Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Foto Menkes Terawan Dapat Penghargaan Covid-19 dari WHO? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 13 November 2020 10:17
Beredar sebuah foto memperlihatkan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sedang memamerkan sebuah piala dan piagam penghargaan. Foto itu beredar di media sosial.
 
Adalah akun facebook GB yang turut mengunggah foto tersebut, Senin 9 November 2020. Akun itu membuat narasi bahwa foto itu terkait Terawan yang mendapatkan penghargaan dari organisasi kesehatan dunia atau WHO.
 
Berikut narasi selengkapnya:


"AYO PATUHI PROTOKOL KESEHATAN COVID - 19
_Kita Optimis dengan Indonesia Maju_
????
_#_
SALAM MERAH PUTIH DI DADA, NKRI HARGA MATI
Penghargaan dari WHO atas keberhasilan Indonesia dalam Penanganan Covid-19.
Congratulation For My Jenderal."


Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 198 emotikon dan 34 komentar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Foto Menkes Terawan Dapat Penghargaan Covid-19 dari WHO? Ini Faktanya
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa foto itu memperlihatkan Menkes Terawan mendapatkan penghargaan dari WHO terkait covid-19, adalah salah. Faktanya, foto itu beredar sebelum Terawan jadi Menkes.
 
Dilansir Turnbackhoax.id, foto itu diabadikan saat Terawan menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) pada Rabu 17 Juli 2019. Penghargaan berupa lifetime achievement award itu atas prestasi Terawan sebagai penemu metode cuci otak dengan modifikasi program digital substarction angiography (SDA) untuk penyakit stroke.


"Bukan penghargaan dari WHO," tulis Turnbackhoax.id dalam laporannya, Rabu 11 November 2020.


 
[Cek Fakta] Foto Menkes Terawan Dapat Penghargaan Covid-19 dari WHO? Ini Faktanya
 

Foto identik diunggah di akun instagram LEPRID pada 2 Agustus 2019. Akun LEPRID menjelaskan Terawan sejak tahun 2005 telah banyak membantu hingga puluhan ribu pasien.

"Metode pengobatan tersebut bahkan telah diterapkan di Jerman dengan nama paten ‘Terawan Theory'," tulis LEPRID.


LEPRID menilai Terawan berhasil membuktikan kepada dunia medis. Kendati seorang dokter militer dan menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Terawan berhasil membuat sebuah inovasi.

"Mungkin kedepannya metode ini dapat berkembang sehingga selain penyakit stroke penyakit lainnya yang berhubungan dengan otak/saraf dapat cepat di sembuhkan. Kami catat prestasi ini pada urutan ke- 500," tulis LEPRID.


 
[Cek Fakta] Foto Menkes Terawan Dapat Penghargaan Covid-19 dari WHO? Ini Faktanya
 

Berikut penjelasan selengkapnya:
 
Pada hari Rabu, 17 Juli 2019 Kami dari LEPRID berada di RSAD Gatot Soebroto Jakarta untuk memberikan apresiasi atas prestasi yang telah di raih oleh Mayjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) RI.
 
Kita semua tahu bahwa Bp. Mayjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) RI atau yang akrab kita panggi dr. Terawan ini sejak tahun 2005 telah berhasil menemukan Metode Cuci Otak (Brain Wash) dengan modifikasi Program Digital Substraction Angiography (DSA) untuk Penyakit stroke. Dan jumlah pasien yang di tanganinya sudah mencapai puluhan ribu pasien.
 
Metode pengobatan tersebut bahkan telah diterapkan di Jerman dengan nama paten ‘Terawan Theory”. Kini dr. Terawan telah berhasil membuktikan kepada dunia medis, meski menjadi dokter militer dan juga menjabat Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta, beliau tetap bisa memberikan penemuan metode baru dan pelayanan yang terbaik dan cepat kepada pasien stroke agar cepat sembuh.
 
Oleh karenanya itu LEPRID menilai bahwa apa yang di berikan dr. Terawan ini layak kami Apresiasi atas prestasi beliau yang inovatif dan mendunia khususnya di bidang kesehatan dalam memberikan pelayanan dan pengobatan yang terbaik bagi pasien penderita stroke agar cepat sembuh.
 
Dan mungkin kedepannya metode ini dapat berkembang sehingga selain penyakit stroke penyakit lainnya yang berhubungan dengan otak/saraf dapat cepat di sembuhkan.
 
Kami catat prestasi ini pada urutan ke- 500.

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa foto itu memperlihatkan Menkes Terawan mendapatkan penghargaan dari WHO terkait covid-19, adalah salah. Faktanya, foto itu beredar sebelum Terawan jadi Menkes.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada
 

[Cek Fakta] Foto Menkes Terawan Dapat Penghargaan Covid-19 dari WHO? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://turnbackhoax.id/2020/11/11/salah-piala-penghargaan-dari-who-untuk-pak-terawan/
https://rekor-leprid.org/index.php/2019/07/17/lifetime-achievement-award-atas-prestasi-penemu-metode-cuci-otak-brain-wash-dengan-modifikasi-program-digital-substraction-angiography-sda-untuk-penyakit-stroke-sejak-tahun-2005/
https://www.instagram.com/p/B0p5GNgn-Xf/
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif