Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial
Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial

[Cek Fakta] Pabrik Narkoba yang Digerebek di Tasikmalaya Semua Pelakunya Warga Tiongkok

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 05 Desember 2019 16:20
Unggahan akun Facebook Siti Hamdiah sempat ramai di media sosial. Unggahan video tersebut memperlihatkan proses penggerebekan pabrik narkoba. Disebutkan, sembilan orang pelaku diklaim Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok.
 
Pula, pmilik akun menambahkan narasi pada video tersebut bertuliskan: "PABRIK EXSTASI DI GRREBEG DI TASIKMALAYA PELAKUNYA SEEEEMUA CINA…MASIH BERSEKONGKOL DG CINA?".
 

[Cek Fakta] Pabrik Narkoba yang Digerebek di Tasikmalaya Semua Pelakunya Warga Tiongkok

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Penelusuran:
Setelah dilakukan penelusuran, video tersebut diambil saat polisi menggerebek pabrik narkoba berkedok pabrik sumpit di Awilega, Kelurahan Gununggede, Kecamatan Kawalu Kota, Tasikmalaya. Pelakunya bukan warga negara Tiongkok.
 
Dilansir dari Kompas.com, pada penggerebekan tersebut, polisi menangkap pelaku sembilan orang. Mereka adalah pelaku yang ditangkap di tiga lokasi yakni MJP (24) asal pelajar asal Cilacap, HE (39) asal asal Purwokerto, dan SU (38) asal Kota Tasikmalaya ditangkap saat penggerebakan pabrik. DPM (25) asal Cilacap, EC (24) asal Cilacap dan YE (27) asal Cilacap, ditangkap di sebuah gudang di Cilacap, serta AM (57) asal Bandung, SE (62) asal Cilacap dan NJ (25) asal Demak, ditangkap di salah satu rumah makan di Purwokerto.
 
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari mengatakan semua pelaku yang ditangkap diancam hukuman mati.
 
"Mereka jaringan internasional narkoba, dan jaringan besar narkotika di Indonesia," jelas Arman.
 

[Cek Fakta] Pabrik Narkoba yang Digerebek di Tasikmalaya Semua Pelakunya Warga Tiongkok
 

Kesimpulan:
Klaim yang menyebut pelaku yang tertangkap pada penggerebekan pabrik narkoba berkewarganegaraan Tiongkok adalah hoaks.
 
Kabar hoaks tersebut masuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
https://regional.kompas.com/berita/15361911-9-tersangka-jaringan-pabrik-narkoba-tasikmalaya-diancam-hukuman-mati
 

Sumber:
https://www.facebook.com/siti.hamdiah.330
 

 

(WAN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif