Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Said Aqil Sebut Tiongkok Bukan Negara Komunis, Yang Komunis Justru Arab? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 07 Mei 2021 12:55
Akun Facebook John Pribumi membagikan tangkapan layar sebuah artikel terkait pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj soal Tiongkok. Artikel itu menarasikan bahwa Tiongkok bukan negara Komunis, melainkan Arab.
 
Tangkapan layar itu disebar pada Kamis, 6 Mei 2021. Artikel diberi judul "Said Aqil: Negara China Bukan Negara Komunis, Yang Komunis Itu Justru Arab?".Pula, pemilik akun menambahkan keterangan pada unggagannya, sebagai berikut:
 

"Apakah Orang2 yg fanatik terhadap NU masih belum sadar, jika junjungannya semakin Ambyarrr ???"

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
[Cek Fakta] Said Aqil Sebut Tiongkok Bukan Negara Komunis, Yang Komunis Justru Arab? Ini Faktanya
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa Said Aqil Siradj menyebut bahwa Tiongkok bukan negara komunis, melainkan Arab adalah salah. Faktanya, tangkapan layar artikel yang beredar telah diedit.
 
Foto tangkapan layar yang asli berasal dari situs Times Indonesia. Judul aslinya “KH Said Aqil Siradj: Negara China bukan Negara Komunis” dimuat pada 17 Juli 2019. Artikel itu tidak menyebut negara Arab adalah negara komunis.
 
Dalam artikel itu, Said Aqil menyatakan bahwa tidak benar jika Tiongkok adalah negara komunis. Wacana bahwa Tiongko adalah negara komunis, menurut Said Aqil, hanya bagian dari skenario politik beberapa kelompok yang ingin menjatuhkan pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
 
Hal itu, dianggap sudah menjadi kasus yang wajar bagi Indonesia yang menganut sistem demokrasi dan berpotensi menggunakan agama dan keyakinan sebagai alat politik tertentu termasuk di Indonesia.
 
"Sudah tidak ada ateisme, komunisme dan yang lainya sudah tidak ada. Semua itu sudah menjadi kepentingan politik," kata Kiai Said Aqil Siradj, dalam acara bedah buku "Islam Indonesia dan China, pergumulan santri Indonesia di Tiongkok" di kantor PB NU, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).
 

[Cek Fakta] Said Aqil Sebut Tiongkok Bukan Negara Komunis, Yang Komunis Justru Arab? Ini Faktanya
 

Klaim ini juga sudah pernah dibahasa situs Turnbackhoax.id, melalui artikel berjudul "[SALAH] “Said Aqil: Negara China Bukan Negara Komunis, Yang Komunis Itu Justru Arab?” dimuat 25 Juli 2019, sumber klaim ini adalah situs Blog Embarxi (embarxi.blogspot[dot]com) yang terbit pada 23 Juli 2019.
 
Blog Embarxi memang pernah memuat artikel dengan judul “Said Aqil: Negara China Bukan Negara Komunis, Yang Komunis Itu Justru Arab?”. Namun, penelusuran di mesin pencari tidak ditemukan berita dari media kredibel yang memuat pernyataan Said Aqil mengenai klaim yang ada pada judul tersebut.
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Said Aqil Siradj menyebut bahwa Tiongkok bukan negara komunis, melainkan Arab adalah salah. Faktanya, tangkapan layar artikel yang beredar telah diedit.
 
Informasi ini jenis hoaksmanipulated content(konten manipulasi).Manipulated contentatau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.
 

[Cek Fakta] Said Aqil Sebut Tiongkok Bukan Negara Komunis, Yang Komunis Justru Arab? Ini Faktanya
 

Referensi:

1. https://www.timesindonesia.co.id/read/news/220873/kh-said-aqil-siradj-negara-china-bukan-negara-komunis
2. https://turnbackhoax.id/2019/07/25/salah-said-aqil-negara-china-bukan-negara-komunis-yang-komunis-itu-justru-arab/
3. https://archive.md/gsEHM
 

*Kami sangatsenang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel[email protected]atau WA/SMS ke nomor082113322016
 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif