Tangkapan layar pemberitaan palsu. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Beredar Surat Edaran MUI Serukan Ulama Tolak Rapid Test Covid-19? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 11 Januari 2021 11:51
Beredar sebuah foto yang memperlihatkan surat edaran mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tertanggal Jakarta, 03 April 2020. Surat itu berisi pemberitahuan kewaspadaan rapid test covid-19 bagi para ulama, kyai, dan ustaz di seluruh Indonesia.
 
Disebutkan, rapid test ini adalah modus operandi dari PKI (Partai Komunis Indonesia) atas perintah Tiongkok untuk menghabiskan tokoh agama Islam di Indonesia dan negara lain.
 
Akun Facebook Oezyl membagikan foto tersebut pada Jumat, 8 Januari 2021. Akun itu juga menambahkan narasi pada unggahan fotonya, bertuliskan sebagi berikut:

"Pki sm vaksin apa urusannya???

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Hadeuhh mui mui mui kumpulan anjing anjing penjaga cendana yg membuat kegaduhan dnegri ini"

[Cek Fakta] Beredar Surat Edaran MUI Serukan Ulama Tolak <i>Rapid</i> <i>Test</i> Covid-19? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa MUI membuat surat edaran berisi seruan kepada ulama di Indonesia untuk menolak rapid test covid adalah salah. Faktanya, surat yang beredar adalah surat palsu yang menyatut MUI.
 
Surat edaran mencatut MUI sudah beredar tahun lalu. Tim Cek Fakta Medcom.id sudah pernah memeriksa surat edaran tersebut pada artikel berjudul "[Cek Fakta] Surat MUI Berisi Seruan kepada Ulama untuk Menolak Rapid Test Hoaks, Ini Faktanya" dimuat pada 27 Mei 2020. Faktanya, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Informasi dan Komunikasi, Amirsyah Tambunan mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat tersebut. Surat yang beredar tersebut adalah hoaks atau berita bohong.
 
"Itu berita hoaks yang sangat tidak masuk akal," kata Amirsyah, 24 Mei 2020.
 
Amirsyah meminta masyarakat untuk tak terpengaruh upaya adu domba tersebut. Dia mewanti-wanti agar semua pihak berpikir rasional dalam mengatasi pandemi Covid-19. Amirsyah juga mengatakan MUI tak menolak rapid test.
 
"Secara medis kan orang harus di-rapid test untuk mengecek apakah dia terinfeksi atau tidak," kata Amirsyah.
 

[Cek Fakta] Beredar Surat Edaran MUI Serukan Ulama Tolak <i>Rapid</i> <i>Test</i> Covid-19? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran: klaim bahwa MUI membuat surat edaran berisi seruan kepada ulama di Indonesia untuk menolak rapid test covid adalah salah. Faktanya, surat yang beredar adalah surat palsu yang menyatut MUI.
 
Informasi tersebut masuk dalam aktegori hoaks jenis Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
 

[Cek Fakta] Beredar Surat Edaran MUI Serukan Ulama Tolak <i>Rapid</i> <i>Test</i> Covid-19? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/9K50yd1k-surat-mui-berisi-seruan-kepada-ulama-untuk-menolak-rapid-test-hoaks
https://archive.md/3tWfA
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 
Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini:https://bit.ly/2H42ayb
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif