Tangkapan layar klarifikasi di internet
Tangkapan layar klarifikasi di internet

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Direktur PWC Indonesia Meninggal karena Positif Korona? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 26 Maret 2020 16:31
Beredar narasi melalui pesan berantai WhatsApp bahwa salah satu Direktur PriceWaterhouseCoopers (PWC) Dany Unardi Umar meninggal dunia karena positif terjangkit virus korona atau covid-19. Almarhum Dany sempat menjalani serangkaian penanganan hingga dinyatakan meninggal pada Minggu 22 Maret 2020.
 
Berikut narasi lengkapnya:
 
"Berita tragis..untuk kewaspadaan kita

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
DIREKTUR PWC MENINGGAL KARENA COVID-19 SETELAH MELEWATI RUTE PERAWATAN BERLIKU - https://anggaran.news/direktur-pwc-meninggal-karena-covid-19-setelah-melewati-rute-perawatan-berliku/ JAKARTA—Anggaran.news: Kabar dua menimpa profesional global asli Indonesia. Direktur PriceWaterhouseCoopers (PWC) Dany Unardi Umar. Pria profesional muda ini meninggal dunia pada 22 Maret 2020 pukul 17:30 di RS Persahabatan dalam kondisi positif terjangkit virus corona (Covid-19). Yang menyayat hati dan menegangkan adalah kronologi bagaimana ia melewati rute pengobatan hingga akhirnya tewas.
 
Dalam whats app group yang beredar terungkap kronologi kondisi pria lulusan University of Oregon ini. Berikut kronologinya:
 
06/03 Deny mulai tak enak badan, dan bekerja dari rumah (work from home—WFH). Awal symptomnya seperti food poisoning karena habis makan bareng orang tua dan semua sakit
 
06/03-12/03 home care dengan obat seperti rhinos, panadol, imboost, dan makan bersih
 
13/03 Deny ke dokter THT RS MMC konsultasi dengan dokter Anida. Diagnosa: infeksi tenggorokan. Diberi antibiotik abbotic 5 pcs (1 hari 1 kali) dan cataflam (3 kali sehari)
 
14/03 Tidak ada perbaikan, lalu ke dokter THT RS Husada Mangga Besar dengan Dr Cholil. Diagnosa: infeksi tenggorokan. Deny diberi obat antibiotik sharox 500 mg (2x sehari), obat racik untuk flu demam dan batuk (3 x shari), obat lambung agar tidak maag sehari 2x
 
17/03 Penyakit Deny tidak ada perbaikan signifikan, lalu ia ke internist RS Mitra Kemayoran bertemu dengan Dr. Siddharta Salim. Deny dicek darah limfosit rendah dan foto thorax, ada bercak putih di kedua paru-parunya. Lalu dirujuk dengan surat ke RSPI Sulianti Saroso (SS).
 
17/03 Sesmapai di RSPI SS ditolak, namun setelah perdebatan dengan surat rujukan, Deny di rawat di IGD dengan selang oksigen selama kurang lebih 4,5 jam. Kemudian di dismiss dari RSPI SS dengan diagnosa pneumonia biasa dan diberi obat: methisophrinol 500 mg 4x sehari, fluimucil granule 400 mg 3x sehari, levofloxacin 1x shari 500 mg.
 
18/03: Deny mengalami batuk menjadi lebih intens. Setiap bangun batuk. Hanya makan sup dan telur setengah mentah dengan disuapin.
 
19/03: Deny mengalami batuk ada bercak darah. Lalu di bawa ke Pulmonologist MRCCC Semanggi bertemu dengan Dr. Arifin Nawas. Diagnosa: Pneumonia Duplex. Disarankan rawat inap oleh dokter namun ditolak rumah sakit karena alasan “hanya untuk cancer dan tumor”.
 
19/03 siang: Dr. Arifin Nawas kasih surat rujukan ke RS Abdi Waluyo Menteng untuk dirawat oleh dia sendiri disana. Namun sampai di RS Abdi Waluyo di tes ulang lagi (darah & thorax) dan meskipun kondisi darah membaik, bercak putih di thorax bertambah banyak hampir menutupi kedua paru. Sembari menunggu diberikan selang oksigen di IGD sampai jam 8 malam.
 
19/03 Pukul 20.30 malam tiba di IGD RSUP Persahabatan. Menunggu hingga pukul 11.00 malam untuk diantar dengan ambulance ke gedung Pinere tempat isolasi pasien suspect Covid-19.
 
19/03 Menunggu hinggal pukul 00.40 subuh sampai masuk ke ruang isolasi untuk diberikan bantuan pernapasan selang
 
20/03 Deny di test swab pertama. Estimasi hasil di 23/03. Obat yg diberikan sementara: antibiotik, antivirus, immunomodulator dan vitamin dan infus cairan. Deny kesulitan tidur, tidak bisa makan dan berjalan ke toilet karena batuk, dada sesak dan sakit.
 
21/03: Deny konsultasi dokter Pinere dengan Dr. Heidy (penanggung jawab Deny). Hasil foto thorax 20/03 menunjukkam perbaikan dibandingkan tanggal 19/03 di RS Abdi Waluyo. Tes darah tidak disebut, namun saturasi oksigen di 88%.
 
22/03 Pukul 00.30 Keluarga ditelepon oleh dokter jaga Dr. Rianti bahwa Deny butuh bantuan ventilator karena pasien meraung-raung dan melepaskan alat kesehatan infus dan masker oksigen. Saturasi di 83%. Jam 00.55 keluarga sudah tanda tangan dokumen persetujuan dan mulai proses pemasangan. Jam 03:25 selesai proses pemasangan
 
22/03 Pukul 10 pagi pasien status setengah sadar. Jam 17.30 meninggal dunia.
 
“Please don’t get sick, they do not know how to handle us. This is scary," demikian pernyataan sesal keluarga Deny."

 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Direktur PriceWaterhouseCoopers (PWC) Indonesia Dany Unardi Umar meninggal dunia karena positif terjangkit virus korona atau covid-19, belum dapat dipastikan.
 
Menurut Direktur Hubungan Eksternal dan Komunikasi PWC Indonesia, Daniel Rembeth, bahwa benar salah satu koleganya meninggal dunia pada Minggu 22 Maret 2020. Namun pihaknya belum dapat memastikan penyebab terkait wafatnya salah seorang kolega.
 
"Memang benar kami kehilangan seorang kolega pada hari Minggu sore yang lalu. Mengenai penyebabnya, kami belum bisa memastikan karena belum adanya hasil visum resmi," kata Daniel kepada Medcom.id, Kamis 26 Maret 2020.
 
Daniel menuturkan almarhum terakhir bekerja di kantor pada Kamis 5 Maret 2020. Pihaknya pun telah menelusuri pihak-pihak terkait yang sempat berinteraksi dengan almarhum selama periode 2 Maret hingga 5 Maret 2020.
 
Daniel menambahkan, pihaknya juga telah meminta sejumlah orang yang sempat berinteraksi dengan almarhum untuk mengisolasi diri dan datang berkunjung ke dokter.
 
"Bahkan sebelum kematian yang menyedihkan dari anggota staf kami, PwC Indonesia telah menerapkan sejumlah langkah yang bertujuan melindungi karyawan dan klien kami, sambil terus melakukan yang terbaik untuk menyediakan layanan dengan standar setinggi mungkin," terang Daniel.
 

[Cek Fakta] Direktur PWC Indonesia Meninggal karena Positif Korona? Ini Faktanya
 

Berikut keterangan selengkapnya yang telah diunggah di situs resmi PWC Indonesia:
 
Klien, kolega, dan pemangku kepentingan yang terhormat,
 
Saya harap ini menemukan Anda dengan baik dan tetap sehat di masa-masa sulit ini.
 
Seperti yang mungkin Anda dengar melalui berbagai saluran, kami sangat sedih untuk memastikan bahwa salah satu staf kami meninggal pada sore hari Minggu, 22 Maret 2020, saat dirawat di RS Persahabatan. Kami belum menerima konfirmasi formal tentang penyebab kematian, tetapi mengingat perawatan yang ia jalani, kami merasa perlu untuk memberi tahu semua pemangku kepentingan tentang fakta dan keadaan serta respons kami:
 
Hari terakhir almarhum di kantor kami adalah Kamis, 5 Maret 2020, lebih dari 2 minggu yang lalu.
Kami telah melakukan penelusuran kontak untuk semua staf dan klien yang berhubungan dengannya selama periode 2 - 5 Maret 2020, dan sedang dalam proses menginformasikan semua yang diidentifikasi.
Kami tidak mengetahui adanya staf yang menunjukkan gejala serupa selama periode itu, jadi kami berharap bahwa keputusan orang yang meninggal untuk melakukan isolasi diri telah mengurangi risiko bagi orang lain. Namun, ini tentu saja bukan kepastian mengingat sedikitnya yang diketahui tentang virus ini. Karena itu kami menasihati siapa pun yang diidentifikasi telah melakukan kontak dengan almarhum untuk mengisolasi diri dan mencari nasihat medis.
Bahkan sebelum kematian yang menyedihkan dari anggota staf kami, PwC Indonesia telah menerapkan sejumlah langkah yang bertujuan melindungi karyawan dan klien kami, sambil terus melakukan yang terbaik untuk menyediakan layanan dengan standar setinggi mungkin.
 
Untuk mengurangi risiko bagi orang-orang kami dan orang-orang klien kami, sejak 2 Maret staf kami telah didorong untuk bekerja dari rumah di mana mungkin, dan sejak 16 Maret, telah wajib bekerja dari rumah kecuali di mana ada kebutuhan bisnis yang mendesak. Ini sesuai dengan rekomendasi pemerintah, dan kami memahami banyak klien kami mengikuti pendekatan serupa.
 
Kami akan terus melayani klien kami dari jarak jauh. Investasi teknologi kami selama beberapa tahun terakhir telah memungkinkan kami untuk terus bekerja hampir seperti biasa, dan kami berusaha untuk memastikan ada gangguan minimal terhadap layanan kami.
 
Tentu saja di saat-saat yang tidak biasa seperti ini, kemungkinan ada beberapa penundaan dan ketidaknyamanan, tetapi tujuan kami adalah memastikan hal ini diminimalkan. Kami mencatat bahwa Pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa langkah penyambutan dalam menunda tenggat waktu pelaporan untuk pengarsipan rekening tahunan ke bursa saham dan pengajuan pengembalian pajak pribadi. Silakan hubungi saya atau kontak PwC Anda yang biasa untuk membahas opsi-opsi ini lebih lanjut.
 
Meskipun kami tidak tahu bagaimana wabah COVID-19 akan berkembang selama beberapa minggu dan bulan mendatang, kami bekerja dengan seluruh jaringan PwC untuk mempelajari pelajaran dari rekan-rekan di negara-negara yang telah menghadapi tantangan ini selama beberapa waktu. Kami yakin bahwa kami memiliki kebijakan dan prosedur yang tepat untuk terus melayani pemangku kepentingan kami sebaik mungkin.
 
Atas nama PwC Indonesia, saya ingin mengucapkan semoga sukses dalam bekerja di saat yang penuh tantangan ini. Yakinlah bahwa kami akan selalu di sini untuk mendukung Anda.
 
Harap jangan ragu untuk menghubungi saya, kontak mitra PwC Indonesia Anda yang biasa, atau Daniel Rembeth, Direktur Hubungan Eksternal dan Komunikasi, jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut, atau memiliki masalah mendesak yang dapat kami bantu.
 

Irhoan Tanudiredja
Mitra Senior
PwC Indonesia

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Direktur PriceWaterhouseCoopers (PWC) Indonesia Dany Unardi Umar meninggal dunia karena positif terjangkit virus korona atau covid-19, belum dapat dipastikan.
 

Referensi:
1. Wawancara dengan Direktur Hubungan Eksternal dan Komunikasi PWC Indonesia, Daniel Rembeth
2. https://www.pwc.com/id/en/message-from-pwcid-territory-senior-partner.html
 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif