Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Guru dan Dosen Disebut Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19? Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 21 Oktober 2020 15:53
Beredar kabar yang menyebutkan bahwa guru dan dosen menjadi kelinci percobaan vaksin virus korona tipe baru (covid-19). Kabar itu beredar di media sosial.
 
Akun Facebook Mon Mon membagikan kabar itu dengan mengunggah sebuah gambar tangkapan layar artikel berjudul "Perpres Disiapkan, Guru dan Dosen Bakal Masuk Kelompok Pertama yang Disuntik Vaksin" pada 3 Oktober 2020. Akun itu juga menambahkan keterangan pada ungghannya; bertuliskan sebagai berikut:

"Nah kan jadi adil sama sama dapat bantuan Pertanyaannya… Ini bantuan atau kelinci percobaan???".


 
[Cek Fakta] Guru dan Dosen Disebut Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19? Cek Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa bahwa guru dan dosen menjadi kelinci percobaan vaksin korona adalah salah. Faktanya, artikel tersebut menjelaskan bahwa guru dan dosen menjadi kelompok yang diprioritaskan mendapatkan suntikan vaksin. Artikel tersebut dimuat Wartakotalive.com, melalui artikel berjudul "Perpres Disiapkan, Guru dan Dosen Bakal Masuk Kelompok Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19" dimuat pada Selasa, 29 September 2020.Pada artikel itu disebutkan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan pemerintah memprioritaskan para pendidik yang menjadi garda terdepan di dunia pendidikan.
 
"Para dosen dan guru merupakan prioritas untuk penerima vaksin pertama," ucap Muhadjir dalam webinar yang digelar UMY, Senin (28/9/2020).
 
Muhadjir memperkirakan, vaksin Covid-19 akan tiba di Indonesia pada akhir tahun ini. Indonesia telah menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac, dalam pengembangan vaksin Covid-19. Selain vaksin impor, Muhadjir mengatakan Indonesia sedang mengembangkan vaksin di dalam negeri. Penduduk yang bakal divaksin pada tahap pertama, menurut Muhadjir, mencapai 147 juta orang. Muhadjir mengharapkan para mahasiswa membantu proses vaksinasi.
 

[Cek Fakta] Guru dan Dosen Disebut Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19? Cek Faktanya
 

Pula, dalam pemberitaan Medcom.id, melalui artikel berjudul "Empat Kelompok Prioritas yang Mendapat Vaksin Covid-19" dimuat 15 Oktober 2020, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan, ada empat kelompok masyarakat yang akan diprioritaskan untuk mendapat vaksin covid-19. Priotas utama ialah vaksinasi untuk tenaga kesehatan.
 
"Kita sudah sepakat pertama yang harus mendapatkan vaksin ialah frontliner, itu tenaga kesehatan," kata Amin dalam diskusi daring "Vaksin Merah Putih: Tantangan dan Harapan" Rabu 14 Oktober 2020.
 
Priotas kedua diberikan pada orang yang memiliki tanggung jawab keamanan. Dalam hal ini, vaksin diberikan kepada aparat penegak hukum."Tenaga yang lain seperti keamanan ketertiban dan yang lain-lainnya," ujarnya.
 
Setelahnya, diberikan kepada orang usia lanjut. Orang dengan penyakit penyerta atau komorbid pun juga masuk ke dalam prioritas ketiga. Orang lanjut usia dan memiliki komorbid didahulukan karena daya imunnya yang lemah. Vaksin bisa melindungi kerentanan kelompok masyarakat ini.
 
"Kemudian kita harus melindungi mereka yang high risk, kita harus melindungi mereka, karena mereka tidak punya imunitas yang cukup," tambahnya.
 
Berikutnya adalah kelompok yang memberikan pelayanan publik bagi masyarakat. Mereka yang menjadi pelayan publik ini diberikan vaksin terlebih dahulu karena sering kali bertemu orang banyak.
 
"Kelompok keempat yang terakhir adalah mereka yang dikhawatirkan (memiliki kegiatan berpindah-pindah), orang yang memiliki kontak tracing tinggi," pungkas Amin.
 

[Cek Fakta] Guru dan Dosen Disebut Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19? Cek Faktanya
 

 
Kesimpulan:
Klaim bahwa bahwa guru dan dosen menjadi kelinci percobaan vaksin korona adalah salah. Faktanya, artikel tersebut menjelaskan bahwa guru dan dosen menjadi kelompok yang diprioritaskan mendapatkan suntikan vaksin.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Guru dan Dosen Disebut Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19? Cek Faktanya
 

Referensi:
https://wartakota.tribunnews.com/2020/09/29/perpres-disiapkan-guru-dan-dosen-bakal-masuk-kelompok-pertama-yang-disuntik-vaksin-covid-19
https://www.medcom.id/pendidikan/riset-penelitian/RkjlVG9N-empat-kelompok-prioritas-yang-mendapat-vaksin-covid-19
https://archive.md/TE3Hu
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surelcekfakta@medcom.idatau WA/SMS ke nomor082113322016
 

Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini:https://bit.ly/2H42ayb
 

 
[Cek Fakta] Guru dan Dosen Disebut Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19? Cek Faktanya
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif