Tangkapan layar informasi di media sosial
Tangkapan layar informasi di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Foto Keluarga Cendana Ikut Kawal Aksi Tolak RUU HIP? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 29 Juni 2020 07:21
Beredar sebuah foto memperlihatkan Siti Hediati Haridjadi atau alias Titiek Soeharto sedang bersama sejumlah orang. Foto itu beredar di media sosial.
 
Adalah akun facebook Dwi Basuki yang mengunggah foto tersebut, Minggu 28 Juni 2020. Akun itu membuat narasi bahwa keluarga Cendana tersebut ikut mengawal aksi tolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).
 
"#BadutanPolitik
Episode:
DONATUR NGAK MAU RUGI
Dua NYONYA BESAR dari klan cendana tertangkap kamera mengawal aksi demo nenolak RUU HIP,"
tulis akun Dwi Basuki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 171 emotikon, 90 komentar dan 20 kali dibagikan.
[Cek Fakta] Foto Keluarga Cendana Ikut Kawal Aksi Tolak RUU HIP? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa foto itu memperlihatkan Siti Hediati Haridjadi alias Titiek Soeharto ikut mengawal aksi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP), adalah salah. Faktanya, tidak ditemukan informasi valid mengenai hal tersebut.
 
Pada foto itu, Titiek dan sejumlah orang lainnya tidak menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, tidak ada satupun yang menggunakan masker. Sementara aksi tolak RUU HIP berlangsung di tengah pandemi covid-19.
 
Justru kami menemukan foto Titiek mengenakan pakaian identik seperti pada foto yang menyebut Titiek ikut aksi tolak RUU HIP. Di antaranya seperti dilansir Tempo.co dalam artikel berjudul "Saat Massa Aksi di MK Berebut Berfoto dengan Titiek Soeharto".
 
Di dalam artikel itu, Titiek terlihat mengenakan baju krem dilengkapi topi berwarna senada dan selendang hijau bermotif paisley. Kala itu, Titiek ikut dalam aksi kawal sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.
 

[Cek Fakta] Foto Keluarga Cendana Ikut Kawal Aksi Tolak RUU HIP? Ini Faktanya
 

Berikut artikel selengkapnya:
 
Saat Massa Aksi di MK Berebut Berfoto dengan Titiek Soeharto
 
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Titiek Soeharto ikut menghadiri aksi massa Halal Bihalal PA 212 untuk mengawal sidang putusan MK. Kedatangannya menjadi pusat perhatian massa.
 
Titiek turun di sekitar massa yang berada di dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juni 2019. Massa yang melihat sosok Titiek pun segera mendekati.
 
Massa juga berebut untuk meminta berswafoto bersama putri mantan presiden Soeharto itu. Ada yang berfoto berdua, ada juga yang berfoto beramai-ramai.
 
Titiek menggunakan baju berwarna krem dan topi senada. Ia tampak sabar meladeni massa yang ingin berfoto dengannya.
 
Massa menyiapkan kamera ponsel masing-masing. Sesekali juga terlihat Titiek Soeharto memegang ponsel milik massa untuk berswafoto. Setiap orang yang selesai berswafoto dengan langsung menyalami dan mengucapkan terima kasih. "Terima kasih mba, Insya Allah menang," ujar salah satu massa.

 
Dilansir Medcom.id, Titiek kala itu turut ambil bagian menuntut MK memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih periode 2019-2024. Titiek mengaku kecewa bila MK tidak mengabulkan tuntutan tersebut.
 
"Tentunya akan kecewa kalau mereka tidak bisa memutuskan yang baik, malah memenangkan yang curang itu, tentunya kita pasti akan kecewa, semua pasti akan kecewa," kata Titiek seperti dilansir Medcom.id, Kamis 27 Juni 2019.
 

[Cek Fakta] Foto Keluarga Cendana Ikut Kawal Aksi Tolak RUU HIP? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa foto itu memperlihatkan Siti Hediati Haridjadi alias Titiek Soeharto ikut mengawal aksi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP), adalah salah. Faktanya, tidak ditemukan informasi valid mengenai hal tersebut.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 

Referensi:
https://metro.tempo.co/read/1218933/saat-massa-aksi-di-mk-berebut-berfoto-dengan-titiek-soeharto
https://www.medcom.id/pemilu/news-pemilu/JKRVRn7K-titiek-soeharto-tuntut-mk-memenangkan-prabowo
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id
 

 

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif