NEWSTICKER
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Jokowi Minta Perbanyak Acara Wisata agar Banyak Rakyat Tewas karena Korona? Hoaks

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 23 Maret 2020 10:03
Beredar narasi di media sosial sebuah tautan artikel diklaim dari Kompas.com berjudul "Jokowi Minta Perbanyak Acara di Daerah Wisata yang Terdampak Virus Corona". Terhadap tautan itu muncul narasi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan rakyatnya menjadi korban meninggal dunia.
 
Adalah akun facebook Ahmad Muryatika membagikan tautan ini. Ia menggunggah narasi bahwa permintaan Jokowi di tengah maraknya virus korona atau covid-19 itu, dapat mencelakakan rakyat.
 
"Ben modyar kabeh (biar meninggal semua) rakyatnya...biz itu WNA china digratiskan masuk,
Truz yg disalahkan gubernur jkt, buzzer dungu
Pura pura gila aah,"
kata akun Ahmad Muryatika, Senin 23 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Unggahan ini ramai direspons warganet. Berikut sejumlah komentar warganet: "Jgn2 ini agen asing untuk menghancurkan Indonesia...," kata akun Sutarmo Smrj.
 
"Bpk ini tdk punya simpati sedikit pun unt rakyat,selamatkan lah rakyat dulu pak,baru ekonomi,,," kata akun Ahmad Amy.
 
"Kalo info ini benar, berarti yg nganjurin itu sudah dalam tahap stress berat and setahap lagi gila," kata akun Agus Salim.
 
"INI EMANG SENGAJA MAU NGEMBUNUH RAKYAT PEMIMPIN KOPLAK," kata akun Yono Sugiono.
 

[Cek Fakta] Jokowi Minta Perbanyak Acara Wisata agar Banyak Rakyat Tewas karena Korona? Hoaks
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Presiden Jokowi meminta memperbanyak acara wisata di tengah pandemi virus korona agar banyak rakyat meninggal dunia, adalah salah. Faktanya artikel tersebut muncul sebelum virus korona merisak Indonesia.
 
Artikel Kompas.com berjudul "Jokowi Minta Perbanyak Acara di Daerah Wisata yang Terdampak Virus Corona" itu, muncul pada Selasa 25 Februari 2020. Dalam artikel itu, Jokowi mencari terobosan di tengah penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok.
 
"Saya juga minta agar memaksimalkan kegiatan konferensi dalam negeri, MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), di daerah daerah tersebut," kata Jokowi seperti dilansir Kompas.com, Selasa 25 Februari 2020.
 
Menurut Jokowi, setidaknya terdapat tiga daerah pariwisata yang terdampak penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok. Tiga daerah itu yakni Kepulauan Riau, Sulawesi Utara dan Bali.
 
Berikut isi artikel selengkapnya:
 
Jokowi Minta Perbanyak Acara di Daerah Wisata yang Terdampak Virus Corona
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta semua pihak memfokuskan pengadaan konferensi dan pertemuan dalam negeri, khususnya di daerah-daerah pariwisata yang terdampak virus corona.
 
Menurut Jokowi, ada tiga daerah pariwisata yang sepi dikunjungi turis lantaran adanya penutupan sementara penerbangan dari dan ke China. Daerah-daerah tersebut yakni Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau.
 
"Saya juga minta agar memaksimalkan kegiatan konferensi dalam negeri, MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), di daerah daerah tersebut," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/2/2020).
 
"Didekatkan promosi yang menyasar ceruk pasar wisatawan mancanegara yang sedang mencari alternatif destinasi wisata karena batal mengunjungi Tiongkok, Korsel dan Jepang," kata Jokowi lagi.
 
Ia juga meminta insentif dan upaya mendorong ekonomi dilakukan secara bersamaan dan dengan saling mendukung di antara seluruh kementerian dan lembaga.
 
Karenanya, ia juga meminta semua kementerian dan lembaga mempercepat realisasi belanja anggaran.
 
Ia pun meminta dana desa segera dicairkan dalam bentuk program-program sehingga uang mengalir ke masyarakat.
 
"Untuk Mendagri kami ingatkan agar diingatkan kepada gubernur, bupati, wali kota agar segera realisasikan belanja APBD di daerah masing-masing," ujar Jokowi.
 
"Pastikan juga mengenai percepatan pencairan dana desa. Saya tahu (dananya) beberapa sudah sampai di desa. Tapi segera dorong mereka agar belanja sesuai rencana yang sudah mereka miliki," lanjut Jokowi.

 
Sementara itu, kasus virus korona di Indonesia mulai terungkap sejak Senin 2 Maret 2020. Dari sana, Presiden Jokowi langsung membuat sejumlah kebijakan terkait penanganan virus korona.
 

[Cek Fakta] Jokowi Minta Perbanyak Acara Wisata agar Banyak Rakyat Tewas karena Korona? Hoaks
 

Di antaranya Jokowi mengeluarkan imbauan bagi seluruh rakyat agar bekerja dari rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah. Jokowi meneken Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 pada Jumat 13 Maret 2020.
 
Jokowi juga meneken Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (covid-19). Inpres ini meminta kementerian/lembaga (K/L) untuk mengutamakan alokasi anggaran yang ada untuk mempercepat penanganan covid-19 sesuai protokol penanganan.
 

[Cek Fakta] Jokowi Minta Perbanyak Acara Wisata agar Banyak Rakyat Tewas karena Korona? Hoaks
 

Jokowi dan jajarannya tengah berjuang menekan penyebaran virus korona. Berbagai kebijakan dan turunannya muncul agar Indonesia bisa kembali stabil. Di antaranya pengalihanfungsi wisma atlet menjadi rumah sakit darurat, pengadaan sejumlah obat terkait covid-19 dan lain-lain.
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Presiden Jokowi meminta memperbanyak acara wisata di tengah pandemi virus korona agar banyak rakyat meninggal dunia, adalah salah. Faktanya artikel tersebut muncul sebelum virus korona merisak Indonesia.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenismisleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
1.https://nasional.kompas.com/berita/14492981-jokowi-minta-perbanyak-acara-di-daerah-wisata-yang-terdampak-virus-corona?
2.https://www.medcom.id/nasional/politik/PNgWgr9N-jokowi-saatnya-kerja-belajar-dan-ibadah-di-rumah
3.https://setkab.go.id/presiden-teken-keppres-gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19/
4.https://www.medcom.id/ekonomi/makro/Dkq73YVN-jokowi-terbitkan-inpres-soal-realokasi-anggaran-penanganan-korona
5.https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/GKdOg1pk-langkah-jokowi-tangani-korona
 

 

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif