Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial
Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Sering Test Covid-19 Berbahaya karena Bisa Picu Kanker? Cek Dulu Faktanya

Medcom Files kanker hoax Cek Fakta kabar hoaks
Wanda Indana • 22 Januari 2022 13:07
Beredar kabar yang menyebutkan alat swab test Covid-19 dapat menyebabkan kanker karena mengandung Ethylene Oxide. Kabar ituberedar di media sosial.
 
Akun Facebook Laurie Cameron Hall membagikan kabar itu pada Minggu, 16 Januari 2022. Akun itu mengunggah narasi dengan terjemahan sebagai berikut:
 
"Teman saya yang perawat baru saja memposting ini. Bahkan ujian itu buruk bagimu. ????
Tes PCR= ('PCR' singkatan dari Polymerase Chain Reaction)
Mereka buatan Tiongkok
-Jenuh dengan Etilena Oksida yang mudah terbakar, gas tidak berwarna dan karsinogen & imunogen. Digunakan dalam antifreeze untuk mobil & mesin. Juga digunakan sebagai pestisida & agen sterilisasi. Paparan EO dengan inhalasi meningkatkan risiko Limfoma Hodgkin, myeloma, Leukemia, kanker lambung dan payudara. Ini mutagenik & mengacaukan DNA Anda. Secara harfiah akan mengubah struktur blok bangunan tubuh Anda. Inhalasi akut pekerja hingga tingkat EO yang tinggi telah mengakibatkan mual, muntah, gangguan saraf, iritasi pernapasan dan bronkitis, cedera paru-paru, sesak napas, sakit kepala, diare, edema paru- paru, kanker limfoid, tumor otak, paru-paru, payudara, rahim dan jaringan ikat, emfisema, infeksi refraktori sinus (refraktori berarti tidak merespons perawatan normal). Peningkatan paparan dapat menyebabkan efek reproduksi dan keguguran, testisuler dan degenerasi sperma. Memengaruhi sistem saraf pusat & perifer Anda.
-Graphene Oksida= Racun beracun yang dikenal. Mereplikasi diri ketika terhubung ke 5G
-Litium= zat berbahaya bagi tubuh manusia.
-Hidrogel
(Mereka menempelkannya sepanjang jalan ke atas hidung Anda sehingga menggosokkannya di bagian belakang bagian hidung Anda agar dapat menempel di jaringan Anda & makan melalui penghalang darah/otak Anda. Semakin banyak tes yang Anda izinkan, semakin banyak tes itu akan menembus dan menimbulkan malapetaka pada otak & kelenjar pineal Anda dan menyebabkan Alzheimer yang ditetapkan awal)."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Benarkah? Berikut cek faktanya.
[Cek Fakta] Sering Test Covid-19 Berbahaya karena Bisa Picu Kanker? Cek Dulu Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa alat swab test Covid-19 dapat menyebabkan kanker karena mengandungEthylene Oxide adalah salah. Faktanya, klaim tersebut dibantah ahli.
 
Dilansir usatoday.com, profesor ilmu kesehatan lingkungan di University of Michigan, Stuart Batterman mengatakan,Ethylene Oxide memang diklasifikasikan oleh Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, sebagai suatu zat yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker. Namun, dalam kadar yang tinggi dan paparan yang lama.

"Ethylene Oxide mampu menghancurkan virus, bakteri, dan jamur. Dapat berbahaya bagi manusia jika terpapar dengan konsentrasi tinggi untuk jangka waktu yang cukup lama, bukan dari penggunaan swab test sesekali," kata Batterman.


Juru BicaraBadan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memastikan bahwa alat swab test Covid-19 aman digunakan. Meski sebelum dipasarkan, alat swab test disterilisasi menggunakan Ethylene Oxide. Namun, dalam kadar yang sesuai aturan dan aman.
 
"Sudah sesuai dengan konsensus yang disepakati secara internasional. Standar ini membantu memastikan tingkat etilen oksida pada perangkat medis berada dalam batas aman ," katanya.
 
Hal serupa juga diungkapkan Direktur pemasaran COPAN Diagnostics, Amanda Schmidt, salah satu produsen swab test Copan Diagnostics. Schimidtmemastikan seluruh alat swab test untuk Covid-19 tidak berbahaya.
 
"Ini untuk memastikan alat swab test Covid-19 aman untuk digunakan," tegas Schmidt.
 

Kesimpulan:
klaim bahwaalat swab test Covid-19 dapat menyebabkan kanker karena mengandungEthylene Oxideadalah salah. Faktanya, klaim tersebut dibantah ahli dan produsen swab test.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Sering Test Covid-19 Berbahaya karena Bisa Picu Kanker? Cek Dulu Faktanya
 

Referensi:
https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2021/08/06/fact-check-gas-sterilization-covid-19-test-swabs-safe/5452038001/
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif