Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek fakta] Pangdam Jaya Mengaku Diperintah Jokowi untuk Menyerang Ulama? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 24 November 2020 12:33
Beredar sebuah artikel berita yang berisi Panglima Kodam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman memgaku diperintah Presiden Joko Widodo untuk menyerang ulama dan umat Islam. Narasi beredar di media sosial facebook.
 
Akun facebook atas nama MasiSsa AhMad membagikan artikel ini pada 23 November 2020. Dalam unggahannya ia memberikan narasi.

"Akhirnya keluar juga pengakuan yang sangat jujur dari Mulutnya seorang TNI mayjen Dudung Abdurrachman itu.
 
ADU DOMBA adalah salah satu ciri-ciri yang suka di lakukan oleh Orang2 PKI, dan hal itu sering di lakukan oleh Jokowi bersama Teman2nya sesama Orang2 PKI itu"


[Cek fakta] Pangdam Jaya Mengaku Diperintah Jokowi untuk Menyerang Ulama? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim Pangdam Jaya diperintah Jokowi untuk menyerang ulama dan umat Islam adalah salah. Faktanya, artikel tersebut hasil suntingan dari berita sebenarnya. Dalam artikel tersebut, menggunakan kutipan foto yang salah. Foto dalam berita tersebut adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bukan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman.
 
Adapun foto tersebut adalah momen saat Panglima TNI melepas jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi anggota Satgas Kizi Konga XX-Q/Monusco misi PBB. Almarhum gugur ditembak kelompok bersenjata Allied Democratic Forces (ADF) saat bertugas mengirimkan logistik ke Temporary Operation Base (TOB) di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika pada 22 Juni 2020.
 
Dilansir Tribunnews.com, Pangdam Jaya membantah pencopotan baliho bergambar Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dudung mengatakan tindakannya tersebut adalah keputusannya sebagai Panglima di wilayah Kodam Jayakarta.
 
"Oh tidak ada. Saya bertanggung jawab langsung yang di Jakarta. Tidak ada hubungannya dengan presiden. Tidak ada sama sekali," kata Dudung.
 
Namun demikian sebelumnya ia mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya terkait keputusannya mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab di sejumlah wilayah di Jakarta.
 
[Cek fakta] Pangdam Jaya Mengaku Diperintah Jokowi untuk Menyerang Ulama? Ini Faktanya
 
Dilansir Detik.com, Dudung menegaskan tidak ada yang boleh mengganggu persatuan dan kesatuan NKRI. Dudung meminta Habib Rizieq Syihab (HRS) tidak merasa mewakili umat Islam.
 
"Jangan coba mengganggu persatuan dan kesatuan, jangan merasa bahwa dia (HRS) mewakili umat Islam, tidak semua, banyak umat Islam yang berkata, berucap, dan bertingkah laku baik," kata Dudung dilansir Detik.com.
 
Dudung kemudian mengatakan pencopotan baliho Habib Rizieq Syihab merupakan perintahnya. Dia menyebut baliho itu beberapa kali diturunkan tapi dipasang lagi.
 
"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," sebut dia.
 
[Cek fakta] Pangdam Jaya Mengaku Diperintah Jokowi untuk Menyerang Ulama? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim Pangdam Jaya diperintah Jokowi untuk menyerang ulama dan umat Islam adalah salah. Faktanya, artikel tersebut hasil suntingan dari berita sebenarnya.
 
Informasi ini jenis hoaks Imposter content (konten tiruan). Imposter content terjadi jika sebuah informasi mencatut pernyataan tokoh terkenal dan berpengaruh. Tidak cuma perorangan, konten palsu ini juga bisa berbentuk konten tiruan dengan cara mendompleng ketenaran suatu pihak atau lembaga.
[Cek fakta] Pangdam Jaya Mengaku Diperintah Jokowi untuk Menyerang Ulama? Ini Faktanya
Referensi:
1.https://archive.vn/5RQFa
2.https://news.detik.com/berita/d-5262677/pangdam-jaya-soal-hrs-jangan-merasa-dia-mewakili-umat-islam
3.https://www.tribunnews.com/nasional/2020/11/23/pangdam-jaya-bantah-dapat-perintah-dari-presiden-jokowi-copot-baliho-habib-rizieq
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif