Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Benarkah Memakai Masker Dapat Menyebabkan Kanker? Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 14 Oktober 2020 09:32
Beredar klaim di media sosial bahwa pemakaian masker dapat memicu kanker. Disebutkan, pemicu kanker akibat terjadi kekurangan oksigen dalam tubuh karena masker menghalau oksigen.
 
Akun Facebook Alicia Rubi membagikan klaim tersebut dengan mengunggah poster berjudul "MASKS CAUSES CANCER" pada 21 September 2020. Pada poster itu, terdapat narasi penyebab kanker adalah kekurangan oksigen saat penggunaan masker meningkatkan asam dalam tubuh manusia.
 
Benarkah memakai masker dapat menyebabkan kanker? Simak cek faktanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Benarkah Memakai Masker Dapat Menyebabkan Kanker? Cek Faktanya
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim memakai masker dapat menyebabkan kanker adalah salah. Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
 
Klaim tersebut sudah diperiksa Cek Fakta Reuters lewat laporannya berjudul "Fact check: Wearing masks does not cause cancer" dimuat pada 5 Oktober 2020. Dalam laporannya disebutkan, para ahli menemukan bahwa karena ukuran molekul oksigen dan karbon dioksida yang kecil, masker tidak menurunkan jumlah oksigen yang masuk ke dalam masker atau meningkatkan jumlah karbon dioksida di dalam masker.
 
”Tidak ada bukti bahwa masker bedah atau masker kain menyebabkan kekurangan oksigen yang signifikan, penumpukan karbon dioksida, dan konsekuensi kesehatan negatif terkait lainnya. Informasi ini terutama telah beredar di media sosial di antara individu atau komunitas yang secara umum menolak penggunaan masker"
 

[Cek Fakta] Benarkah Memakai Masker Dapat Menyebabkan Kanker? Cek Faktanya
 

Dilansir lung.orgdalam laporannya berjudul "From the Frontlines: The Truth About Masks and COVID-19", penelitian dari American Lung Association, University of Maryland Medical System, Ohio State University Wexner Medical Center dan Mayo Clinic Health System semuanya menyanggah anggapan bahwa memakai masker menurunkan asupan oksigen.Profesional tenaga medis telah memakai masker wajah selama bertahun-tahun. Jika klaim ini benar, maka seharusnya angka kasus kanker akan terlihat tinggi di antara populasi ini.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan di situsnya bahwa kanker bermula dari transformasi sel normal menjadi sel tumor. Hal ini terjadi dalam interaksi antara faktor genetik dan tiga jenis karsinogen eksternal yaitu fisik, kimiawi dan biologis. WHO menjelaskan bahwa "antara 30-50% kanker saat ini dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dan menerapkan strategi pencegahan berbasis bukti." Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di sini dan di sini.
 

[Cek Fakta] Benarkah Memakai Masker Dapat Menyebabkan Kanker? Cek Faktanya
 

Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, klaim memakai masker dapat menyebabkan kanker adalah salah. Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenisfabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100 persen tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
 

[Cek Fakta] Benarkah Memakai Masker Dapat Menyebabkan Kanker? Cek Faktanya
 

Referensi:
https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-masks-cause-cancer-idUSKBN26Q22N
https://www.lung.org/blog/covid-masks
https://archive.md/Hj8nm
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surelcekfakta@medcom.idatau WA/SMS ke nomor082113322016
 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif