengan Hootsuite menyebut, sebanyak 83% alias 124 juta pengguna internet di Indonesia menjadikan Whatsapp sebagai sarana komunikasi cepat antarpengguna.
 
Tidak melulu menggembirakan, kemudahan penggunaan Whatsapp juga membuat platform ini paling banyak dijadikan saluran kabar hoaks. Sebagai bentuk iktikad baiknya, maka Whatsapp pun mengeluarkan peraturan baru berupa pembatasan pesan terusan (forward) hanya kelima nomor saja demi memperkecil frekuensi penyebaran disinformasi tersebut.
 
Sayangnya, kabar palsu tidak hanya mengandalkan forward message. Bisa juga diakali dengan menyalin satu informasi palsu kemudian tetap disebarkan ke ratusan nomor pengguna lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Untuk itu, salah satu instruktur periksa fakta dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Nurfahmi Budiyarto menyarankan lima kiat berikut agar pengguna benar-benar bisa terbebas dari perangkap berita palsu di Whatsapp. 1. Verifikasi
Ketika sebuah informasi yang meragukan masuk ke dalam pesan Whatsapp, sosok yang kerap disapa Budi itu memberikan tips agar si penerima langsung melakukan verifikasi.
 
"Salah satu teknik verifikasi paling gampang adalah masuk ke mesin pencari internet, kemudian ketik kata kunci berita tersebut. Setelah itu, periksalah apakah sudah ada hasil cek fakta kasus tersebut di media-media arus utama, terutama yang sudah berjejaring dengan gerakan pemeriksa fakta," saran Budi, usai menjadi pembicara di pelatihan cek fakta bersama Media Group News, di Kedoya, Jakarta Barat, Jumat, 15 November 2019.
 
Baca: Media Group News Ikuti Pelatiah Fact-Checking
 
Disinformasi dari pesan Whatsapp sudah banyak diverifikasi media pencari fakta. Menurut Budi, pola yang disebar pun biasanya berulang. Jadi, kemungkinan besar sudah ada di daftar isu-isu yang sudah melalui proses pemeriksaan fakta.
 
5 Tips Agar Terhindar dari Jebakan Hoaks di WhatsappNurfahmi Budyiarto saat menjadi pembicara di pelatihan pemeriksa fakta yang diikuti puluhan jurnalis Media Group News, pada Kamis-Jumat, 14-15 November 2019 di Kedoya, Jakarta Barat/MI/Ade Alawi
 
2. Tanyakan ke ahli
Bagaimana jika tidak terdapat di media-media pencari fakta? Budi menyarankan pengguna langsung menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada ahli di bidangnya.
 
"Di Indonesia, ada dua isu yang paling sering dijadikan bahan hoaks. Pertama, kesehatan. Kedua, sentimen suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA). Hubungi dan tanyakan langsung kebenarannya ke dokter ahli atau tokoh masyarakat yang dipercaya mafhum dengan bidang tersebut," kata dia.
 
3. Amati redaksinya
Kabar hoaks juga memiliki ciri yang mencolok. Di antaranya adalah penggunaan kalimat yang berbau ajakan bahkan mengancam. Seperti, sebarkan! viralkan! jangan berhenti di Anda!
 
"Bahkan kalau hoaks bidang agama, biasanya ada kalimat 'sebarkan jika Anda ingin masuk surga', atau 'percayalah atau Anda akan mendapatkan bencana atau dosa'. Padahal, soal surga-neraka, dosa, atau bencana itu benar-benar preogatif Tuhan. Bukan semata-mata tunggal lantaran pesan instan," kata Budi.
 
Baca:Menjadi Fact Checker Itu Gampang, Tinggal Copast. Benarkah?
 
Jika sudah mendapatkan redaksi sejenis, bahkan ditulis dengan penuh tanda seru atau menggunakan huruf kapital bernada ajakan bahkan mengancam, sudah bisa dipastikan itu adalah kabar hoaks.
 
4. Skeptis
Biasakan tidak langsung percaya kepada informasi yang diterima. Menurut Budi, sikap skeptis merupakan tindakan penting sampai menemukan informasi pembanding yang lebih terang.
 
"Sikap skeptis akan menolong pengguna menjadi penyebar hoaks berikutnya. Jadi ketika menerima pesan-pesan semodel itu, cukup berhenti di Anda," kata dia.
 
5. Laporkan
Saran berikutnya, melaporkan informasi-informasi mencurigakan tersebut kepada media-media pencari fakta, atau langsung ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.
 
"Kami mempunyai jaringan cekfakta.com. Di sana juga menerima bahan-bahan berupa informasi yang meragukan kemudian bisa dipastikan melalui proses pemeriksaan fakta.
 
Laporan disinformasi kepada tim CekFakta.com bisa dilakukan via Whatsapp di nomor 082176503669. Untuk Kemenkominfo RI, bisa melalui alamat surel aduankonten@mail.kominfo.go.id, atau menghubungi redaksi tim Cek Fakta Medcom.id melalui email kolom@medcom.id.
 
Baca:Mengenal 7 Jenis Hoaks
 
Setiap laporan, jangan lupa, dibutuhkan tangkapan layar dari pesan yang dianggap meragukan tersebut.
 

(SBH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif