Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Puluhan hingga Ratusan Anak SD di Indonesia Meninggal setelah Divaksin? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 16 Februari 2022 13:25
Beredar sebuah narasi bahwa sebanyak puluhan hingga ratusan anak sekolah dasar (SD) meninggal usia divaksin. Narasi ini beredar di WhatsApp, baru-baru ini.


"....Lebih lanjut, Ummu Neng mengatakan justeru dengan Vaksinasi ini imun anak-anak semakin rusak dan hancur. Buktinya, puluhan hingga ratusan Anak-Anak Sekolah Dasar di seluruh wilayah Indonesia banyak yang meninggal dunia setelah divaksin..."


 
[Cek Fakta] Puluhan hingga Ratusan Anak SD di Indonesia Meninggal setelah Divaksin? Ini Faktanya
 

Benarkah demikian?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa sebanyak puluhan hingga ratusan anak sekolah dasar (SD) meninggal usia divaksin, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu. Bahwa benar terdapat sejumlah kasus siswa SD meninggal setelah divaksin. Namun Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) memastikan kasus meninggal itu bukan karena vaksin Covid-19.
 
Di antaranya kasus DMZ, siswa kelas 4 SD di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. DMZ meninggal pada 17 Januari 2022 setelah divaksin di sekolahnya pada Sabtu 16 Januari 2022.
 
Namun Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat memastikan DMZ meninggal bukan karena vaksin. Tapi penyakin lain yang dideritanya saat vaksinasi berlangsung.


"Karena, hasil tim dokter anak penyebab kematian disebabkan demam berdarah dengue (DBD) dan konklusi medis ini bisa diambil karena ada hasil NS1 yang positif bahwa terinfeksi penyakit lain dan bukan dari vaksinasi covid-19," kata Uus seperti dimuat Media Indonesia, Selasa 18 Januari 2022.


 
[Cek Fakta] Puluhan hingga Ratusan Anak SD di Indonesia Meninggal setelah Divaksin? Ini Faktanya
 

Pula kasus siswa di Sukabumi yang meninggal beberapa hari usai vaksin. Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana memastikan V (10) meninggal bukan karena vaksin atau KIPI.

"Bukan (KIPI). Kasus itu demam berdarah dengan syok," kata Wahyu seperti dimuat Detik.com, Senin 24 Januari 2022.


[Cek Fakta] Puluhan hingga Ratusan Anak SD di Indonesia Meninggal setelah Divaksin? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa sebanyak puluhan hingga ratusan anak sekolah dasar (SD) meninggal usia divaksin, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Puluhan hingga Ratusan Anak SD di Indonesia Meninggal setelah Divaksin? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220101/1039078/komnas-kipi-belum-ada-kasus-meninggal-yang-disebabkan-vaksinasi-covid-19/
https://mediaindonesia.com/nusantara/465021/siswa-sd-di-tasikmlaya-meninggal-usai-divaksin-dinkes-sebut-karena-dbd
https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5912115/siswa-sukabumi-demam-tinggi-usai-vaksinasi-jubir-satgas-bukan-kipi
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan