Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Benarkah Mendeteksi Virus Korona Bisa dengan Menahan Napas 10 Detik? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 11 Mei 2021 15:16
Beredar narasi yang memuat klaim cara mendeteksi dengan menahan nafas selama 10 detik. Narasi itu beredar melalui media sosial dan pesan berantai.
 
Akun Facebook Yeni Fitriyanti turut membagikan narasi tersebut pada Minggu, 2 Mei 2021. Pada narasi yang beredar disebutkan bahwa virus korona dapat terdeteksi dengan menahan napas 10 detik dan menghembuskannya perlahan, jika tidak ditemukan rasa sakit dan batuk maka tidak ada virus apapun dalam paru-paru. Berikut penggalan narasi yang beredar:
 
"Ambil napas dalam-dalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik ! Jika setelah menahan nafas anda berhasil mengeluarkan napas pelan2 tanpa batuk, tanpa rasa tidak nyaman, tanpa lelah, dan tanpa kaku di dada, ini membuktikan bahwa tidak ada fibrosis di paru-paru anda, dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa TIDAK ADA VIRUS APAPUN DIDALAM PARU2 ANDA ! Anda juga perlu memastikan mulut dan tenggorokan anda lembab dan tidak kering ! Minumlah MINIMAL SETENGAH GELAS AIR HANGAT SETIDAKNYA SETIAP 30 MENIT SEKALI. Jadi seandainya ada virus Corona telah masuk kedalam mulut anda, air hangat yang anda minum secara teratur dapat masuk kedalam perut, dimana KEASAMAN LAMBUNG AKAN LANGSUNG MEMBUNUH VIRUS CORONA !

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Mari jangan menjadi penonton, sampaikan kepada keluarga dan semua teman anda.
Salam sehat ! ini sangat bermanfaat."

[Cek Fakta] Benarkah Mendeteksi Virus Korona Bisa dengan Menahan Napas 10 Detik? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa mendeteksi covid-19 dengan menahan nafas selama 10 detik adalah salah. Faktanya, informasi telah dibantah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
Dilansir WHO, menahan napas dan menghembuskannya tanpa rasa sakit bukan berarti tidak terinfeksi virus korona atau penyakit paru-paru lainnya. WHO telah mengonfirmasi bahwa tes mandiri tersebut tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui keberadaan virus corona dalam tubuh. Cara terbaik untuk mengonfirmasi virus Covid-19 adalah melalui tes laboratorium, atau saat ini dikenal sebagai tes PCR.

"FAKTA: Mampu menahan napas selama 10 detik atau lebih tanpa batuk atau merasa tidak nyaman BUKAN berarti Anda bebas dari penyakit virus Corona atau penyakit paru-paru lainnya." tulis WHO dalam unggahan akun resmi Facebooknya.


 
[Cek Fakta] Benarkah Mendeteksi Virus Korona Bisa dengan Menahan Napas 10 Detik? Ini Faktanya
 

Pula, dilansir Medcom.id melalui artikel berjudul "Menahan Napas 10 Detik untuk Mengecek Covid-19 Adalah Mitos" dimuat 25 Maret 2020, dokter spesialis penyakit menular di Baylor College of Medicine Dr Robert Legare Atmar, menegaskan bahwa informasi mengenai hal tersebut tidaklah benar.
 
“Ketika seseorang mengalami infeksi virus akut, maka akan sulit bagi seseorang untuk menghirup napas dalam-dalam dan tidak batuk karena saluran udara terganggu,” ujarnya.
 
Walau begitu, bukan berarti bisa menahan napas 10 detik tanpa batuk seseorang tidak terinfeksi covid-19. “Melakukan hal tersebut juga tidak ada hubungannya dengan fibrosis (proses pembentukan jaringan fibrin), meskipun memang seseorang yang mengalami fibrosis juga mungkin kesulitan melakukannya. Mampu menahan napas selama 10 detik juga tidak berarti seseorang tidak terinfeksi covid-19,” tambahnya.
 
Dikutip dari USA Today, fibrosis didefinisikan sebagai pertumbuhan berlebih, pengerasan, dan atau jaringan parut dari berbagai jaringan yang disebabkan oleh reaksi inflamasi kronis yang disebabkan oleh berbagai rangsangan termasuk infeksi persisten, reaksi autoimun, respons alergi, gangguan kimia, radiasi, dan cedera jaringan.
 
Dr Thomas Nash, spesialis paru dan spesialis penyakit menular dari New York Presbyterian Hospital mengatakan bahwa fibrosis membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun untuk berkembang.
 
“Meskipun covid-19 dapat menyebabkan pneumonia pada beberapa pasien, yang pada akhirnya dapat menyebabkan fibrosis. Namun covid-19 ini masih merupakan virus baru, sehingga tidak ada orang yang bisa mengetahui apakah ini bisa menyebabkan fibrosis,” tutup Nash.
 

[Cek Fakta] Benarkah Mendeteksi Virus Korona Bisa dengan Menahan Napas 10 Detik? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa mendeteksi covid-19 dengan menahan nafas selama 10 detik adalah salah. Faktanya, informasi telah dibantah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Benarkah Mendeteksi Virus Korona Bisa dengan Menahan Napas 10 Detik? Ini Faktanya
 

 
Referensi:
1. https://www.facebook.com/WHO/photos/a.167668209945237/3022387481139948/?type=3
2. https://www.medcom.id/rona/kesehatan/akW5ygWN-menahan-napas-10-detik-untuk-mengecek-covid-19-adalah-mitos
3. https://archive.md/fcxF3
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif