NEWSTICKER
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Anak Usaha BUMN Impor Masker Bekas Tiongkok? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 20 Maret 2020 18:06
Beredar sebuah foto tangkapan layar pemberitaan berjudul "Virus Corona, Anak Usaha BUMN Ini Eskpor Masker ke China Senilai Rp1,2 Miliar." Artikel itu diklaim dimuat Kompas.com pada Jumat 31 Januari 2020.
 
Masih pada tangkapan layar itu, muncul narasi bahwa masker yang diekspor ke Tiongkok itu, bekasnya, akan diimpor kembali. Tentunya setelah direkondisi oleh pihak Tiongkok.
 
Berikut narasi lengkapnya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Perusahaan milik negara, milik rakyat.
Tega melakukan ini, meskipun mahal, rakyat masih sanggup beli.
Tapi di EKSPOR lalu nanti bekasnya diimpor balik setelah rekondisi kan oleh China."
Adalah akun facebook Nurul Aini yang mengunggah foto tangkapan layar tersebut pada Kamis 19 Maret 2020. Akun itu meminta warganet memaklumi perihal ekspor dan impor masker bekas tersebut.
 
"Maklumi aj,, yg mimpin sekarang kn kebanyakan orang dungu dan bloon,, kebanyakan juga kacungya si mata sipit," kata akun Nurul Aini.
 

[Cek Fakta] Anak Usaha BUMN Impor Masker Bekas Tiongkok? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa anak usaha BUMN mengimpor masker bekas Tiongkok, tidak berdasar.
 
Dalam artikel Kompas.com berjudul "Virus Corona, Anak Usaha BUMN Ini Eskpor Masker ke China Senilai Rp1,2 Miliar", disebutkan aktivitas ekspor anak usaha PT RNI (Persero), PT Rajawali Nusindo. Anak usaha BUMN itu, melakukan ekspor 3 juta lembar masker senilai Rp1,2 miliar.
 
Menurut Direktur Utama PT Rajawali Nusindo, Sutiyono, pihaknya mengekspor jutaan masker itu sebagai bentuk keprihatinan terhadap Tiongkok. Kala itu, Tiongkok tengah berjuang mengendalikan penyebaran virus korona atau covid-19.
 
"Kita melakukan pengiriman perdana sejumlah 3 juta masker produksi dalam negeri, di tengah keprihatinan kita yang mendalam atas wabah virus corona," kata Sutiyono seperti dilansir Kompas.com, Jumat 31 Januari 2020.
 
Sutiyono juga mempertimbangkan permintaan dalam negeri. Ia menyadari permintaan dalam negeri juga tinggi.
 
"Rencana produksi tahun ini total ada 15 juta," ujar dia.
 
Kala itu, kebutuhan atau permintaan masker di Indonesia masih normal. Pasalnya belum ada satupun kasus positif korona, meski diakui tetap waspada.
 

[Cek Fakta] Anak Usaha BUMN Impor Masker Bekas Tiongkok? Ini Faktanya
 
Kasus perdana warga positif terjangkit virus korona baru diumumkan pada Senin 2 Maret 2020. Presiden Jokowi yang langsung mengumumkan kasus tersebut didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
 
"Saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif korona. Tapi perlu saya sampaikan, sejak awal pemerintah benar-benar mempersiapkan," kata Jokowi seperti dilansir Lampost.co.
 

[Cek Fakta] Anak Usaha BUMN Impor Masker Bekas Tiongkok? Ini Faktanya

 

Pada Kamis 19 Maret 2020, Presiden Jokowi meminta ekspor masker dan alat kesehatan (alkes) lainnya dihentikan. Jokowi meminta perusahaan memproduksi lebih banyak dan mementingkan kebutuhan dalam negeri.
 
"Untuk ekspor masker dan alkes lebih baik disetop dan pastikan stok dalam negeri cukup," tegas Jokowi, seperti dilansir Medcom.id, Kamis, 19 Maret 2020.
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa anak usaha BUMN mengimpor masker bekas Tiongkok, tidak berdasar. Justru, perusahaan di Indonesia diminta memproduksi lebih banyak dan diminta memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100 persen tidak bisa dipertanggungjawabkan secara fakta.
 

Referensi:
1.https://money.kompas.com/berita/123706826-virus-corona-anak-usaha-bumn-ini-ekspor-masker-ke-china-senilai-rp-12-miliar
2.https://www.lampost.co/berita-virus-korona-sudah-masuk-ke-indonesia.html
3.https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/Wb70YzMk-jokowi-minta-ekspor-alkes-dan-masker-disetop
 

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.
 


 

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif