Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Rekaman CCTV Tunjukkan Perempuan Pelaku Penyerangan di Mabes Polri tidak Membawa Senjata Apapun? Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 13 April 2021 12:29
Akun Facebook Alwi AlMaliky Usman mengunggah sejumlah foto peristiwa penyerangan Mabes Polri, Rabu 31 Maret 2021. Foto itu dinarasikan bahwa polisi salah sasaran karen perempuan yang menjadi pelaku penyerangan tidak membawa senjata apapun.
 
Berikut sebagiian narasi yang diunggah akun Alwi AlMaliky Usman:
 
"Lagi lagi polisi salah sasaran menembak orang tak bersalah
Polisi mengatakan bahwa ada teroris di mabes
Bagaimana bisa terjadi ?
Dan usut punya usut perempuan tersebut bukanlah teroris seperti yang dikatakan polisi sama media
*DIKIRA TERORIS, POLISI TEMBAK MATI SEORANG PEREMPUAN DI MABES POLRI*
Seorang perempuan tewas tergeletak di salah satu kawasan Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) sore. Perempuan itu ditembak karena dikira merupakan teroris.
Dari rekaman video CCTV yang beredar, terlihat perempuan itu sedang kebingungan seperti mencari jalan untuk keluar. Namun kemudian perempuan yang membawa map berwarna kuning itu tiba-tiba ditembak mati. "

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Rekaman CCTV Tunjukkan Perempuan Pelaku Penyerangan di Mabes Polri tidak Membawa Senjata Apapun? Cek Faktanya
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa perempuan pelaku penyerangan di Mabes Polri tidak membawa senjata apapun adalah salah. Faktanya, pelaku penyerangan membawa senjata airgun kaliber 4,5 mm. Perempuan berusia 25 tahun itu bahkan sempat mengeluarkan tembakan sebanyak enam kali ke arah petugas.
 
Dilansir Medcom.id melalui artikel berjudul "Senjata Airgun Milik ZA Ternyata Mematikan, Ini Bedanya dengan Airsoft Gun", Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono menjelaskan, senjata yang digunakan pelaku teror Zakiah Aini (ZA) saat menyerang Mabes Polri merupakan jenis Airgun berkaliber 4,5 milimeter.
 
Senjata Airgun menggunakan gas Co2 sebagai pendorong peluru. Co2 penggunaannya ditancapkan dan dipasang pada bagian popor senjata. Mekanisme penggunaannya menggunakan tekanan angin, mirip dengan cara kerja airsoft gun atau senapan angin. Namun yang membedakan adalah tekanan angin yang digunakan.
 
Peluru yang digunakan juga berbentuk bola kecil atau gotri terbuat dari logam. Sedangkan airsoft gun, menggunakan peluru dari plastik yang lebih ringan.
 
Karena itu, airgun lebih berbahaya dan lebih mematikan ketimbang airsoft gun, meski keduanya sama-sama berjenis senjata angin.
 

[Cek Fakta] Rekaman CCTV Tunjukkan Perempuan Pelaku Penyerangan di Mabes Polri tidak Membawa Senjata Apapun? Cek Faktanya
 

Pula, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap Muchsin Kamal (MK), penjual pistol berjenis Airgun 4,5 mm kepada penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini (ZA), 25. Muchsin sebelumnya pernah ditangkap atas kasus terorisme.
 
"Benar, yang bersangkutan mantan narapidana teroris (napiter) Jalin Jantho, Aceh pada 2010," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 6 April 2021.
 
Muchsin Kamal alias Imam Muda ditangkap Densus di Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Kamis, 1 April 2021. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Zakiah membeli Airgun kepada Muchsin Kamal secara daring. Namun, polisi belum mengungkap jasa yang digunakan Muchsin untuk mengirimkan pistol itu ke Zakiah.
 
"Masih pendalaman. Tapi, antara ZA dan MK tidak saling kenal," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada Medcom.id, Sabtu, 3 April 2021.
 

 
[Cek Fakta] Rekaman CCTV Tunjukkan Perempuan Pelaku Penyerangan di Mabes Polri tidak Membawa Senjata Apapun? Cek Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa perempuan pelaku penyerangan di Mabes Polri tidak membawa senjata apapun adalah salah. Faktanya, pelaku penyerangan membawa senjata airgun kaliber 4,5 mm. Perempuan berusia 25 tahun itu bahkan sempat mengeluarkan tembakan sebanyak enam kali ke arah petugas.
 
Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Rekaman CCTV Tunjukkan Perempuan Pelaku Penyerangan di Mabes Polri tidak Membawa Senjata Apapun? Cek Faktanya
 

 
Referensi:
1. https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/DkqlP7eb-senjata-airgun-milik-za-ternyata-mematikan-ini-bedanya-dengan-airsoft-gun
2. https://www.medcom.id/nasional/hukum/lKYwL0Xb-penjual-airgun-ke-penyerang-mabes-polri-eks-narapidana-teroris
3. https://www.medcom.id/nasional/hukum/xkEyW79k-penyerang-mabes-polri-alibi-tanya-kantor-pos
4. https://archive.md/B58ye
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif