Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial
Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Ketua KPU Arief Budiman Siap Dikutuk Menjadi Batu Jika KPU Curang? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 20 Januari 2020 16:00
Beredar informasi di media sosial bahwa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bersedia dikutuk menjadi batu jika lembaganya terbukti curang. Informasi itu menyebar sejak Sabtu, 11 Januari 2020.
 
Akun Facebook Herry Yanti menyebarkan informasi tersebut dengan mengunggah foto tangkapan layar yang memperlihatkan judul sebuah artikel daring yang bertuliskan "Arief Budiman : Saya Siap Di Kutuk Menjadi Batu Jika KPU Curang” disertai foto Arie Budiman.
 
Hingga saat ini, foto tersebut sudah mendapat 268 respons dari warganet, 322 komentar, dan 46 kali dibagikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Ketua KPU Arief Budiman Siap Dikutuk Menjadi Batu Jika KPU Curang? Ini Faktanya
Penelusuran:
Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman siap dikutuk menjadi batu jika lembaganya terbukti curang adalah salah. Judul dalam artikel tersebut telah diedit.
 
Melalui reverse image, foto identik dimuat oleh Detik.com melalui artikel berjudul “Ketua KPU: Pemilu Serentak 2019 Melelahkan, Perlu Dievaluasi”. Artikel tersebut tayang pada Rabu, 24 April 2019. Foto itu diambil oleh fotografer Agung Pambudhi.
 
Di dalam artikel tersebut tidak ditemukan pernyataan Arief siap dikutuk menjadi batu. Artikel tersebut menjelaskan tentang saran Arief kepada pemerintah terkait petugas KPPS yang meninggal pada Pilpres 2019.
 
Berikut secara lengkap narasi dari Detik.com:
 
"Jakarta - Ketua KPU Arief Budiman menyarankan agar pemerintah mengevaluasi Pemilu Serentak 2019. KPU meminta ada pembicaraan khusus soal pemilu ini.
 
Awalnya, Arief menuturkan jumlah petugas KPPS yang ada di seluruh TPS Indonesia berkisar hampir 7,2 juta orang. Hingga saat ini, informasi yang didapatnya terkait petugas KPPS meninggal angkanya sudah melebihi 119, namun dia belum menjelaskan secara rinci totalnya.
 
Karena banyaknya kasus dan petugas KPPS yang gugur saat bertugas, Arief mengatakan perlu adanya evaluasi di pemilu kali ini. Dia menyebut akan ada evaluasi mulai dari teknis kerja hingga penyelenggaraan pemilu.
 
"Ya ini jadi perhatian kita semua, pasca-pemilu perlu kita lakukan evaluasi, bukan hanya terkait dengan sistemnya, tapi juga teknis kerjanya bagaimana, dengan teknis kerja seperti sekarang ini, orang nggak bisa selesaikan sampai dengan tengah malam, dia bahkan harus melanjutkan sampai dengan pagi sampai matahari terbit berikutnya," kata Arief di KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).
 
Arief menuturkan pemilu kali ini melelahkan semua pihak, baik petugas KPPS hingga peserta pemilu. Karena itu, dia kembali menekankan perlu ada pembahasan khusus terkait persoalan ini.
 
"Memang melelahkan, ini melelahkan bagi semua. Bagi penyelenggara pemilu, bagi peserta pemilu, bagi petugas keamanan, bagi masyarkat juga. Ini tentu melelahkan bagi semua, jadi saya pikir perlu dijadikan pembahasan bersama," tuturnya.
 
Sebelumnya, Komisioner KPU Viryan Aziz menyarankan agar pemilu serentak cukup dilaksanakan satu kali. Sebab, beban pemilu serentak melebihi kemampuan yang dimiliki.
 
"Pemilu serentak dengan 5 kotak suara cukup sekali saja, jangan lagi dilaksanakan," ujar Viryan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (23/4).
".
 

[Cek Fakta] Ketua KPU Arief Budiman Siap Dikutuk Menjadi Batu Jika KPU Curang? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman siap dikutuk menjadi batu jika lembaganya terbukti curang adalah salah. Judul dalam artikel tersebut telah diedit.
 
Informasi tersebut masuk kategori hoaks jenis imposter content (konten tiruan). Imposter content terjadi jika sebuah informasi mencatut pernyataan tokoh terkenal dan berpengaruh. Tidak cuma perorangan, konten palsu ini juga bisa berbentuk konten tiruan dengan cara mendompleng ketenaran suatu pihak atau lembaga.
 

Referensi:
https://news.detik.com/berita/d-4523198/ketua-kpu-pemilu-serentak-2019-melelahkan-perlu-dievaluasi?fbclid=IwAR3JuIZ1JET9yGw0EZW9_vDjSQOkE4ei6ZMv98tlba9_imrqprg7-57ycB8
 

Sumber:
https://www.facebook.com/groups/276665096312116/permalink/515039939141296/?_rdc=1&_rdr
 


 

(WAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif