Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Pelarangan Masker Scuba Dikabarkan karena Alasan Politik Perusahaan? Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 22 September 2020 17:00
Akun Facebook Tommy Cen mengunggah kolase foto yang memperlihatkan pemberitaan media televisi. Diklaim, foto-foto tersebut terkait dengan pelarangan masker jenis scuba karena alasan politik perusahaan.
 
Akun tersebut mengunggah foto-foto tersebut pada 16 September 2020. Hingga tangkapan layar, unggahan itu mendapat respons warganet, terdiri dari 50 emotikon, 13 komentar, dan 118 kali dibagikan ulang.
 
Pemilik akun juga menambahkan narasi pada unggahannya, bertuliskan sebagai berikut:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"ini politik perusahaan beneran...dl awal podemi masker di save harga di naikan selangit & kluar lah masker scuba produksi rmhan harga murah jg bisa di cuci pakai lagi...skrg di larang masker scuba krn masker mereka tdk laku jg mahal...bantu tdk mlh sll nyusahin masyarakat melulu...bila mau membantu stiap rumah di bagi masker 1 kotak/bln scr free n sosialisasi br jlnin larangan itu".
[Cek Fakta] Pelarangan Masker <i>Scuba</i> Dikabarkan karena Alasan Politik Perusahaan? Cek Faktanya
 

 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa pelarangan masker bertipe scuba karena alasan politik perusahaan tidak terbukti. Faktanya, pelarangan penggunaan masker scuba karena alasan efektivitas fungsinya.
 
Dilansir Medcom.id, Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan, penggunaan penutup mulut jenis scuba maupun buff tidak bisa mencegah droplet yang mengandung bakteri dan virus. Dia bilang, scuba dab buff memiliki perbedaan dengan masker.
 
Yurianto mengaskan peran masker tak bisa digantikan. Mantan juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu mengajak warga tetap memakai masker berbahan kain yang tebal.
 
"Scuba itu masker bukan? Buff itu masker bukan? Lah bukan. Jadi please, masker. Masker, titik. Jangan ditawar-tawar lagi," ujar dia.
 

[Cek Fakta] Pelarangan Masker <i>Scuba</i> Dikabarkan karena Alasan Politik Perusahaan? Cek Faktanya
 

Pula, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher RS Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp. THT-KL., juga menegaskan bahwa masker scuba tidak efektif dalam memberikan perlindungan terhadap penularan virus korona penyebab covid-19.
 
"Masker scuba memiliki efektifitas paling kecil hanya sekitar 0-5 persen, sehingga tidak cukup untuk proteksi," tegas Mahatma dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 September 2020.
 
Artinya, pemakaian masker scuba kurang efektif melindungi area hidung dan mulut penggunanya dari kontak dengan percikan, tetesan, maupun partikel yang mungkin terpapar virus korona. Oleh sebab itu, dia tidak menyarankan pemakaian masker scuba sebagai alat pelindung dari penularan virus korona.
 
"Tidak disarankan pakai scuba atau buff masker karena kemampuan filtarsinya sangat kecil. Masyarakat disarankan memakai masker kain tiga lapis yang memiliki efektivitas penyaringan partikel 50-70 persen," tutur pria yang akrab disapa Boni ini.
 
Masker scuba, lanjutnya, dibuat dari bahan tipis elastis yang hanya terdiri dari satu lapisan kain. Selain itu, bahan yang elastis menjadikan masker memiliki kecenderungan melonggar saat dipakai.
 
"Bahannya elastis, sehingga serat atau pori-pori masker jadi longgar atau membesar. Jadi, meski pakai scuba berlapis-lapis akan sia-sia karena bahannya melar," paparnya.
 

[Cek Fakta] Pelarangan Masker <i>Scuba</i> Dikabarkan karena Alasan Politik Perusahaan? Cek Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa pelarangan masker bertipe scuba karena alasan politik perusahaan tidak terbukti. Faktanya, pelarangan penggunaan masker scuba karena alasan efektivitas fungsinya.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Pelarangan Masker <i>Scuba</i> Dikabarkan karena Alasan Politik Perusahaan? Cek Faktanya
 
Referensi:
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/GNl43OBN-kalau-scuba-dan-buff-bisa-gantikan-masker-sekalian-saja-pakai-kertas
https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/PNgWD84N-ugm-pakai-masker-scuba-berlapis-lapis-pun-sia-sia
https://archive.md/GJY09
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif