Adalah akun facebook Alfatahroem Roem yang turut mengunggah narasi tersebut, Selasa 15 Desember 2020. Berikut narasi selengkapnya:
"Pernyataan Awal Ada Tembak Menembak Tapi Saat Rekonstruksi Tidak ada Tembak Menembak
Bgemana Masyarakat Bisa Percaya??"
Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 2 ribu emotikon, 222 komentar dan 140 kali dibagikan.
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa tidak ada baku tembak dalam rekonstruksi terkait peristiwa meninggalnya enam laskar FPI, adalah salah. Faktanya, ada adegan baku tembak dalam rekonstruksi yang dilakukan polisi. Tim gabungan dari Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi pada Senin dini hari, 14 Desember 2020. Ada 4 tempat kejadian perkara (TKP) dalam rangkaian rekonstruksi untuk menggambarkan peristiwa pada 7 Desember 2020.
"Rekonstruksi ini hasil dari berita acara pemeriksaan (BAP), olah TKP (tempat kejadian perkara), dan bukti-bukti petunjuk," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono seperti dilansir Medcom.id, 14 Desember 2020.
![[Cek Fakta] Benarkah tak Ada Baku Tembak dalam Rekonstruksi terkait Meninggalnya 6 Laskar FPI? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-17%20at%2014_07_19.png)
Pertama, TKP di depan Hotel Novotol, Karawang, Jawa Barat. Di dalam reka ulang itu, mobil yang ditumpangi polisi dipepet mobil Toyota Avanza yang ditumpangi anggota FPI.
Mobil itu kemudian pergi setelah memepet mobil petugas. Kemudian dari arah belakang, mobil lain, Chevrolet Spin, yang ditumpangi anggota FPI, kemudian berhenti di depan mobil polisi.
Empat anggota FPI keluar dari mobil sambil membawa senjata tajam dan memukul mobil polisi. Polisi lalu keluar dari mobil dan melepaskan tembakan peringatan.
"Tindakan itu membuat empat anggota FPI kembali ke dalam mobil. Dua orang yang berada di dalam mobil Chevrolet Spin melepaskan tiga tembakan ke arah mobil polisi saat melaju," tulis Medcom.id dalam laporannya, Senin 14 Desember 2020.
Dari sini mulai ada baku tembak atau tembak-menembak. Polisi melepaskan tembakan peringatan lantaran ulah anggota FPI sebelumnya yang memepet mobil petugas dan megadang petugas sembari membawa senjata tajam.
Setelah ada tembakan peringatan dari polisi, anggota FPI yang membawa senjata tajam itu kembali ke mobil Chevrolet Spin. Dan dari dalam mobil itu, dua orang terlihat melepaskan tembakan ke arah mobil polisi sebanyak tiga kali.
Alhasil, polisi dan anggota FPI itu terlibat kejar-kejaran di Jembatan Badami. Baku tembak kembali terjadi.
"Mobil Chevrolet Spin milik anggota FPI terus melaju ke arah Tol Jakarta-Cikampek," tulis Medcom.id dalam laporannya.
Kemudian TKP ketiga di rest area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu karena polisi menemukan mobil Chevrolet dan polisi mengadang mobil tersebut. Empat polisi keluar mobil dan mengepung mobil yang ditumpangi anggota FPI.
Polisi menemukan enam orang di dalam mobil Chevrolet tersebut. Dua di antaranya diklaim sudah meregang nyawa pascabaku tembak.
"Di dalam proses pengejaran terlihat gelagat dari pelaku yang mencoba mengerahkan tembakan kepada petugas. Daripada didahului, anggota (lalu) melakukan tindakan tegas," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Andi Rian Djajadi.
Artinya, dua dari 6 orang laskar FPI, sudah tewas dalam aksi pengejaran.
Polisi kemudian menangkap empat anggota FPI yang masiih tersisa dan memasukkan mereka ke dalam mobil polisi. Mereka hendak dibawa ke Polda Metro Jaya.
Tiga anggota FPI duduk di kursi paling belakang dan satu anggota FPI duduk di sebelah polisi di bagian tengah mobil. Mereka semua tidak diborgol.
Saat mobil polisi melaju tak jauh dari Rest Area KM 50, tepatnya di TKP keempat yakni KM 51 Tol Jakarta-Cikampek, keempat anggota FPI mencoba merebut senjata api polisi. Merespons aksi itu, polisi menembak empat anggota FPI di dalam mobil.
"Di situ, terjadi upaya dari penyidik yang ada dalam mobil untuk melakukan tindakan pembelaan sehingga empat pelaku yang ada di dalam mobil tersebut semuanya mengalami tindakan tegas dan terukur dari anggota yang ada dalam mobil," kata Andi.
Andi mengatakan empat anggota FPI yang ditembak dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati Polri, Jakarta Timur. Namun, nyawa mereka tak tertolong.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai rekonstruksi yang dilakukan kepolisian terdapat kejanggalan. Di antaranya soal empat anggota FPI yang hendak dibawa polisi ke Polda Metro Jaya, tidak diborgol.
"Ini sangat aneh. Rizieq (Pemimpin FPI Rizieq Shihab) sendiri saat dibawa ke sel tahanan di Polda Metro Jaya, tangannya diborgol aparat. Kenapa keempat anggota FPI yang baru selesai baku tembak dengan polisi itu tangannya tidak diborgol saat dimasukkan ke mobil polisi?" kata Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane seperti dilansir Liputan6.com, Senin 14 Desember 2020.
![[Cek Fakta] Benarkah tak Ada Baku Tembak dalam Rekonstruksi terkait Meninggalnya 6 Laskar FPI? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-17%20at%2014_07_39.png)
Kesimpulan:
Klaim bahwa tidak ada baku tembak dalam rekonstruksi terkait peristiwa meninggalnya enam laskar FPI, adalah salah. Faktanya, ada adegan baku tembak dalam rekonstruksi yang dilakukan polisi.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
![[Cek Fakta] Benarkah tak Ada Baku Tembak dalam Rekonstruksi terkait Meninggalnya 6 Laskar FPI? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/hoaks%20mislead(37).jpeg)
Referensi:
https://www.medcom.id/nasional/hukum/ob333eXb-kronologi-baku-tembak-polisi-fpi-versi-rekonstruksi-di-tkp?p=all
https://www.liputan6.com/news/read/4432851/ipw-sebut-ada-3-kejanggalan-di-rekonstruksi-baku-tembak-dengan-laskar-fpi
https://archive.md/nhJ1Y
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News