Tangkapan layar informasi menyesatkan yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi menyesatkan yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Video Penampakan Buzzer yang Dibayar Puluhan Miliar Siap Tempur Kumpul di Istana? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 21 November 2020 11:11
Beredar sebuah video memperlihatkan sejumlah orang di dalam satu ruangan. Video itu beredar di media sosial.

"Kita kumpul lagi, kita tempur lagi," kata salah seorang di dalam video berdurasi 24 detik itu.


Adalah akun facebook Fhana yang turut mengunggah video tersebut. Akun itu membuat narasi bahwa video itu memperlihatkan sejumlah buzzer yang sedang berkumpul di Istana.
 
Akun itu menyebutkan sejumlah nama yang hadir dalam pertemuan itu. Akun itu menilai para buzzer tersebut jahat dan licik. Pasalnya para buzzer itu dikasih uang miliaran rupiah untuk adu domba.
 
Berikut narasi selengkapnya


"```Luar Biasa Jahat dan Licik Rezim ini```
Mereka kumpul di Istana, pasca Panglima konpers...
Rudi Kamri cs .. ada Deni Siregar, Gun Romli, Ade Armando Irma s Chaniago Budiman sujatmiko dkk...
( Kumpulan Buzzer Pengadu Domba Berkumpul Untuk Tempur? )
Uang puluhan Miliar milik Rakyat dikasih ke mereka oleh rezim hanya bertugas untuk membuat fitnah, mengadu domba sesama Rakyat !!!," tulis akun facebook Fhana, Kamis 19 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Unggahan ini direspons sejumlah warganet. Terdiri dari 38 emotikon, 6 komentar dan 29 kali dibagikan.
[Cek Fakta] Video Penampakan Buzzer yang Dibayar Puluhan Miliar Siap Tempur Kumpul di Istana? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa video itu memperlihatkan perkumpulan para buzzer di istana dan mereka dibayar puluhan miliar untuk mengadu domba rakyat, adalah salah. Faktanya, video itu memperlihatkan sejumlah mantan petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.
 
Pria yang membuat vlog-Blogging atau vlog itu ialah Benny Rhamdani. Ia merupakan salah satu mantan Direktur Kampanye TKN dari Partai Hanura.
 
Benny mengaku ada pertemuan di Istana Presiden dengan Presiden Jokowi, baru-baru ini. Namun ia membantah keras narasi yang dibuat akun facebook Fhana.

"1.000 persen hoaks kalau dikatakan buzzer," kata Benny saat dikonfirmasi Medcom.id, Jumat 20 November 2020.


Menurut Benny, video itu merupakan ajang reuni para mantan petinggi TKN dengan Presiden Jokowi di Istana. Benny menjelaskan diksi "tempur" yang diucapkannya dalam video tersebut.

"Kami menggunakan diksi tempur sebagai cara memperkuat program-program untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah yang dikomandoi Presiden Jokowi. Kami sangat ingin mengawal program Jokowi agar bisa sesuai dengan harapan rakyat Indonesia," tegas Benny yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).


Para mantan petinggi TKN yang hadir di berasal dari sejumlah partai politik pendukung pasangan Jokowi-Ma;ruf. Di antaranya Budiman Sudjatmiko, Inas Nasrulllah Zubir, Ade Irfan Pulungan, Maman Imanul Haq dan Irma Suryani Chaniago.
 

[Cek Fakta] Video Penampakan Buzzer yang Dibayar Puluhan Miliar Siap Tempur Kumpul di Istana? Ini Faktanya
Benny Rhamdani yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sedang mencuci kaki salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sugiyem sebagai permohonan maaf atas kekerasan fisik oleh majikan PMI tersebut di Singapura. Foto: Dok. BP2MI
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa video itu memperlihatkan perkumpulan para buzzer di istana dan mereka dibayar puluhan miliar untuk mengadu domba rakyat, adalah salah. Faktanya, video itu merupakan kumpulan mantan petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Video Penampakan Buzzer yang Dibayar Puluhan Miliar Siap Tempur Kumpul di Istana? Ini Faktanya
 

Referensi:
Wawancara Medcom.id dengan Mantan Direktur Kampanye TKN Benny Rhamdani
https://archive.md/BH53B
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif