Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui pesan berantai di aplikasi. Foto: WhatsApp
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui pesan berantai di aplikasi. Foto: WhatsApp

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Beredar Video 48 Orang Meninggal Usai Divaksin Diklaim Bagian dari Agenda Rezim? Ini Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 18 Januari 2021 17:18
Beredar di berbagai platform media sosial sebuah video yang diklaim memuat informasi sebanyak 48 orang meninggal setelah menerima vaksin covid-19. Disebutkan, hal itu bagian dari rencana jahat rezim pemerintahan saat ini.
 
Tim Cek Fakta Medcom.id menerima aduan video itu dari pembaca pada Senin, 18 Januari 2021. Video itu berjudul "BERITA TERBARU HARI INI ~ 48 ORANG TE.WAS SETELAH DI VAKSIN CORO.NA, AGENDA JA.HAT RE.ZIM TERUNGKAP!" diunggah kanal CATATAN HITAM pada 15 Januari 2021. Hingga video diperiksa, video itu sudah ditonton lebih dari 1 juta kali.
 
Benarkah ada 48 orang meninggal setelah menerima vaksin covid-19 dan hal itu bagian dari rencana jahat pemerintah? Berikut cek faktanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Beredar Video 48 Orang Meninggal Usai Divaksin Diklaim Bagian dari Agenda Rezim? Ini Cek Faktanya
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada video yang beredar bahwa ada 48 orang meninggal setelah menerima vaksin covid-19 dan hal itu bagian dari rencana jahat pemerintah saat adalah hoaks. Faktanya, sebanyak 48 warga Korea Selatan memang meninggal usai mendapatkan vaksin, tapi vaksin flu, bukan vaksin covid-19.
 
Tim Cek Fakta Medcom.idpernah memeriksa klaim yang sama terkait 48 orang meninggal usai divaksin, laporannya berjudul "[Cek Fakta] 48 Orang Dilaporkan Tewas di Korea Selatan usai Disuntik Vaksin Covid-19? Cek Faktanya" dimuat 30 Oktober 2020.
 
Hasil pencarian fakta dengan memanfaatkan situs perambah Google, tidak ditemukan artikel terkait klaim tersebut. Hanya, terdapat artikel dari Detik.com berjudul "Sudah 48 Meninggal Usai Suntik, Vaksinasi Flu di Korsel Tetap Dilanjutkan" dimuat Minggu 25 Oktober 2020.
 
Pada artikel itu dijelaskan bahwa Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), Jeong Eun-kyung, mengatakan ada 48 orang warga Korea Selatan meninggal dunia setelah mendapat suntikan vaksin flu pada hari Sabtu (24 Oktober 2020). Namun tidak ditemukan kaitan langsung dengan vaksin yang diberikan.
 
KDCA menyebut mereka tidak menemukan kaitan langsung antara suntikan vaksin flu dengan 26 kasus kematian yang telah diselidiki, sehingga program vaksin (flu) terus dijalankan untuk mencegah terjadinya epidemi flu berbarengan dengan pandemi covid-19 pada musim dingin.
 
"Setelah meninjau kasus kematian sejauh ini, ini bukan saatnya untuk menghentikan program vaksinasi flu karena vaksinasi sangat penting tahun ini, mengingat wabah covid-19," jelas Direktur KDCA Jeong Eun-kyung, dikutip dari laman Reuters.
 

[Cek Fakta] Beredar Video 48 Orang Meninggal Usai Divaksin Diklaim Bagian dari Agenda Rezim? Ini Cek Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim pada video yang beredar bahwa ada 48 orang meninggal setelah menerima vaksin covid-19 dan hal itu bagian dari rencana jahat pemerintah adalah hoaks. Faktanya, sebanyak 48 warga Korea Selatan memang meninggal usai mendapatkan vaksin, tapi vaksin flu, bukan vaksin covid-19.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis Misleading Content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Beredar Video 48 Orang Meninggal Usai Divaksin Diklaim Bagian dari Agenda Rezim? Ini Cek Faktanya
 

Referensi:
https://archive.md/2N8Py
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GbmqAo4b-cek-fakta-48-orang-dilaporkan-tewas-di-korea-selatan-usai-disuntik-vaksin-covid-19-cek-faktanya
 
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 
Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb

 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif