Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Orang yang Divaksin 13 Kali Lebih Besar Kemungkinan Terinfeksi Covid-19? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 13 Oktober 2021 10:26
Beredar sebuah video dengan narasi bahwa orang yang sudah divaksin Covid-19 memiliki kemungkinan 13 kali lebih besar terinfeksi Covid-19 ketimbang mereka yang memiliki kekebalan alami pasca terinfeksi Covid-19 sebelumnya. Video ini beredar di media sosial.
 
Video itu memperlihatkan potongan video wawancara sebuah TV yang mengulas hasil sebuah penelitian di Israel bahwa kekebalan alami pasca terinfeksi covid-19 lebih baik ketimbang kekebalan yang diperoleh dengan vaksin. Adalah akun TikTokpejuangmaya2 yang turut mengunggah video tersebut, baru-baru ini.
 
Berikut narasinya:


"Mereka menemukan bahwa Orang yang SUDAH DIVAKSIN memiliki kemungkinan 13 kali lebih besar terinfeksi Covid dibanding mereka yang memiliki Kekebalan Alami yang diperoleh saat terinfeksi Covid sebelumnya. Selain itu, orang yang sudah divaksin memiliki kemungkinan 27 kali lebih besar mengalami gejala akibat Covid dibandingkan mereka yang mengandalkan kekebalan alami. Jadi pertanyaannya, apakah Kekebalan Alami lebih efektif daripada Vaksin?."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
[Cek Fakta] Orang yang Divaksin 13 Kali Lebih Besar Kemungkinan Terinfeksi Covid-19? Ini Faktanya
Benarkah demikian?
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa kekebalan alami lebih baik ketimbang kekebalan yang diperoleh dari vaksin, adalah salah. Faktanya, penyintas Covid-19 yang tidak divaksin lebih berisiko kembali terinfeksi Covid-19.
 
Hal itu seperti dirilis Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada awal Agustus 2021. Penyintas Covid-19 dipastikan tidak memiliki kekebalan alami yang cukup, tanpa vaksin.


"Mereka yang tidak divaksinasi 2,34 kali lebih mungkin untuk terinfeksi covid-19 kembali," tulis Medcom.id dalam laporannya, Sabtu 7 Agustus 2021.


 
[Cek Fakta] Orang yang Divaksin 13 Kali Lebih Besar Kemungkinan Terinfeksi Covid-19? Ini Faktanya
 

Lebih lanjut, hasil penelitian CDC yang dirilis pada September 2021, mereka yang tidak divaksin berpeluang 4,5 kali lebih besar terinfeksi varian Delta ketimbang yang sudah divaksinasi.
 
Bahkan mereka yang tidak divaksin, 10 kali lebih berisiko dirawat di rumah sakit dan 11 kali lebih berpotensi meninggal akibat Covid-19 ketimbang yang sudah divaksin. CDC menegaskan vaksin mampu bekerja dengan baik.


"Intinya adalah: kita memiliki alat-alat ilmiah yang dibutuhkan untuk mengalahkan pandemi ini," kata Direktur CDC, Dr Rochelle Walensky seperti dimuat Medcom.id, 11 September 2021.


 
[Cek Fakta] Orang yang Divaksin 13 Kali Lebih Besar Kemungkinan Terinfeksi Covid-19? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa kekebalan alami lebih baik ketimbang kekebalan yang diperoleh dari vaksin, adalah salah. Faktanya, penyintas Covid-19 yang tidak divaksin lebih berisiko kembali terinfeksi Covid-19.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Orang yang Divaksin 13 Kali Lebih Besar Kemungkinan Terinfeksi Covid-19? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.medcom.id/gaya/fitness-health/ZkeELJZk-penyintas-covid-19-yang-tak-divaksin-lebih-berisiko-mengalami-reinfeksi
https://www.medcom.id/internasional/eropa-amerika/GNG7rnlN-cdc-individu-tak-divaksinasi-11-kali-lebih-berisiko-meninggal-akibat-covid-19
https://www.tiktok.com/@pejuangmaya2/video/7012628628332727579?is_from_webapp=v1
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif