Tangkapan layar informasi di pesan berantai WhatsApp
Tangkapan layar informasi di pesan berantai WhatsApp

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Efek Korona di Turki Napi Produksi Masker, Indonesia hanya Keluar Lapas sambil TikTokan? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 07 April 2020 21:36
Beredar sebuah gambar memperlihatkan narasi bahwa efek korona terhadap warga binaan atau narapidana di Indonesia seolah hanya dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan (Lapas). Sementara di Turki dan Malaysia para warga binaan turut memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD).
 
Dalam sebuah gambar yang beredar melalui pesan berantai WhatsApp itu tampak tiga tangkapan layar artikel. Pertama, artikel berjudul "Lawan Virus Corona, Tahanan di Turki Memproduksi 1,5 Juta Masker."
 
Kedua artikel berjudul "Di Malaysia, Tahanan Diminta Menjahit APD untuk Bantu Dokter" dan ketiga artikel berjudul "Sambil Goyang Tiktok, 30 Napi di Gorontalo Melenggang Keluar Lapas".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Dari tiga judul artikel itu muncul narasi efek korona terhadap tahanan di beberapa negara, yakni, Turki, Malaysia dan Indonesia. [Cek Fakta] Efek Korona di Turki Napi Produksi Masker, Indonesia hanya Keluar Lapas sambil <i>TikTokan</i>? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa efek korona terhadap narapidana (napi) di Indonesia seolah hanya bebas dari lembaga pemasyarakatan (Lapas), adalah salah.
 
Bahwa benar di Gorontalo, Lapas Kelas II A Kota Gorontalo membebaskan sebanyak 66 napi menyusul terbitnya Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) terkait pencegahan virus korona. Para napi merayakan kebebasan dengan membuat video TikTok.
 
Dilansir Liputan6.com, Kalapas Kelas II A Gorontalo, Ignatius Gunaidi menjelaskan para napi telah menjalani satu per dua masa pidana atau dua pertiga masa pidana hingga 31 Januari 2020. Mereka mendapat asimilasi di rumah masing-masing.
 
"Mereka asimilasi di lingkungan rumah, untuk integrasi boleh di luar rumah. Namun sekali lagi, sesuai dengan arahan Pak Presiden semua masyarakat diimbau untuk tinggal di rumah," kata Kepala Bagian Humas dan Publikasi Ditjen Pemasyarakatan Rika Aprianti seperti dilansir Kompas.com, Senin 6 April 2020.
 
Meski demikian, tidak semua napi mendapat asimilasi. Mereka yang masih di dalam tahanan juga ada yang tetap produktif dengan membuat masker serta alat pelindung diri.
 

[Cek Fakta] Efek Korona di Turki Napi Produksi Masker, Indonesia hanya Keluar Lapas sambil <i>TikTokan</i>? Ini Faktanya
 

Misalnya di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Sejumlah napi wanita di Lapas itu memproduksi masker untuk dipakai sendiri dan masyarakat umum.
 
Para napi memiliki inisiatif untuk membantu mencegah penyebaran virus korona. Mereka mengajukan permohonan pengadaan mesin jahit kepada pihak Lapas.
 
Lapas setempat merespons usulan para napi. Dengan sigap, mesin jahit itu hadir di tengah-tengah napi.
 
"Saya diminta mereka carikan mesin jahit. Ya, saya cari. Hanya mampu beli satu unit mesin jahit,” Kata Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon Yusnaidi seperti dilansir Kompas.com, Minggu 5 April 2020.
 

[Cek Fakta] Efek Korona di Turki Napi Produksi Masker, Indonesia hanya Keluar Lapas sambil <i>TikTokan</i>? Ini Faktanya
 

Pula para napi di Lapas Kelas 2 B di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mereka diberdayakan membuat masker berbahan kain.
 
Inisiatif datang dari Kalapas setempat karena masker semakin langka. "Akhirnya kita beli bahan dan diproduksi lah masker ini, sedangkan untuk peruntukkannya masker diutamakan untuk petugas terlebih dahulu," kata Kasi Pembinaan dan Kegiatan Kerja Lapas Asep Saripudin seperti dilansir Detik.com, Sabtu 4 April 2020.
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa efek korona terhadap narapidana (napi) di Indonesia seolah hanya bebas dari lembaga pemasyarakatan (Lapas), adalah salah. Faktanya napi yang belum berhak dibebaskan, di antara mereka turut diberdayakan memproduksi masker dan APD untuk menekan penyebaran virus korona.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenissatire atau parodi. Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.
 
Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.
 
Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
 

Referensi:
1.https://www.liputan6.com/regional/read/4218831/bebas-penjara-puluhan-napi-lapas-kota-gorontalo-goyang-tiktok
2.https://nasional.kompas.com/berita/11501541-napi-yang-keluar-dari-penjara-lewat-program-asimilasi-tak-boleh-keluar-rumah
3.https://regional.kompas.com/berita/08503811-kegigihan-napi-perempuan-produksi-masker-di-tengah-wabah-corona
4.https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4965389/kreatif-napi-lapas-purwakarta-bikin-masker-kain-sendiri
 

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.
 


 

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif